Overclocking PC dengan Water Cooling Peltier

…Bayangkan kalau kita mempunyai komputer (PC) yang powerful tanpa perlu mengganti yang sudah ada di rumah dengan yang baru…Bagaimana jika kita dapat membuat suatu alat yang dapat menjadikan komputer kita menjadi lebih kencang tanpa banyak menghamburkan uang…untuk apa menunggu komputer yang lama mikir gara-gara kerja prosesor yang sedang-sedang saja…

Belakangan ini banyak berkembang alternatif baru untuk meningkatkan performa koputer (PC). Diantaranya adalah dengan cara menggantikan pendingin prosesor komputer yang konvensional ( menggunakan kipas) dengan pendingin yang tidak lazim seperti nitrogen cair atau es kering. Tujuan utamanya  adalah untuk menjaga suhu prosesor pada keadaan yang aman disaat kerja prosesor dinaikkan sampai limitnya.

Prosesor bekerja dengan satuan kecepatan yang biasa dikenal dengan nama Clock. Satuan kecepatan ini dapat dianalogikan dengan kecepatan kerja prosesor. Belakangan ini rata-rata kecepatan prosesor sudah berorde diatas 2,0 GHz. Clock adalah sebuah sinyal persegi yang berfungsi untuk menentukan kecepatan berpikir gerbang-gerbang logika yang ada di dalam prosesor. semakin cepat nilai clock, maka semakin cepat data prosesor diproses. Kecepatan Clock ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer, tapi sayangnya banyak orang yang belum memahami teknik untuk menaikkan clock / kinerja prosesor.

Prosesor komputer bekerja menghasilkan panas, hal inilah yang membuat batasan kinerja prosesor. semakin tinggi nilai clock prosesor, maka semakin besar panas yang di disipasikannya. Salah satu penyebab panas adalah karena adanya losses switching pada prosesor dan pada Mosfet PWM. Tantangannya adalah bagaimana kita dapat menaikkan nilai clock tanpa khawatir akan panas prosesor yang berlebih.

Teknik untuk menaikkan kecepatan prosesor (clock) dinamakan Overclocking. Teknik ini sebenarnya cukup sederhana, hanya saja perlu dukungan dari hardware yang bersangkutan. Clock adalah hasil kali dari FSB (Front Side Bus / bus aliran data) dan MULTIPLIERNYA, (clock = FSB * MULTIPLIER). Pada keluarga intel P4, standard multipliernya adalah 15, maka untuk menghasilkan kecepatan prosesor sampai sebesar 3,0 GHz, diperlukan FSB sebanyak 3GHz / 15 = 200MHz. Maka untuk mendapatkan kecepatan sebesar itu, kita cukup mengatur nilai FSB sampai pada angka 200MHz. pengaturan nilai FSB dapat dilakukan pada BIOS (Basic Input Output System). Atau pada tipe Motherboard yang baru, pengaturan FSB dapat dilakukan langsung pada OS yang bersangkutan dengan sejenis perangkat lunak bawaan motherboard.

Langkah berikutnya (dan yang paling penting) adalah pembuatan sistem pendingin dengan bahan peltier.

Peltier adalah suatu bahan yang terbuat dari semikonduktor, yang fungsinya untuk memindahkan panas dari prosesor ke elemen pendingin. Elemen pendingin yang dipakai dapat berupa heatsink ataupun waterblock (jika menggunakan media air). peltier sudah banyak dijual dipasaran, harganya masih relatif mahal.

membeku-man1

GAMBAR 1 (Peltier yang dipasang diantara heatsink dan waterblock; waterblock membeku)

peltier

GAMBAR 2 (Prinsip Kerja Peltier)

jika menggunakan pendingin air maka bahan-bahan yang digunakan adalah:

- tempat penampung air (water tank)

- aquades (air murni dapat dibeli di apotik) atau ethilen glikol (air radiator)

- waterblock (elemen pendingin yang mentransfer panas dari peltier ke air)

- pompa air (sekitar 2000 liter/menit)

- heatsink (pakai bekas pendingin prosesor)

- radiator air lengkap dengan fannya

- selang air (diameter sekitar 2cm)

- peltier (100w min)

- power supply +12V (<200watt)

- relay 5V dan dioda

- kabel tis / pita tis

cara pemasangannya adalah dengan menyambungkan selang antara water tank, pompa, radiator, waterblock dan kembali ke water tank( berurutan, sehingga manjadi siklus tertutup)

Peltier digunakan untuk mendinginkan air yang akan dikirimkan ke prosessor. maka pada sistem ini membutuh kan 2 buah waterblock. satu dipasang dengan peltier (GAMBAR 1) dan satu lagi ditempelkan ke prosesor.

Waterblock dipasang ke sisi panas peltier, sedangkan sisi dinginnya ditempelkan langsung ke prosesor dengan menggunakan thermal paste / thermal compound. Pompa dan peltier dinyalakan pada saat komputer dalam keadaan menyala, dan mati apabila komputer dalam keadaan mati. Kontrol hidup dan mati menggunakan relay dan dioda. caranya adalah dengan menghubungkan sumber tegangan +5V komputer untuk mengaktifkan relay.  Apabila peltier menyala pada saat komputer mati, dikhawatirkan akan menyebabkan prosesor membeku dan mengembun.

setelah dicoba, suhu prosesor manjadi turun sekitar 30 derajat( dibanding menggunakan pendingin kipas dari 60 menjadi 30), dan clock komputer dapat di naikkan dari 3,0 GHz menjadi 3,5GHz tanpa mengalami masalah, kinerja koputer jadi semakin cepat.

selamat mencoba….

regards,

H.N. Buwana

11 Responses to “Overclocking PC dengan Water Cooling Peltier”

  1. konversi Says:

    Ikatlah ilmu dengan menuliskannya’, dengan media apapun.

    tetep berkarya bro..
    tambah lagi artikelnya atas nama H. N. Buwana.

  2. Apalah Saya « Fela Rizki Wardana Says:

    [...] ngeliat ini dan [...]

  3. Rio Says:

    Bro, referensinya tolong ditulis juga..

  4. hadyan Says:

    @rio
    maaf saudara rio,
    saya nulis ini ngga pake referensi, berdasarkan pengalaman.
    Cuma gambar ke 2 yang saya search di internet tentang teknologi peltier.
    Gambar ke 1 itu hasil percobaan saya di lab.

    best regards

  5. reza(univ,gunadarma) Says:

    mas hadyan mau tanya nich.
    itu yang yang di jelas kan kalo menggunakan tek peltier kalo misalkan menggunakan cairan kimia seperti nitrogen,,apa kah efektif untuk di pakai setiap hari,,?

    dan kalo untuk pendinggin cipset bisa gak di pake sistem pendingin seperti prosesor yang menggunakan nitrogen….?

    makasihhh kalo bisa balas ke email saya…

    rezadwigustiagustia@yahoo.com

    • nurbuwana Says:

      Dengan menggunakan nitrogen cair memang proses OC dapat dilakuakan sampai batas maksimum, namun ada beberapa kelemahan dalam menggunakan teknik ini, yaitu pertama, dibutuhkan space yang cukup besar untuk media penempatan pendingin ini. Biasanya orang menggunakan semacam tabung yang dipasang tepat diatas prosesor, dan motherboard dipasang pada posisi horizontal (ditidurkan) karena pin motherboard tidaklah kuat untuk menahan pendingin tersebut.
      kekurangan lainnya adalah, nitrogen cair sangat mudah menguap pada suhu kamar, apalagi untuk mendinginkan prosesor, maka diperlukan nitrogen dalam jumlah yang banyak untuk pemakaian yang relatif singkat. Hal ini tentu saja merepotkan dan tidak efisien untuk pemakaian sehari-hari.
      Pendingin chipset dapat digunakan nitrogen cair, tapi sekali lagi, hal ini tidaklah efisien. Untuk mendinginkan laju panas pada chipset (terutama chipset northbridge) dapat digunakan pendingin air, dikarenakan suhu chipset tidaklah sepanas suhu prosesor.
      hal yang perlu diperhatikan adalah suhu mosfet PWM ( IC berkaki tiga, biasanya letaknya disekitar soket prosesor). IC mosfet ini akan menadi sangat panas apabila digunakan untuk clock yang tinggi seperti pada proses overclocking. Hal tersebut dapat terjadi karena semakin tinggi clock, maka semakin besar rugi2 penyakelaran (swithing) pada mosfet. maka untuk itu dipasang passive cooler seperti heatsink.

      Salam,
      Hadyan N. B.

  6. EDO Says:

    Tksh mas Hadyan N Buwana atas tulisannya.
    Cerdas & membumi, tdk di menara gading..
    Aplikatif, lnsung bs dirasakan manfaatnya oleh orang banyak.

  7. ron Says:

    Salut n thanks sebelumnya buat mas Buwana udah sharing elmu langka begini (menurut saya), tapi kalo boleh tanya sedikt, saya pake computer lga775 standard (bukan overclock-an) untuk keperluan online (kecil aja 2-5kbps), tapi masalahnya saya harus hidupin komp 24jam non stop selam 5 hari dalam seminggu, nah yg aya tanyakan kira2 pake pendingin apa ya yang pas buat komp saya itu? sekali lagi makasih banyak mas buana, saya tunggu jawabannya mas.

    • H. N. Buwana Says:

      kalau untuk keperluan online 24 jam saya rasa penggunaan pendingin yang berlebihan tidaklah dibutuhkan. cukup menggunakan heatsink dengan kipas seperti yang biasanya. namun, yang perlu diperhatikan adalah debu debu yang biasa menempel pada heatsink dan saluran udara case pada computer. Hal semacam itu dapat mengurangi transfer panas ke udara. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ventilasi ruangan.
      Salam,
      terimakasih.

  8. adit Says:

    Mas, kira-kira peltier yang mempunyai daya 100 Watt harganya berapa? dan belinya dimana ya?

  9. H. N. Buwana Says:

    Yang 100 Watt harganya sekitar 100 ribu. Kebetulan saya tinggal di Bandung, dapat di beli di mas Ardi (081321201701). Dia punya toko modifikasi komputer. ada peltier, heatsink, radiator, dan juga produk2 pendingin ekstrim yang sudah tinggal pasang seperti buatan thermaltake dan cooler master.

Leave a Reply