Antara 50 Hz dan 60 Hz

Antara 50 Hz dan 60 Hz

Arwindra Rizqiawan

Frekuensi, selain tegangan dan arus, adalah besaran yang akan dikonfirmasi oleh setiap orang yang akan memakai suatu peralatan listrik. Jawabannya pun hanya antara 50 Hz dan 60 Hz, asal frekuensi peralatan tersebut sudah cocok dengan jaringan listrik yang ada maka alat tersebut akan baik-baik saja. Selama ini kita tahu dan menerima saja bahwa ada dua jenis frekuensi yang dipakai di sistem tenaga, namun, mengapa 50 Hz dan 60 Hz? Tulisan ini akan mengulas singkat tentang frekuensi-frekuensi tersebut pada sistem tenaga listrik kita. Continue reading

Posted in Power Generation | 9 Comments

Potensi Ganggang Mikro sebagai Sumber Energi Terbarukan

Potensi Ganggang Mikro sebagai Sumber Energi Terbarukan

Kus Adi Nugroho* dan Vidia Paramita**

*Alumni LPKEE ITB, kus.adi.n@gmail.com
**Masters of Science, School of Chemical and Biomolecular Engineering Cornell University, Ithaca, New York, USA, paramita.vidia@gmail.com

Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa makhluk purba ini memiliki peran yang sangat vital di bumi. Dikenal sebagai agen primary production, ganggang mikro merupakan pangkal dari rantai makanan di bumi. Tidak itu saja, SEPARUH dari total oksigen yang tersedia di atmosfer kita, dihasilkan oleh ganggang mikro melalui proses fotosintesis dengan menyerap sinar matahari dan karbondioksida yang kita kenal sebagai gas rumah kaca. Jadi kurang tepat apabila hanya hutan kita yang dianggap sebagai paru-paru dunia, tetapi laut kita pun berperan penting dalam meredam produksi gas rumah kaca dan menghasilkan oksigen yang besar jumlahnya. Continue reading

Posted in Green Energy | 2 Comments

Sistem Arus Searah Untuk Kelistrikan Nasional

Sistem Arus Searah Untuk Kelistrikan Nasional

Pekik Argo Dahono

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, ITB

Interkoneksi sistem kelistrikan merupakan syarat didapatkannya sistem kelistrikan yang andal dan murah. Sistem kelistrikan di Amerika utara dan Eropa merupakan contoh sistem kelistrikan yang merupakan hasil interkoneksi ribuan pembangkit dengan jutaan konsumen yang tersebar di area yang sangat luas. Dengan interkoneksi semacam ini, kekurangan pembangkit di suatu daerah bisa diatasi oleh pembangkit di daerah lain. Pembangkit murah dan ramah lingkungan seperti halnya tenaga air (PLTA), panas bumi (PLTPB), bayu (PLTB), dan surya (PLTS) yang lokasinya jauh bisa dimanfaatkan oleh daerah lain yang membutuhkan. Continue reading

Posted in Application, Power Electronics, Power Generation | 7 Comments

Definisi Beberapa Besaran Listrik Pada Kondisi Nonsinusoidal

Definisi Beberapa Besaran Listrik Pada Kondisi Nonsinusoidal

Pekik Argo Dahono

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, ITB

1. Pendahuluan

Dalam tiga puluh tahun terakhir ini, besaran listrik pada kondisi nonsinusoidal menjadi isu yang banyak diperdebatkan. Pemicu utama munculnya isu ini adalah semakin banyak dan luasnya pemakaian peralatan berbasis elektronika daya yang menarik arus dalam bentuk nonsinusoidal. Akibatnya, tegangan dan arus di jaringan listrik tidak lagi mempunyai bentuk sinusoidal. Kondisi nonsinusoidal ini bisa mendatangkan banyak masalah karena hampir semua jaringan distribusi listrik dan peralatan yang terhubung dirancang dengan asumsi bahwa tegangan dan arusnya mempunyai bentuk sinusoidal.

Tulisan ini merupakan summary dari banyak makalah yang membahas definisi besaran listrik pada kondisi nonsinusoidal. Beberapa besaran yang sudah diterima oleh standar atau dipakai banyak kalangan dibahas di tulisan ini. Continue reading

Posted in Power Electronics | 3 Comments

Sekilas Lab. Konversi ITB

Sekilas profil Lab. Konversi ITB dari Keprofesian HME ITB

 

Posted in Announcement | 1 Comment

Mengapa PLTU Mempunyai Efisiensi Rendah?

Mengapa PLTU Mempunyai Efisiensi Rendah?

Pekik Argo Dahono

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung

Dalam pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), panas dikonversikan menjadi energi listrik (melalui energi mekanik). Sumber panasnya bisa berasal dari batu bara, nuklir, gas, minyak, maupun panas bumi. Pada saat ini, sebagian besar energi listrik dihasilkan oleh PLTU. Efisiensi suatu PLTU biasanya sekitar 25 sampai 50%. Oleh sebab itu, banyak orang mengatakan bahwa PLTU mempunyai efisiensi yang rendah dan sedapat mungkin harus diganti dengan yang lebih baik. Akan tetapi sebenarnya pendapat ini ternyata tidak seratus persen benar. Topik inilah yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Continue reading

Posted in Green Energy, Power Generation | 1 Comment

Ayo Membangun Pembangkit Listrik di Indonesia

Ayo Membangun Pembangkit Listrik Di Indonesia

 Ardha Pradikta dan Kadek Fendy Sutrisna

“Berdasarkan laporan investigasi yang dirilis oleh Asian Development Bank (ADB) pada tahun 2010, kelistrikan di Indonesia digambarkan sebagai salah satu infrastruktur yang kondisinya sangat mengkhawatirkan dan perlu segera mendapatkan perhatian serius” [1]

Mari kita coba bersama-sama untuk merenungkan pernyataan yang dirilis oleh ADB di atas! Bayangkan saja, apabila kapasitas listrik maksimum Indonesia saat ini sebesar 18.000 MW, dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 300 juta jiwa, maka setiap orang di Indonesia hanya bisa menikmati listrik sebesar 60 Watt saja, atau setara dengan 1 buah lampu pijar. Memprihatinkan bukan? Continue reading

Posted in Green Energy | 14 Comments

Jaman Fosil

Jaman Fosil

Pekik Argo Dahono

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, ITB

Pada saat ini kita hidup pada suatu jaman, bagi generasi mendatang, sebagai jaman fosil. Bisa disebut demikian karena semua segi kehidupan kita sangat ditentukan oleh keberadaan bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil sebenarnya relative masih baru, baru sekitar 150 tahun yang lalu. Jika dilihat dalam skala millennium, jaman fosil hanya akan terlihat sebagai satu lengkungan pendek. Lihat Gambar 1. Dilihat oleh generasi mendatang, jaman fosil akan terlihat mulai abad 19 dan mungkin sampai abad 22. Continue reading

Posted in Green Energy | 10 Comments

Ketidakseimbangan Tegangan dan Pengaruhnya

Ketidakseimbangan Tegangan dan Pengaruhnya
Pekik Argo Dahono
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung

1. Pendahuluan

Hampir semua energi listrik dibangkitkan, ditransmisikan, dan didistribusikan dalam bentuk sistem tiga-fasa. Idealnya, tegangan yang dirasakan peralatan adalah tegangan tiga-fasa dengan bentuk sinusoidal dan seimbang. Akan tetapi adanya pembebanan yang tak seimbang serta ketidakseimbangan impedansi saluran menyebabkan tegangan yang dirasakan oleh peralatan menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan menyebabkan efisiensi motor induksi menurun dan menyebabkan munculnya harmonisa orde rendah pada penyearah.

Dalam artikel ini akan dibahas bermacam definisi ketidakseimbangan, pengaruhnya pada motor induksi dan penyearah, serta beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Continue reading

Posted in Electrical Machines, Miscellanous | 12 Comments

Listrik dan Kepekaan Publik

Listrik dan Kepekaan Publik
Arwindra Rizqiawan

Listrik di era modern ini menentukan perkembangan suatu masyarakat karena tanpa listrik hampir tidak ada yang bisa dilakukan saat ini. Apabila masih terdapat masyarakat yang belum memperoleh listrik dengan layak tentu saja kemajuan masyarakat itu akan tertinggal dibandingkan yang sudah mendapatkan listrik. Semua ingin memanfaatkan listrik untuk sesuatu yang mendorong ke arah kehidupan yang lebih baik. Sekarang bagaimana jika semua ingin memakai ketika persediaan listrik yang ada terbatas? Apakah masih ada kepekaan publik untuk saling berbagi listrik? Continue reading

Posted in Green Energy, Miscellanous | 7 Comments