June 12, 2009
Firman Sasongko
Konverter dc-dc 4-kuadran merupakan konverter dc-dc yang dapat bekerja secara bidirectional baik arus maupun tegangan kerjanya, sehingga sangat cocok untuk aplikasi kendali motor yang membutuhkan kecepatan dan torque dalam dua arah. Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dapat dilihat pada Gambar 1. Pengendalian kecepatan motor dapat dilakukan dengan mengendalikan arus jangkar. Hal ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan pengendalian kecepatan secara langsung. Salah satunya adalah dapat membatasi arus ketika terjadi hubung singkat sehingga konverter masih dapat bekerja dengan baik. Pengendalian motor berdasarkan pengendalian arus dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.

Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dc

Pengendalian kecepatan motor berdasarkan pengendalian arus
Read the rest of this entry »
7 Comments |
Electrical Drives, Power Electronics |
Permalink
Posted by konversi
June 12, 2009
Sekilas Rotary Encoder
Arwindra Rizqiawan
Rotary encoder adalah divais elektromekanik yang dapat memonitor gerakan dan posisi. Rotary encoder umumnya menggunakan sensor optik untuk menghasilkan serial pulsa yang dapat diartikan menjadi gerakan, posisi, dan arah. Sehingga posisi sudut suatu poros benda berputar dapat diolah menjadi informasi berupa kode digital oleh rotary encoder untuk diteruskan oleh rangkaian kendali. Rotary encoder umumnya digunakan pada pengendalian robot, motor drive, dsb.
Rotary encoder tersusun dari suatu piringan tipis yang memiliki lubang-lubang pada Read the rest of this entry »
2 Comments |
Application, Electrical Drives |
Permalink
Posted by angin165
June 12, 2009
Oleh: Firman Sasongko
Di samping penggunaan panas matahari sebagai pembangkit listrik, pembangkitan listrik dengan sel surya merupakan kemungkinan lebih jauh untuk penggunaan energi radiasi matahari secara langsung. Namun begitu, berbeda dengan pembangkit listrik dengan panas matahari, energi matahari akan secara langsung dikonversikan menjadi energi listrik melalui sel surya.
Listrik dari sel surya memiliki sifatnya yang tidak menghasilkan noise selama operasi dan tanpa menghasilkan substansi atau partikel yang beracun pada pembangkit listriknya. Namun begitu, efek lingkungan dapat saja terjadi sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:
Read the rest of this entry »
1 Comment |
PV |
Permalink
Posted by konversi
June 12, 2009
Motor dc: tipe-tipe belitan?
arwindra rizqiawan
Meneruskan pembahasan sebelumnya tentang motor dc, saya ingin mengulas sedikit tentang jenis-jenis motor dc. Pada pembahasan sebelumnya saya menggunakan ilustrasi motor dc yang bagian medannya berupa magnet permanent, pada kenyataannya tidak semua motor dc menggunakan magnet permanent sebagai medan. Umumnya magnet untuk medan dihasilkan dari electromagnet, artinya menggunakan belitan konduktor yang difungsikan sebagai magnet, sehingga konstruksi motor dc akan memiliki dua buah belitan: belitan jangkar dan belitan medan.
Ada beberapa tipe motor dc berdasarkan belitan medannya. Read the rest of this entry »
1 Comment |
Electrical Machines |
Permalink
Posted by angin165
March 25, 2009
Energi Angin dan Potensinya
Kus Adi Nugroho
Dari artikel-artikel sebelumnya, banyak yang membahas mengenai pembangkit listrik tenaga angin, terutama sistem konversinya, generator yang digunakan, rangkaian elektronika dayanya, dan dampak yang dihasilkan. Dalam artikel ini saya akan mencoba mengajak pembaca untuk lebih mengenal apa itu angin, bagaimana terjadinya, penyebarannya, dan pemanfaatannya
Sejarah Pemanfaatan
Manusia telah menggunakan energi angin selama setidaknya 5.500 tahun. Para nelayan menggunakan angin untuk menggerakkan kapalnya untuk mencari ikan ke tengah laut. Pedagang, penjajah dan bahkan misionaris menggunakan angin untuk menggerakkan kapal yang membawa mereka ke seluruh belahan dunia demi Glory, Gold, and Gospel. Arsitek pada masa Read the rest of this entry »
1 Comment |
Wind Energy |
Permalink
Posted by konversi
March 4, 2009
Mikrogrid: Wacana Solusi Daerah Mandiri Energi
Arwindra Rizqiawan
Ekonomi, teknologi, dan lingkungan telah mengubah pola pembangkitan dan penyaluran energi listrik. Pola pembangkitan energi listrik sudah mulai berubah dari pola tersentralisasi menjadi pola yang lebih kecil, pola terdistribusi, karena adanya rugi-rugi secara ekonomi yang cukup besar.
Microgrid merupakan salah satu contoh pola pembangkitan terdistribusi yang bisa melingkupi berbagai macam Read the rest of this entry »
16 Comments |
Green Energy |
Permalink
Posted by angin165
March 1, 2009
(Firman Sasongko, 1 Maret 2009)
Keuntungan utama dari penggunaan pembangkit listrik tenaga angin secara prinsipnya adalah disebabkan karena sifatnya yang terbarukan. Hal ini berarti eksploitasi sumber energi ini tidak akan membuat sumber daya angin yang berkurang seperti halnya penggunaan bahan bakar fosil. Oleh karenanya tenaga angin dapat berkontribusi dalam ketahanan energi dunia di masa depan. Tenaga angin juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, dimana penggunaannya tidak mengakibatkan emisi gas buang atau polusi yang berarti ke lingkungan.
Penetapan sumber daya angin dan persetujuan untuk pengadaan ladang angin merupakan proses yang paling lama untuk pengembangan proyek energi angin. Hal ini dapat memakan waktu hingga 4 tahun dalam kasus ladang angin yang besar yang membutuhkan studi dampak lingkungan yang luas.

Read the rest of this entry »
3 Comments |
Wind Energy |
Permalink
Posted by konversi
February 18, 2009
Pembangkit Listrik Masa Depan Indonesia
Kadek Fendy Sutrisna ST. dan Ardha Pradikta Rahardjo
Laboratorium Penelitian Konversi Energi Elektrik
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung
http://konversi.wordpress.com
-
Pendahuluan
Setelah pulih dari krisis moneter pada tahun 1998, Indonesia mengalami lonjakan hebat dalam konsumsi energi. Dari tahun 2000 hingga tahun 2004 konsumsi energi primer Indonesia meningkat sebesar 5.2 % per tahunnya. Peningkatan ini cukup signifikan apabila dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan energi pada tahun 1995 hingga tahun 2000, yakni sebesar 2.9 % pertahun. Dengan keadaan yang seperti ini, diperkirakan kebutuhan listrik indonesia akan terus bertambah sebesar 4.6 % setiap tahunnya, hingga diperkirakan mencapai tiga kali lipat pada tahun 2030. Seperti terlihat pada Gambar 1. [ER Indonesia]

Tentunya pemerintah pun tidak tinggal diam dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energi, terutama energi listrik. Salah satu langkah awal yang pemerintah lakukan adalah dengan membuat blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2006 – 2025 (Keputusan Presiden RI nomer 5 tahun 2006). Secara garis besar, dalam blueprint tersebut ada dua macam solusi yang dilakukan secara bertahap hingga tahun 2025, yaitu peningkatan efisiensi penggunaan energi (penghematan) dan pemanfaatan sumber-sumber energi baru (diversifikasi energi). Mengingat rasio elektrifikasi yang masih relatif rendah, yaitu 63 % pada tahun 2005, sedangkan Indonesia menargetkan rasio elektrifikasi 95 % pada tahun 2025, maka pembahasan pada artikel ini akan lebih diarahkan pada pemanfaatan sumber energi primer sebagai pembangkit listrik.
Read the rest of this entry »
24 Comments |
Green Energy |
Permalink
Posted by konversi
January 24, 2009
Optimalisasi Ekstraksi Energi Angin Kecepatan Rendah di Indonesia
dengan Aplikasi Konverter Boost
Oleh:
Ronald Nehemia Marulitua Sinaga
(Anggota tim WINDpAD Laboratorium Konversi Energi Elektrik Institut Teknologi Bandung (ITB) pada National Innovation Contest 2008 Himpunan Mahasiswa Mesin ITB)
Energi angin merupakan salah satu potensi energi terbarukan yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi listrik domestik, khususnya wilayah terpencil. Pembangkit energi angin yang biasa disebut Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ini bebas polusi dan sumber energinya yaitu angin tersedia di mana pun, maka pembangkit ini dapat menjawab masalah lingkungan hidup dan ketersediaan sumber energi. Dibandingkan dengan sumber energi alternatif lainya ekstraksi energi dari angin memiliki carbon footprint yang relatif rendah[1]. Carbon footprint yang dimaksud di sini adalah emisi CO2 yang dihasilkan dari keseluruhan proses produksi turbin sampai dengan operasi pemanfaatan sumber energi tersebut. Untuk Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) carbon footprint meliputi proses pembuatan turbin, generator, konstruksi, dan operasi dari SKEA. Perbandingan carbon footprint dari SKEA dibandingkan dengan sistem konversi energi lainya dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini. Read the rest of this entry »
1 Comment |
Wind Energy |
Permalink
Posted by konversi