Apakah itu harmonisa??

… terinspirasi dari pernyataan siaran pers oleh PLN distribusi jabar dan banten yang diterbitkan pada 11 juLi 2006 dan berita di kompas 12 juLi 2006 tentang ‘penggunaan alat penghemat daya/energi yang melawan hukum’ …

Apakah itu harmonisa??

mari kita bahas….

Idealnya bentuk gelombang tegangan dan arus yang tidak mengandung harmonisa adalah gelombang yang hanya mempunyai satu frekuensi dasar saja. (frekuensi 0 Hz untuk tegangan dan arus DC, dan frekuensi 50/60 Hz untuk tegangan dan arus AC)

Akan tetapi, karena penggunaan beban non-linier, bentuk gelombang tegangan dan arus listrik menjadi tidak sama. Parameter besarnya harmonisa sering dinyatakan dengan THD (Total Harmonic Distortion).

Semakin banyak penggunaan peralatan elektronika (beban non-linier) sepeti komputer, tv dan sebagainya (termasuk alat penghemat daya/energi) maka menyebabkan arus listrik semakin mengandung harmonisa.. dampak negatif dari adanya harmonisa adalah menyebabkan rugi-rugi pada alat yang menimbulkan panas.

Dalam beberapa literatur menyebutkan dengan adanya harmonisa pada jaringan, akan timbul arus netral yang besar. Hal ini berakibat buruk dan membahayakan.

Efek harmonisa pada sisi beban (bagi pengguna listrik) adalah peralatan listrik menjadi rusak dan cepat panas walaupun belum digunakan pada performa maksimumnya..

Salah satu cara untuk mengurangi atau menghilangkan harmonisa adalah dengan menggunakan filter pasif (filter L, C maupun L dan C)

Arus harmonisa akan mengalir pada reaktansi yang lebih rendah. Dengan pemasangan C, arus dengan frekuensi tinggi akan mengalir melalui  kapasitor  karena kapasitor memiliki impedansi yang rendah pada frekuensi tinggi. Agar tegangan beban bebas harmonisa, dipasang filter C yang paralel dengan beban. Dengan menggunakan filter C ini semua riak arus dengan frekuensi tinggi akan mengalir melewati kapasitor bukan ke beban.

Filter L biasanya dipasang secara seri terhadap beban. Dengan menggunakan filter L, arus yang mengalir melalui L akan sulit berubah berbanding lurus dengan besarnya L.

Untuk bisa merancang filter dengan baik, terlebih dahulu kita harus bisa  menganalisis bentuk gelombangnya, besarnya riak (gelombang selain fundamentalnya = jumlah komponen harmonisanya) secara akurat. Banyak cara telah diusulkan untuk menganalisis riak. Saat ini analisis riak lebih sering menggunakan deret Fourier.

Pada kelompok riset kami banyak yang sudah mengerjakan tentang analisis riak ini. Cara berbeda pernah diusulkan  dengan menganalisis bentuk gelombangnya. Dengan menggunakan pendekatan pada domain waktu bukan dengan menggunakan pada domain frekuensi seperti pada analisis menggunakan deret fourier.. Dengan cara seperti ini, persamaan riaknya bisa dengan ‘simpel’ diturunkan tanpa harus menggunakan harmonik dalam jumlah yang besar..

Setelah membaca artikel diatas sekarang bisa khan mengatasi problem yang ditimbulkan dari harmonisa tanpa harus ‘melarang-larang’.. ?

mari berdiskusi, untuk ‘listrik’ yang lebih baik..

salam hangat,

Kadek Fendy Sutrisna

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE atau SUKA,KOMENTARI & BAGIKAN halaman facebook berikut -> Catatan Fendy Sutrisna

About konversi

This blog is a blog made by the students of the Laboratory Of Electric Energy Conversion, ITB. This blog shall be the place for us to write our researches and projects. Feel free to read any of the contents of this.
This entry was posted in Harmonisa. Bookmark the permalink.

83 Responses to Apakah itu harmonisa??

  1. angin165 says:

    “selain itu dengan adanya harmonisa arus netral menjadi membesar, lebih besar dari arus netral”

    diedit dong.. salah tuh tulisannya

    “salah satu cara yang diusulkan adalah dengan menganalisis bentuk gelombangnya, dengan menggunakan pendekatan pada domain waktu bukan dengan menggunakan pada domain frekuensi seperti pada analisis menggunakan deret fourier.. jadi persamaan riaknya bisa dengan ’simpel’ diturunkan tanpa harus menggunakan harmonik dalam jumlah yang besar..”

    cuman akibatnya kita tidak tau spektrum frekuensi dari harmonik yang ada.. pertanyaannya kapan kita perlu tau spektrum frekuensi dari harmonik itu..?

  2. fendy says:

    kLo hanya untuk pendesainan filter untk mengurangi ataupun menghilangkan riaknya saja cara penurunan persamaan riak dengan menggunakan pendekatan pada domain waktu sudah cukup aplikatif.

    btw ada masukan lagi tentang harmonisa?? silahkan ditambahkan..

    btw terima kasih atas masukannya.. =)

  3. Yo says:

    Redundant

  4. adi says:

    aq g itung-itungan ato rumus buat cari harmonisa sistem?
    please bls…
    thanks a lot…

  5. konversi says:

    ada..
    btw sistem yang mau dcari harmonisanya apa dulu nih..?
    kebetulan residensi di laboratorium ini banyak membahas tentang harmonisa.
    biasanya ukuran harmonisa dinyatakan dalam THD.
    pengukuran harmonisa pada masukan dan keluaran konverter juga udah banyak dilakukan..

  6. Cipta says:

    Salam kenal bwt semua.
    Aku sekarang lagi bingung. Bagaimana data hasil pengukuran harmonisa dirubah ke bentuk simulasi. Yang jadi msalah aku harus ngerancang filternya juga.
    Ada yang bisa bantu??/
    Terimakasih

  7. konversi says:

    kalau boleh tau yang mau disimulasikan itu apa?
    trus filternya untuk aplikasi apa?

  8. cepy says:

    maaf ya, RLC bisa pake tuk redam harmonisa, tapi bagaimana hitungannya dan cara pasanga/pake? please

  9. konversi says:

    harmonisa yang mau diredam terjadi karena apa yaa klo bole tau..?
    klo mau ada perhitungannya udah dilakukan ama tmen2 dsini untuk meredam harmonisa disisi masukan dan keluaran konverter dc-dc, inverter, chopper ac dll.

    cara paling mudah mungkin klo bole saya saran coba pake simulasi dengn menggunakan PSIM..
    jadi dcoba2 aja masukin nilai L dan C nya ntar liat nilai riak yang terjadi..
    cara pasangnya ada banyak.. coba aja baca buku tentang power electronic(mohan dan rasyid) atau gk search aja di google tentang filter.
    paling sering sih L diseri dengan C yang diparalel dengan beban..

    semoga bermanfaat bro..

    salam,

  10. cepy says:

    Saya sudah coba simulasi menggunakan PSIM ver 4.0. yang jadi masalah, setalah saya pasang Filter (R, L, C seri yang dipasang paralel) bentuk gelombangnya semakin beriak.
    apakah ada nilai standar besarnya R, L,C tuk filter. atau saya harus menggunakan filter apa untuk mengurangi harmonisa (khususnya pada simulasi PSIM). Bolehkah saya berdiskusi lebih jauh???
    terima kasih atas masukannya……
    salam…

  11. konversi says:

    menurut pengalaman saya menggunakan PSIM, mungkin nilai filter L dan C yang dipasang besarnya sama dengan frekuensi resonansi sistem sehingga bentuk gelombangnya semakin beriak..
    klo bole tau filternya dpasang buat apa yaa?? inverter / rectifier / atau konverter lainnya?

    cara ngitung frekuensi resonansi filter = (1 / (L*C))^(1/2)/(2*phi)
    untuk referensi saja.. saya biasanya menggunakan nilai yang besarnya untu L 5mH dan untuk C 3300uF (karena nilai komponen itu yang ada di lab konversi)..
    coba aja diganti2 nilai L dan C nya sampai riaknya bisa dihilangkan..
    nilai R nya kecil aja biar gk ada drop tegangan.

    semoga bisa membantu…
    klo mau berdiskusi coba ke saya aja di fendy_zutrisna@yahoo.com,
    atau mungkin ada rekan2 di lab yang mau membantu juga.. =)
    salam kenal sya kadek fendy elektro ’04,

  12. cepiciptarsa says:

    Karena saya mengukur THD pada satu Gedung, jadi yang menjadi beban yang menjadi sumber harmonisa tidak spesifik. Tapi saya asumsikan, filter dipasang untuk rectifier. Pada rangkaian simulasi PSIM saya menggunakan Dioda Bridge, Resistor dan Induktor sebagai beban. Filter dipasang pararel sebelum beban.
    Untuk menghitung frekuensi resonansi filter saya menggunakan rumus tersebut.
    Nanti akan saya coba dengan nilai L dan C tersebut.
    Nanti saya akan coba kirim rangkaian simulasi yang saya buat ke email mas fendy. Saya minta tolong untuk dikoreksi, apakah sudah benar?
    Mas fendy, biasa stanby di lab jam brp? Di Lab Konversi ya?
    Terima kasih atas masukannya.
    Mohon Petumjuk.
    Salam kenal Juga dari saya.

  13. fendy says:

    standby di lab sih setiap jam kerja..
    senin ampe jumat dari j8 ampe j5 sore..
    tapi terkadang sampai malem juga, terkadang sabtu minggu ke lab juga..

    semoga bisa membantu..
    tapi klo saya perhatikan anda itu memasang filter untuk mengurangi harmonisa di sisi beban saja, jadi klo mau ngurangi THD sumber seharusnya pasang juga filter L dan C pada sisi sebelum rectifiernya juga.

    sekedar tambahan harmonisa biasa disebut riak atau ripple apabila bicara pada domain DC.

  14. cepy says:

    terima kasih, secepatnya saya meluncur ke sana. Untuk berguru kepada suhu.. terima kasih sekali lagi.

    Sekarang juga saya sedang melakukan pengukuran di salah satu gedung, dimana beban2na komputer….
    bagaimana ada masukan buat filternya???

  15. fendy says:

    hwahhh…
    semoga sukses dehh…
    senang juga klo anda juga tertarik membahas tentang harmonisa dan filternya… =)

  16. coxon3011 says:

    yea… senangya ada tulisan2 kayak gini. jadi punya ruang belajar baru dan ringan tapi tetep mutu. thanks buat kadek ma mas windra yang rajin ngepost. nyambung banget nih tulisan ma yang baru gw baca tadi pagi di introduction nya PE di chapman. Hehe

  17. fendy says:

    senangnya bisa membuat artikel di blog ini bermanfaat untuk orang lain..
    buat coxon3011 bole juga klo mau ngepost sesuatu di blog ini…
    sama-sama berbagi ilmu..

  18. cepy says:

    mas fendy, sorry sy blum sempet maen ke lab. mudah2an setelah lebaran saya ke sana.
    oh ya, forum2 kaya gini sngat berguna benget nih n perlu dikembangkan lebih lanjut n kita bisa sharing apabila kita dapet sesuatu yang baru.

    Oh ya mas, kemaren aku baru selesai ngukur THD di gedung di salah satu kampus di BDG. Ternyata THD Arus yang terukur maksimal pada hari itu mencapai 44,9%. Selain itu ada yang lebih mencolok, yaitu ARUS NETRALnya sampe 35 Ampere bahkan lebih.

    jika dibandingkan dengan standar IEEE 519-1992, hasil pengukuran melebihi 15% (nilai standar yang ditetapkan). Berarti THDnya tinggi.

  19. fendy says:

    hwahhh iyaa berbahaya tuhh… seperti yang udah pernah saya tulis pada artikel diatas udah jelas beban di gedung itu non linier semua, nyebabin harmonisa juga :

    Selain itu dengan adanya harmonisa, arus netral menjadi membesar, lebih besar dari arus fasa. Hal ini berakibat buruk dan membahayakan, karena arus netral tidak pernah diukur dan diberi pengaman.

    Trus rencananya hasil pengukuran itu mau di gmanain?
    hwahh sepertinya mas cepy banyak belajar dari jurnal juga..
    klo bole saya minta dong jurnal yang berhubungan tentang pengukuran harmonisa di lapangan yang mas cepy punya..
    jujur saja saya hanya blajar ini dari literatur buku dan simulasi saja..
    blog ini memang dibuat agar kita bisa saling sharing ilmu.. =)

  20. fendy says:

    klo gk salah dsini ada yang pernah menganalisis cara meminimisasi arus netral..
    ntar coba dehh aku tanya2in yaa setelah lebaran..
    semoga membantu.. =)

  21. cepy says:

    Saya belum menemukan Jurnal tentang cara ngukur harmonisa, untuk cara ngukurnya saya pelajari dari Manual Book dari Alat Ukur Power Quality analyzer.

    Hasil pengukuran itu, skr saya lagi coba-coba bikin simulasinya di PSIM dan saya akan merencanakan Filternya, tapi sy menemui masalah karena hasil simulasinya tidak sesuai dengan hasil pengukuran.

  22. cepy says:

    Untuk dapet jurnal tentang harmonisa ini memang agak sulit. karena saya ga punya Account di IEEE. kayanya di sana banyak membahas Harmonisa.

    yang saya dapet paling jurnal berbahasa indonesia, misalnya dari Petra.

    Mas, skr saya lagi cari literatur tentang Harmonisa, kalo ada yang berbahasa Indonesia. Mungkin mas fendy punya????

    untuk Jurnal nanti saya kirim ke mas fendy, tapi sepertinya mas fendy sudah pnnya jurnalnya.

  23. konversi says:

    klo mau referensi ttg bagaimana cara menganalisa harmonisa coba aja liat contoh paper yang pernah saya tulis untuk seminar EECCIS di malang dan TA saya di kampus, pake bahasa indonesia.. karya anak indonesia lahhh gk sebagus paper dari luar negri.. =p

    download aja di artikel di blog ini yang berjudul : analisis riak konverter dc-dc rasio tinggi.
    (di bagian awal2 artikel blog)
    semoga aja bisa membantu.. =)

  24. endi says:

    mas, ada yang punya referensi mengenai filter LC & PSIM?
    minta tolong Ya?
    makasih

  25. cepy says:

    Terima kasih…….

  26. fendy says:

    @endi,
    jawabannya sama denganjawaban yang saya kasi ke cepy di artikel mengamati harmonisa pada rectifier dengan menggunakan PSIM.

    mari berdiskusi.. =)

  27. andi says:

    Bantuin aku dong…
    Aku bahas harmonik..
    Impedansi harmonik beban : Z = 1/S..Itu diturunin dari rumus apa ya…Krn dari datanya hanya daya aktif (P) dan daya Reaktif (Q) yang diketahui.Diasumsikan pada sudut yang sama.

  28. fendy says:

    @andi,
    Kalo mau kirimkan permasalahan yang lengkap ke email saya di :

    fendy_zutrisna@yahoo.com

    semoga sya nanti bisa membantu,

    =)

  29. P. A. Dahono says:

    Yang dimaksud impedansi harmonics adalah impedansi yang dihitung pada frekuensi harmonics. Kalau ada banyak harmonics maka nilai impedansi juga bermacam-macam, tergantung frekuensi harmonics. Perlu dicatat bahwa reaktansi induktor naik sebanding dengan frekuensi sedangkan reaktansi kapasitor berbanding terbalik dengan frekuensi.
    Kalau yang diketahui cuma daya aktif dan reaktif, kita bisa asumsikan bahwa daya aktif hanya menentukan resistansi dan daya reaktif hanya menentukan induktansi beban pada frekuensi dasar. Daya reaktif pada frekuensi harmonics biasanya sangat kecil.

  30. dadang says:

    Saya berencana menyusun TA yg berkenaan dengan harmonisa , tapi terkendala dengan alat ukurnya mengingat di tempat kerja saya alat itu belum ada….solusinya gimana? (kalo beli kan mahal)

  31. dahono says:

    Pada waktu akan menyusun TA, kita harus define dulu masalah yang ingin dipecahkan. Setelah itu lihat bagaimana orang lain memecahkan masalah tersebut. Kita lihat juga fasilitas yang kita punya. Kalau kita tidak mempunyai fasilitas, ya jangan mengambil tema TA tersebut.

  32. EDO says:

    Teman2, mau tanya…

    Sy msh gak jelas antara istilah riak & harmonisa. Samakah atau beda? Kyaknya kalo sy perhatikan riak sering disebut di besaran DC, kalo di AC itu harmonisa. Tapi disini kok sptnya riak ada di DC dan AC. Apa di DC aa juga harmonisa?
    Mhn penjelsannya. Tksh…

    • angin165 says:

      mas EDO,
      kalau kita kembali ke definisi dari harmonisa, harmonisa adalah arus/tegangan yang muncul pada frekuensi yang merupakan kelipatan dari frekuensi fundamental dari arus/tegangan tersebut. sehingga istilah harmonisa dimunculkan hanya pada sistem AC saja karena memang hanya pada AC kita mengenal frekuensi fundamental.
      sedangkan ripple sendiri, menurut pemahaman saya merupakan kandungan sinyal AC pada suatu sinyal DC. sehingga istilah ripple dimunculkan pada DC saja.
      Memang, menurut saya, dua buah ini tidak berbeda dan mudah dipertukarkan, namun kalau kita konsisten dengan definisinya, maka ‘harmonisa’ hanya ada di AC dan ‘ripple’ hanya ada di DC.
      salam,

  33. EDO says:

    Apa di DC ada juga harmonisa?

  34. SAMY says:

    menggunakan auxilary seperti filter l atau c sangatlah mahal,apakah ada material yang lebih murah dan efektif untuk menggantikanya…?thx

  35. angin165 says:

    L dan C menurut saya merupakan komponen paling sederhana untuk mereduksi harmonik.
    cara lain adalah misalnya dengan dengan menggunakan teknik harmonic cancellation, tapi disini membutuhkan filter aktif atau trafo penggeser fasa, tentu saja tidak lebih murah daripada memakai filter pasif L dan C.
    salam,

  36. dahono says:

    riak menyatakan deviasi dari nilai atau gelombang yang diinginkan. jadi boleh ada di sisi dc maupun ac.
    harmonisa di dapat dari uraian deret Fourier yang diturunkan dari gelombang periodik. Baik dc maupun ac, selama periodik, bisa mengandung harmonisa.
    Bedanya, harmonisa hanya bisa didefinisikan kalau periodik, sedangkan riak tidak harus periodik.
    Riak lebih mencerminkan kandungan total harmonisa sehingga riak sendiri bisa diuraikan dalam sederetan harmonisa.
    Cara paling murah untuk mengurangi harmonisa adalah dengan tidak membangkitkan harmonisa

  37. Asep says:

    maaf nich numpang ikutan
    kenapa yah beban non linier bisa menyebabkan harmonik(harmonisa)?.
    kenapa frequensi harmonisa yang diukur kelipatan dari frequensi fundamentalnya apakah itu cara perhitungan deret feurer
    apa perbedaan dari THDV dan THDI, mana yang lebih berbahaya?

  38. Yasa' says:

    Wow, senang nih, ada diskusi ttg harmonisa begini.

    Saya lagi bikin thesis yang berkaitan dengan pengaruh harmonisa terhadap keandalan peralatan listrik di Indonesia. Adakah data pengukuran harmonisa yang dilakukan oleh PLN di suatu tempat di Indonesia dalam jangka waktu 3 tahun terakhir? Mungkin para pakar harmonisa di sini ada yg mengetahuinya? Saya sdh menghubungi teman2 PLN, tapi belum ada jawaban. Mungkin ada yg tau, ke PLN bagian mana saya harus bertanya?

    Terima kasih, untuk “listrik” yg lebih baik…

    Salam kenal

    M. Yasa’

  39. pekik says:

    pada beban linier, arusnya akan sinusoidal jika tegangannya sinusoidal. Pada beban nonlinier, arusnya bisa nonsinusoidal walaupun tegangannya sinusoidal. Jangan dibalik ya, arus nonsinusoidal tidak identik dengan beban nonlinier.
    Disebut nonlinier karena arus tidak lagi sebanding dengan tegangan.
    THDV menyatakan THD tegangan dan THDI menyatakan THD arus. Kwalitas tegangan ditentukan oleh sumber sedangkan kwalitas arus ditentukan beban. Sumber biasanya telah dirancang supaya tegangannya mendekati sinusoidal sehingga nilai THD tegangan yang diijinkan jauh lebih kecil dibanding THD arusnya. Kalau soal bahaya, yang menentukan pemanasan lebih pada peralatan adalah harmonisa arus. Tetapi harmonisa tegangan yang besar merupakan indikasi harmonisa arus yang terlalu besar, karena sumber tegangannya dirancang sinusoidal.
    Kalau tanya pengukuran di PLN, mungkin anda bisa tanya ke PLN DKI atau PLN cabang lab konversi

  40. Zivion Silalahi says:

    Pengen nambahin nih…
    Mohon dikoreksi kalau salah.
    Harmonisa arus orde 1, 4, 7,… akan membentuk arus urutan positif.
    Harmonisa arus orde 2, 5, 8,… akan membentuk arus urutan negatif
    Harmonisa arus orde 3, 6, 9,… akan membentuk arus urutan nol.
    Silakan dicoba di Matlab dengan menggambar gelombang fundamental 50 Hz 3 fasa (R-S-T,beda fasa 120 deg). Lalu tambahkan arus dengan frekuensi 100 Hz dan 150 Hz pada masing fasa. Akan terlihat bahwa gelombang dengan frekuensi 100 Hz (harmonik ke-2)dari tiap fasa membentuk urutan T,S,R, dengan beda fasa 120 deg (sebagai sifat dari gelombang urutan negatif); dan gelombang dengan frekuensi 150 deg(harmonik ke-3)dari tiap fasa akan berada pada fasa yang sama (sebagai sifat dari arus urutan nol).
    Untuk memudahkan, beri label dan warna yang berbeda pada proses penggambaran grafik.
    Efek dari arus urutan nol adalah adanya arus residu yang akan mengalir pada titik netral (trafo atau generator). Sementara arus negatif akan menimbulkan flux balik di stator generator dengan frekuensi 2x frekuensi fundamental, akibatnya pada belitan medan akan timbul arus bolak-balik sebesar 50 Hz (yang seharusnya belitan ini hanya dialiri arus DC), dimana efeknya akan sangat membahayakan belitan tersebut.
    Thanks.

    Zivion Silalahi
    EL-ITB ’04

  41. pekik says:

    Kesimpulan itu hanya berlaku kalau sistemnya seimbang. kalau tidak seimbang, semua harmonisa ada di semua urutan.

  42. JBD says:

    Mas, apakah sudah ada di pasaran dan apakah sudah umum digunakan di industri, meteran atau indikator yang memonitor THDV dan THDI ?

  43. pekik says:

    Sudh banyak mas. Selain itu, kWh meter digital biasanya mampu mengeluarkan data tersebut.

  44. yudi says:

    kenapa ya pada harmonik orde ganjil lebih tinggi dari pada harmonik orde genaP?
    terus saya mendapat PR nih. bagaimana membuktikan filter pasif dan filter aktif hibrid untuk meredam harmonisa orde 3, 5, 7, 9, 15, 19. dengan perhitungan. saya bingung dengan rumusnya…minta bantu donk.

  45. Herman says:

    Numpang tanya yah.. Ada gak artikel artikel atau jurnal yang membahas lebih detil mengenai:
    1. Filter untuk mengurangi harmonisa
    2. Perhitungan bahwa harmonisa menambah rugi-rugi panas pada peralatan.

    Atau penjelasan langsung di forum ini pun boleh.

    Trima kasih ya sebelumnya.

  46. Eng says:

    Pak Herman yth, di jurnal IEEE dan lainnya banyak sekali yang membahas mengenai filter aktif untuk pengurangan harmonisa maupun daya reaktif di jaringan. ada yang shunt, seri maupun hibrid. dengan adanya harmonisa, faktor daya jadi berkurang karena daya reaktifnya meningkat. Meskipun definisi daya reaktif secara fisik belum disepakati, namun hampir semuanya setuju bahwa daya reaktif merupakan daya yang tidak berkontribusi terhadap aliran daya aktif dari sumber ke beban, sehingga dengan berkurangnya faktor daya, kapasitas jaringan jadi kurang efisien karena arus yang dialirkan lebih besar dari arus aktif (arus yang menghasilkan daya aktif)yang dibutuhkan beban, sehingga rugi2 jaringan bertambah. pada penggunaan trafo, harmonisa juga akan menyebabkan trafo semakin panas.

  47. Herman says:

    Terima kasih..

    Saya berencana membawakan TA tentang harmonisa yang ditimbulkan dari dalam generator sinkron tanpa memandang harmonisa yang dihasilkan oleh beban ataupun transformator. Saya masih bingung dengan jenis-jenis harmonisa yang dapat ditimbulkan oleh generator. Ada yang bisa menjelaskan atau ada bahan-bahan mengenai itu?

    Setahu saya, distribusi fluks yang tidak sinusoidal juga memicu terjadinya harmonisa. Saya juga membaca dari beberapa referensi bahwa distribusi fluks dari rotor kutub sepatu berbeda dengan distribusi fluks dari rotot silindris tetapi saya belum terlalu jelas mengenai perbedannya. ADa yang bisa menjelaskan atau ada bahan2 mengenai perbedaan itu?

    Mohon bantuannya dan terima kasih..

  48. pekik says:

    Bisa dibaca dibanyak buku mesin listrik yang agak detil, misal bukunya kostenko. Generator biasanya dirancang agar harmonisa kelima dan ketujuh minimum. Harmonisa kelipatan tiga biasanya dibiarkan ada karena dalam banyak penerapan, generator mensuplai beban lewat trafo delta-wye sehingga harmonisa itu tidak nyampe ke beban

  49. Herman says:

    Terima kasih atas penjelasannya.

    Apa judul buku kostenko ini?

    Apakah ada situs-situs agar saya bisa mendapatkan ebook-nya?

  50. pekik says:

    Itu buku lama, aslinya bahasa rusia jadi nggak ada versi ebooknya. Buku mesin listrik yang cukup detil biasanya edisi lama.

  51. Herman says:

    Terima kasih atas tambahan referensinya.

    Mas, saya pernah baca bahan – bahan tentang saturasi pada motor induksi dan kontribusinya pada harmonisa.

    Tetapi saya tidak pernah mendapat bahan – bahan yang membahas saturasi pada generator dan pengaruhnya pada harmonisa.

    Itu karena efek saturasi di generator itu sangat kecil atau gimana?

    Mohon bantuannya, terima kasih..

  52. dwi says:

    Saya memasang beberapa inverter , tetapi beberapa kendala yang saya hadapi adalah :
    1. Pada sisi input power untuk inverter terdapat proteksi ELB (earth leakage breaker) yg digunakan utk memproteksi terjadinya arus bocor. Setting utk ELB adalah 30 mA. Kemudian juga dipasang line choke dan motor choke yang harapannya harmonisa yang dihasilkan oleh inverter dapat direduce. Tetapi pada kenyataannya ELB trip setiap inverter dioperasikan. Memang setelah diukur ternyata arus harmonisa yang besar akan menimbulkan arus bocor yang besar shg ELB bekerja. Beban inverter adalah motor blower 132 Kw.
    2. Ada inverter yang lain yaitu untuk motor DC 225 kw. Pada sisi input dipasang MCB, tetapi beberapa kejadian MCB tersebut trip tanpa ada indikasi yang jelas di panel. Setelah dilakukan pengukuran terhadap arus beban ternyata masih 70 % dr rating MCB.
    3.Satu lagi inverter yang digunakan untuk traveling crane (55 Kw), dimana resistor untuk dynamic brake terbakar pada kondisi kecepatan crane di posisi notch 2 (semua 4 notch). Setelah dibuka inverternya perangkat yg terhubung dg resistor ini kondisinya normal spt IGBT for brake.
    Mohon sharing dari rekan2 utk menghadapi hal tersebut di atas.

  53. arriandini says:

    ikut gabung diskusi soal harmonisa….

    saya baru sedikit membaca dan memahami ttg harmonisa ini,,, rencananya saya mau mengambil TA ttg harmonisa…kalau untuk menganalisis pengaruh harmonisa trhadap pengukuran daya listrik alat yg d pakai PQ analyzer aja apa bisa pake alat yg lain yg lebih mudah di dapatkan?
    mohon bantuan dan pencerahannya
    terimakasih

  54. tio says:

    maaf temen” saya masih awam soal harmonisa…
    klo boleh saya bertanya apakah inverter n servo juga menimbulkan harmonisa?
    klo memang bsa menimbulkan harmonisa apakah bsa d hilangkan dengan hanya menggunakan filter L atau filter C saja?
    aku tunggu jawaban dari temen”……

    trima kasih sebelumnya…. :-)

  55. dahono says:

    kalau dilihat dari sumbernya, yang biasanya sumber satu-fasa atau tiga-fasa, maka inverter+servo akan nampak sebagai penyearah.
    Penyearah yang dipakai biasanya penyearah dioda dengan tapis kapasitor di sisi dc.
    Penyearah semacam ini akan menghasilkan harmonisa di sisi sumber. Dominasinya harmonisa orde 3 kalau penyearah 1 fasa dan harmonisa orde 5 dan 7 jika penyearahnya 3-fasa. Selama inverter ini dayanya kecil dibanding dengan peralatan lain yang tersambung ke sumber, maka anda tidak perlu khawatir dengan harmonisa yang dihasilkan.
    Tentu saja bisa dikurangi dengan tapis LC, tetapi ukurannya akan sangat besar, bisa lebih besar dari inverternya sendiri

  56. remon says:

    Mas kalo saya mau ngukur besarnya arus harmonisa dibandingkan arus fundamentalnya pada rumah tipe R1 1300WATT, jenis bebannya dapat kita spesifikasikan, kira2 tanpa menggunakan alat ukur harmonisa bisa gak? coz saya udah keliling bengkulu gak ada yang punya alatnya (mau beli harganya lumayan). Saya cuman butuh besarnya aja n gak butuh orde berapa harmonisanya, sekalian kalo ada rumus persamaannya. terimakasih

  57. dahono says:

    sayangnya nggak bisa tuh

  58. remon says:

    kalo misal kita tahu bahwa harmonisa hanya terjadi pada gelombang arus, lalu saya hitung besar daya reaktif (semakin besar nilai harmonisa semakin besar nilai daya reaktif) menggunakan metode 3 voltmeter. kemudian saya ukur daya reaktif menggunakan metode 3 amperemeter. lalu selisih daya reaktif kedua metode saya anggap sebagai daya reaktif akibat harmonisa, gimana menurut mas? (Tolong dijawab agak panjang dikit, coz kalo pendek amat kok kayak gak iklas geto ya jawabnya)

  59. dahono says:

    Ini kita bicara satu fasa kan?
    Nah pertama jelaskan dulu ke saya bagaimana mengukur daya reaktif dengan menggunakan metoda 3 voltmeter dan bagaimana menggunakan metoda 3 amperemeter. Nampaknya ilmu baru nih.
    Setelah itu, baru deh kita bicara daya reaktif pada kondisi nonsinusoidal.

  60. usman says:

    Bagaimana solusi yang terbaik kalau beban di kantor kami sering mengalami gangguan. apabila beban terlalu berlebih sering pada mcb mengalami trip. apakah karena gangguan harmonisa apa ada yang lain.

    • usman says:

      Bagaimana solusi yang terbaik kalau beban di kantor kami sering mengalami gangguan. apabila beban terlalu berlebih sering pada mcb mengalami trip. apakah karena gangguan harmonisa apa ada yang lain.
      tolong dong bantu saya….

  61. dahono says:

    wah ya mesti diukur dulu sebelum bisa mencari solusinya

  62. Niesa says:

    saya sedang menyusun tugas akhir tentang harmonisa,,,

    analisis perhitungan harmonisa dengan menggunakan Park Vector,tp saya sulit menemukan referensi yg mmbahas ttg Park Vector,mudah2an d forum ini ada yg bisa mnjelaskan ato mmberitahukan referensi2 nya,,,,

  63. dahono says:

    ada banyak paper di IEEE yang membahas analisis harmonic dengan menggunakan Park Vektor

  64. wahyu eko budi laksono says:

    thengkyu atas artikel yang anda terbitkan,,jangan berhenti berkarya untuk indonesia yang lebih baik,,.
    toss

  65. imc black says:

    salam kenal pak, bolehkah saya minta referensinya..
    saya rencana mau susun TA tentang perbaikan faktor daya

  66. Dedy SapuTra says:

    salam kenal…
    mas sya mau tanyak pda gnerator khususnya stator kan terjadi harmonisa juga,khususnya harmnisa ketiga,,,
    ada gak bhan2 yg bsa sya pakek,kaarena shya perlubgt untuk nyusun ni mas,,,

  67. dahono says:

    Umumnya generator tidak memasok beban melalui sistem tiga-fasa tiga-kawat sehingga keberadaan harmonisa kelipatan tiga tidak banyak membawa masalah
    Hampir semua buku mesin2 listrik membahas masalah ini

  68. rio says:

    Salam Kenal.

    Mas saya mau nanya, sebenarnya yang menjadi acuan harmonik itu arus atau tegangan?
    apakah bisa saya katakan begini : mereduksi arus harmonisa berarti otomatis harmonik tegangan juga berkurang..

    trims.

  69. dahono says:

    sisi konsumen menginginkan harmonisa tegangan dari sumber (PLN) serendah mungkin.
    sisi sumber (PLN) menginginkan harmonisa arus yang dibangkitkan konsumen serendah mungkin.
    Karena umumnya sumber dirancang untuk menghasilkan tegangan sinusoidal, mengurangi harmonisa arus akan menyebabkan harmonisa tegangan juga menurun. Ini kalau harmonisa tegangan muncul sebagai akibat adanya harmonisa arus.

  70. mulyadi nitisastro says:

    bagus sekali ada ruang bagi2 ilmu begini.sesuai sekali dgn ajaran agama bahwa ajarkanlah walau satu ayat. semoga Tuhan membalas kebaikan2 si pemberi ilmu.
    meskipun sy tidak bs urun rembuk membagi ilmu tentang harmonic listrik, tp sy senang dan tertarik sekali mengikutinya, karena kerjaan sy ada hubungannya dgn itu.

  71. ropean says:

    mas mo nanya neh…
    klo untuk minimalisasi harmonisa pada UPS,bagusnya menggunakan filter apaan yah???
    mohon pencerahannya…
    salam knal elo’08

  72. dahono says:

    sisi input apa output?

  73. ropean says:

    pada sisi Outputnya mas…
    mhon pencerahannya…

  74. dahono says:

    LC kalau PWM inverter

  75. ryugen says:

    Kebetulan lagi membahas harmonisa saya mau nanya nih pada mas mas, mengenai filter aktif.gimana cara menentukan nilai Vdc kapasitor dan nilai interfacing reaktor nya agar bisa mengkompensasi harmonik secara maksimal..

    mohon bantuannya..

    • dahono2008 says:

      Kapasitor sisi dc lebih banyak ditentukan oleh arus yang mengalir di sisi dc pada saat beban tak seimbang. Yang lebih menentukan adalah kemampuan kapasitor dialiri riak arus, bukan faradnya.
      Reaktor ditentukan oleh riak arus maksimum (jika pake PWM) dan oleh frekuensi switching maksimum (jika pake hysteresis)

      • ryugen says:

        Trimakasih mas..tapi sebenarnya saya masih bingung mas, mohon penjelasannya lagi mengenai kemampuan kapasitor dialiri riak arus,bukan farad yg menentukan maksimalnya kompensasi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s