Kelistrikan Nasional: Masalah dan Solusinya

November 18, 2009

Kelistrikan Nasional: Masalah dan Solusinya

Pekik Argo Dahono

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk, kebutuhan akan energi listrik di Indonesia meningkat dengan pesat. Karena kesalahan perencanaan di masa lalu, kebutuhan energi listrik meningkat jauh lebih pesat dibanding yang bisa disediakan oleh PT. PLN. Akibatnya, terjadi pemadaman bergilir dimana-mana. Padahal hampir setengah daerah di Indonesia belum mendapatkan kesempatan mendapatkan listrik.

Problem kedua yang dihadapi oleh PT. PLN adalah subsidi yang terus membengkak. Selisih antara harga produksi dan harga jual energi listrik adalah penyebab utama. Harga produksi membengkak karena sebagian besar energi listrik dibangkitkan Read the rest of this entry »


Kapasitor: Bermanfaat sekaligus berbahaya

November 18, 2009

Kapasitor: Bermanfaat sekaligus berbahaya

Pekik Argo Dahono

Dalam sistem tenaga listrik dikenal daya aktif dan daya reaktif. Daya aktif adalah daya yang harus dibangkitkan di sisi pembangkit dan disalurkan melalui saluran transmisi dan distribusi menuju konsumen, dan akhirnya dipakai untuk menjalankan peralatan industri dan komputer di banyak bangunan modern. Satuan dari daya aktif biasanya adalah watt (W), kilowatt (kW), atau tenaga kuda (HP). Sedangkan daya reaktif adalah suatu besaran yang menunjukkan adanya fluktuasi daya di saluran transmisi dan distribusi akibat digunakannya peralatan listrik yang bersifat induktif (misal : motor listrik, trafo, dan las listrik). Walaupun namanya adalah daya, daya reaktif ini tidak nyata dan tidak bisa dimanfaatkan. Akan tetapi adanya daya reaktif menyebabkan aliran daya aktif tidak bisa dilakukan secara efisien dan memerlukan peralatan listrik yang Read the rest of this entry »


Smart grid: Menuju masa depan

November 8, 2009

Smart grid: Menuju masa depan

Arwindra Rizqiawan

Konsep mikrogrid yang gencar diajukan belakangan ini karena lebih memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif lokal tanpa melupakan sumber energi konvensional masih dalam pengembangan di berbagai negara. Namun suatu pemikiran yang lebih maju lagi tentang konsep penyaluran energi listrik sekarang sudah mulai berkembang juga di berbagai negara, konsep tersebut sering disebut smart grid, ini merupakan konsep jaringan tenaga cerdas yang dicita-citakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang di masa sekarang maupun masa mendatang sudah menjadi kebutuhan primer. Tulisan ini akan memaparkan secara ringkas tentang pola smart grid dari sudut pandang saya dari berbagai sumber.

Yang dibutuhkan dari sistem tenaga listrik modern

Pada sistem tenaga modern, beberapa hal baru harus bisa dipenuhi lebih dari sistem tenaga yang ada saat ini. Read the rest of this entry »


NAS Battery untuk Penyimpan Energi Kapasitas Besar

August 30, 2009
NAS Battery untuk Penyimpan Energi Kapasitas Besar
Arwindra Rizqiawan

Sistem Baterai Penyimpan Energi (Battery Energy Storage System, BESS) sekarang ini sudah tidak dapat lagi dipisahkan dari sistem tenaga modern. Walaupun tidak menghasilkan energi, tetapi fungsinya sebagai penyimpan energi merupakan hal yang sangat dipertimbangkan dalam perencanaan sistem maupun operasional. NAS Battery merupakan salah satu divais penyimpan energi yang cukup menjanjikan untuk semakin banyak diaplikasikan pada masa mendatang.

Prinsip baterai sodium-sulfur pertama kali diajukan oleh Ford Motor Company, USA pada tahun 1966. Pada tahun 1984, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) memutuskan untuk mengembangkan baterai sodium- Read the rest of this entry »


Phase-Locked Loop

August 17, 2009
Phase-Locked Loop
Arwindra Rizqiawan

Pada bidang elektronika daya yang berhubungan dengan sistem tenaga, Phase Locked Loop (PLL) dipakai untuk sinkronisasi antara pengendali konverter elektronika daya dengan jala-jala. Pemakaian PLL lebih meluas lagi untuk aplikasi-aplikasi pada bidang telekomunikasi. Pada tulisan ini akan dipaparkan PLL secara ringkas dan sederhana.

Phase Locked Loop (PLL) adalah suatu sistem kendali umpan balik negatif, PLL secara otomatis akan menyesuaikan fasa dari suatu sinyal yang dibangkitkan di sisi keluaran dengan suatu sinyal dari luar di sisi masukannya [1], dengan kata lain, PLL akan menghasilkan sinyal keluaran dengan frekuensi yang sama dengan sinyal masukan [2]. Blok diagram dasar dari suatu PLL ditunjukkan pada Gambar 1. Read the rest of this entry »


Perancangan Pengendali Kecepatan Motor Menggunakan Konverter DC-DC 4-Kuadran dengan Pengendali Arus PI dan Pengendali Kecepatan I-P

June 12, 2009

Firman Sasongko

Konverter dc-dc 4-kuadran merupakan konverter dc-dc yang dapat bekerja secara bidirectional baik arus maupun tegangan kerjanya, sehingga sangat cocok untuk aplikasi kendali motor yang membutuhkan kecepatan dan torque dalam dua arah. Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dapat dilihat pada Gambar 1. Pengendalian kecepatan motor dapat dilakukan dengan mengendalikan arus jangkar. Hal ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan pengendalian kecepatan secara langsung. Salah satunya adalah dapat membatasi arus ketika terjadi hubung singkat sehingga konverter masih dapat bekerja dengan baik. Pengendalian motor berdasarkan pengendalian arus dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.

Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dc

Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dc

Pengendalian kecepatan motor berdasarkan pengendalian arus

Pengendalian kecepatan motor berdasarkan pengendalian arus

Read the rest of this entry »


Sekilas Rotary Encoder

June 12, 2009

Sekilas Rotary Encoder

Arwindra Rizqiawan

Rotary encoder adalah divais elektromekanik yang dapat memonitor gerakan dan posisi. Rotary encoder umumnya menggunakan sensor optik untuk menghasilkan serial pulsa yang dapat diartikan menjadi gerakan, posisi, dan arah. Sehingga posisi sudut suatu poros benda berputar dapat diolah menjadi informasi berupa kode digital oleh rotary encoder untuk diteruskan oleh rangkaian kendali. Rotary encoder umumnya digunakan pada pengendalian robot, motor drive, dsb.

Rotary encoder tersusun dari suatu piringan tipis yang memiliki lubang-lubang pada Read the rest of this entry »


Dampak Lingkungan Penggunaan Photovoltaic

June 12, 2009

Oleh: Firman Sasongko

Di samping penggunaan panas matahari sebagai pembangkit listrik, pembangkitan listrik dengan sel surya merupakan kemungkinan lebih jauh untuk penggunaan energi radiasi matahari secara langsung. Namun begitu, berbeda dengan pembangkit listrik dengan panas matahari, energi matahari akan secara langsung dikonversikan menjadi energi listrik melalui sel surya.

Listrik dari sel surya memiliki sifatnya yang tidak menghasilkan noise selama operasi dan tanpa menghasilkan substansi atau partikel yang beracun pada pembangkit listriknya. Namun begitu, efek lingkungan dapat saja terjadi sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:

Read the rest of this entry »


Motor dc: tipe-tipe belitan?

June 12, 2009

Motor dc: tipe-tipe belitan?

arwindra rizqiawan

Meneruskan pembahasan sebelumnya tentang motor dc, saya ingin mengulas sedikit tentang jenis-jenis motor dc. Pada pembahasan sebelumnya saya menggunakan ilustrasi motor dc yang bagian medannya berupa magnet permanent, pada kenyataannya tidak semua motor dc menggunakan magnet permanent sebagai medan. Umumnya magnet untuk medan dihasilkan dari electromagnet, artinya menggunakan belitan konduktor yang difungsikan sebagai magnet, sehingga konstruksi motor dc akan memiliki dua buah belitan: belitan jangkar dan belitan medan.

Ada beberapa tipe motor dc berdasarkan belitan medannya. Read the rest of this entry »


Energy Angin dan Potensinya

March 25, 2009

Energi Angin dan Potensinya

Kus Adi Nugroho

Dari artikel-artikel sebelumnya, banyak yang membahas mengenai pembangkit listrik tenaga angin, terutama sistem konversinya, generator yang digunakan, rangkaian elektronika dayanya, dan dampak yang dihasilkan. Dalam artikel ini saya akan mencoba mengajak pembaca untuk lebih mengenal apa itu angin, bagaimana terjadinya, penyebarannya, dan pemanfaatannya

Sejarah Pemanfaatan

Manusia telah menggunakan energi angin selama setidaknya 5.500 tahun. Para nelayan menggunakan angin untuk menggerakkan kapalnya untuk mencari ikan ke tengah laut. Pedagang, penjajah dan bahkan misionaris menggunakan angin untuk menggerakkan kapal yang membawa mereka ke seluruh belahan dunia demi Glory, Gold, and Gospel. Arsitek pada masa Read the rest of this entry »