Buat praktikan, silakan mengunduh cover laporan praktikum Mesin-mesin Elektrik dengan meng-klik link di bawah ini
Cover laporan praktikum Mesin Mesin Eelektrik
terima kasih atas perhatianya,
Jabat erat,
Ronald Nehemia M. Sinaga
Buat praktikan, silakan mengunduh cover laporan praktikum Mesin-mesin Elektrik dengan meng-klik link di bawah ini
Cover laporan praktikum Mesin Mesin Eelektrik
terima kasih atas perhatianya,
Jabat erat,
Ronald Nehemia M. Sinaga
(Kadek Fendy Sutrisna, 18 Oktober 2008)
Sebelum mempelajari lebih jauh tentang rangkaian konverter elektronika daya, ada baiknya kita belajar dulu tentang komponen saklar yang biasa digunakan pada rangkaian konverter. Komponen saklar daya tersebut biasanya terbuat dari bahan semikonduktor. Saklar daya yang umum digunakan adalah tyristor, transistor, MOSFET dan GTO (Diode bukan saklar daya karena tidak dapat dikendalikan). Masing-masing komponen mempunyai karakteristiknya masing-masing sehingga artikel ini perlu di baca agar kita dapat menentukan komponen saklar daya yang digunakan pada saat merancang suatu rangkaian elektronika daya. Read the rest of this entry »
(Kadek Fendy Sutrisna, 9 Oktober 2008)
Untuk menghasilkan sumber daya DC biasanya dihasilkan dari gelombang AC yang di konversikan ke DC dengan menggunakan Konverter AC – DC. Konverter AC-DC yang biasa digunakan untuk aplikasi daya tinggi adalah penyearah 3-fasa terkontrol fasa, penyearah 3-fasa PWM terkontrol arus dan penyearah tiga fasa yang di cascade dengan konverter DC-DC atau chopper. Permasalahan timbul pada aplikasi Catu Daya DC yaitu ketika kita mendesain Catu Daya yang memiliki arus keluaran yang memiliki riak yang sangat kecil. Akan diperlukan nilai filter pasif L dan C yang sangat besar. Read the rest of this entry »
Tulisan ini merupakan paper yang ditulis oleh : Syafrudin, Pekik A. Dahono, Sukisno, T.M Soelaiman
Banyaknya aplikasi beban nonlinier pada sistem distribusi tenaga listrik seperti konverter statis yang berbasis elektronika daya telah membuat arus sistem menjadi sangat terdistorsi dengan persentase kandungan harmonisa arus THD (total harmonic distortion) yang sangat tinggi. Umumnya arus sistem distribusi tenaga listrik yang terdistorsi tersebut didominasi oleh arus harmonisa orde ganjil frekuensi rendah, yakni arus harmonisa orde lima, tujuh, sebelas, dan seterusnya, yang magnitud arus harmonisanya berbanding terbalik dengan orde harmonisanya. Read the rest of this entry »