Mengapa Harus PLTN?

(Kadek Fendy Sutrisna, 10 Desember 2008)

Sekarang ini Indonesia sedang mengalami krisis energi listrik. Seperti dapat kita lihat pada tabel berikut : sejak tahun 2002, kebutuhan listrik di Indonesia sudah melebihi kapasitas pembangkit listrik yang kita miliki.

produksi-dan-komsumsi-energi-listrik-indonesia

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini PLN sebagai pelaksananya, antara lain : dengan merencanakan membangun pembangkit listrik 10.000 MWatt hingga tahun 2010. Sebagian besar pembangkit ini berbahan bakar batubara. Diseluruh indonesia akan dibangun PLTU, dan pembangunan di pulau Jawa lebih diprioritaskan dikarenakan industri yang ada di Indonesia rata-rata berada di jawa.

Pemakaian batu bara untuk PLTU akan meningkatkan harga dari batu bara itu sendiri, hal ini akan menyebabkan harga listrik  naik dari tahun ke tahun. (Tantangan Indonesia). Disamping itu dari sisi lingkungan, akan terjadi peningkatan sulfida SOx dan COx serta zat lain hasil pembakaran masuk ke lingkungan. Issue yang sedang hangat adalah global warming, tak ayal bangsa kita nantinya akan dituding-tuding oleh bangsa lain di dunia sebagai salah satu negara yang menyebabkan pemanasan dunia. Tabel Berikut menunjukan emisi gas CO2 yang dihasilkan oleh berbagai jenis pembangkit listrik. Terlihat bahawa PLTU menjadi pilihan yang sangat ‘mahal’ untuk diwujudkan.

emisi-co2

Untuk mendukung pengembangan industri nasional di masa mendatang diperlukan penyediaan sumber energi yang cukup besar. Berikut, saya cantumkan beberapa data tentang pembangkit listrik yang mungkin dikembangkan di Indonesia :

data-tentang-pembangkit-listrik-1data-tentang-pembangkit-listrik-2

Gagasan tentang kemungkinan pembangunan reaktor daya di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, muncul pada seminar tenaga atom pertama yang diselenggarakan bersama oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Lembaga Tenaga Atom (LTA) di Bandung pada tahun 1962. Sebagai tindak lanjut telah dilakukan beberapa studi introduksi PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Indonesia yang secara efektif telah dimulai sejak tahun 1972 dengan pembentukan Komisi Persiapan Pembangunan-PLTN (KP2-PLTN), dan berlangsung hingga saat ini. Di bawah ini disajikan hasil studi perencanaan energi dengan opsi nuklir untuk periode 1991 sampai dengan 2007. (http://www.infonuklir.com)

world-nuclear-power-plant

Rencana pengembangan PLTN di Indonesia :

lokasi-pltn-di-indonesia

Gambaran empat buah pembangkit listrik tenaga nuklir type PWR di Muria pada tahun 2025 :

4-unit-pwr-di-muria-planning-2025

Dari data NOAA dan CARMA di tahun 2007 (www.nuclearoil.com) juga menyebutkan bahwa  annuall net CO2 accumulation yang berjumlah 16.3 giga ton per tahun di atmosfer dapat dikurangi sebesar 11 giga ton per tahun dengan cara mengganti pembangkit listrik berbahan bakar fosil menjadi PLTN.”

Perkembangan teknologi PLTN :

evolusi-pltn

pwr

reaktor-reaktor-nuklir

Disamping PLTN, berbagai aplikasi iptek nuklir seperti di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, industri dan lingkungan sampai saat ini juga sudah dirasakan di 23 propinsi di seluruh Indonesia.

“Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya“ (The World Commission on Environmental and Development)

Mengapa harus PLTN? Mari kita berdiskusi !

Nb : Kata sejarah, dulu halaman kita sehijau halaman tetangga. Ada Borobudur, dan Kanal Kalimalang, sistem Subak, antara lain jadi penghias teknologisnya.

Karena a-b-c, ia jadi kering, tak sedap dipandang orang lewat. Mudah-mudahan, PLTN bukan a-b-c. =)

Reference :

1. Siti Reiwanti N dan Indarta Kuncoro, Nuclear Power Plant for Electricity in Indonesia, 2008

2. www.infonuklir.com

3. Dr. Eng. Zaki Su’ud (Head of ITB Physiscs Nuclear Lab), Open Seminar : “Nuclear Power Plant Prospect in Indonesia”, 6 Desember 2008

4.  Laboratory of Nuclear Reactor Physics (nuklir.fi.itb. ac.id)

10 Responses to “Mengapa Harus PLTN?”

  1. angin165 Says:

    ada pekerjaan besar yang harus diawali, memberikan pengertian kepada masyarakat tentang manfaat dan keamanan PLTN generasi baru. Percuma saja dibangun kalau resistansinya sangat besar masyarakat..
    dan satu lagi siap-siap buat SDM indonesia untuk terjun ke nuklir, saya rasa kita mampu kok..

  2. fendy Says:

    bener win…
    Syapa bilang orang Indonesia bodoh?
    buktinya lulus2 aja tuh kalo kuliah di luar negri..
    Syapa bilang orang Indonesia gk disiplin?
    Banyak kok kantor2 di Indonesia yang sudah disiplin..
    banyak juga orang Indonesia yang kerja di perusahaan asing yang sangat disiplin..

    Indonesia akan bangun 4000 MVA PLTN (10% Pembangkit listrik total, berdasarkan blue print energi nasional) di tahun 2025, Jadi PLTN udah pasti di bangun di Indonesia.
    Yaa pasti butuh banyak tenaga ahli..

    Ada kemungkinan resistansi yang besar dari masyarakat karena campur tangan negara lain yang tidak menginginkan negara kita mengembangkan nuklir.
    iya tapi masih banyak juga daerah di Indonesia yang mau menerima PLTN, contoh : banten dan bangka.

  3. Cokor Permanen Says:

    Sampai saat ini saya pikir, pembangkit listrik “bersih ” masih sedikit sekali terjamah oleh PLN sehingga penggunaannya pun masih dinomerduakan. Padahal satu dari empat misi yang diemban oleh PLN berkaitan dengan penggunaan energi terbarukan dan bersih.

    Untuk pembangunan PLTN dikhawatirkan kedepannya proyek ini dinilai menjadi suatu proyek non-ekonomis yang malah dituding dapat merugikan negara (dari sisi investasi) dibandingkan dengan PLTU konvensional.

    Oleh karena itu, alangkah lebih baik bila dasar pertimbangan pembangunan PLTN ini dikaji lebih jauh dari sisi investasinya. Terlebih lagi teknologi ini masih tergolong baru di negara kita, sehingga tentunya biaya R&D yang diperlukan semakin banyak. Untuk itu, dibutuhkan ulas kaji yang sangat komprehensif mengenai pembangkit nuklir ini.

    Akhirnya, benar seperti kata mas win : “Ada pekerjaan besar yang harus diawali, memberikan pengertian kepada masyarakat (dan tentunya para petinggi negeri ini)….”

    Salam,

    yo

  4. fahmifi Says:

    pekerjaaan besar menanti kita,

    apakah kita akan menjadi bagian dari solusi
    krisis enegi negeri ini atau hanya
    sebagai pecundang, yang hanya bisa menolak
    dan tidak memberikan solusi.
    atau mendukung, tapi tak memberikan kontribusi.

    solusi, ntah itu dengan nuklir atau dengan yang lain.
    geothermal, angin, gelombang air laut, solar cell.
    yang penting semua mendukung pada
    solusi krisis sekarang ini.

    kalau tidak bisa mendukung,
    jangan menghalangi. Cukup diam saja, dan
    lihat apa yang akan terjadi.

    PLTN tentu dengan segala perhitungan
    keamanan dan ekonomi tentunya.

    Merdeka !!!
    mari merdeka dari krisis energi ini.

    Allahu a’lam

  5. konversi Says:

    Salam kenal buat fahmifi,
    Mari kita berjuang.. ^^

  6. Adrian Dimitri Says:

    Memang PLTN merupakan solusi cerdas untuk krisis energi di Indonesia. Orang Indonesia juga mampu kok mengelola nuklir, buktinya penghuni kebun binatang taman sari sehat-sehat saja sampai sekarang…hehehe

    Bener kata windra, tinggal meyakinkan masyarakat tentang PLTN…

  7. fendy sutrisna Says:

    Iyaa Kak Dimi,
    Btw kak, hubungan kebun binatang ama PLTN apa yaa??
    heheheee..

    Denger2 sih PLTN udah pasti dibangun di Indonesia.. ^^

  8. angin165 Says:

    dek, di deket kebun binatang dan taman hewan itu ada BATAN, disitu ada reaktor mini. itu maksudnya dimi.

  9. fendy sutrisna Says:

    ohh,, iya iyaa..
    Soalnya kalo dipikir2 sih lebih berbahaya efek kebun binatangnya daripada efek BATAN nya buat lingkungan sekitar..
    =p

    Efek sampah di depan kebun binatang juga lebih berbahaya.. Heheheee..

  10. dina Says:

    dr sisi teknologi, pltn mmg solusi bwt krisis energi indonesia..
    tp klo dr sisi politik..
    ..

    mngutip pak kus :
    - SBY blg : PLTN msh mnjd opsi, tp opsi trakhir
    - JK blg : ga stuju ama PLTN

    phew.. -__-

Leave a Reply