Kapasitor: Bermanfaat sekaligus berbahaya

Kapasitor: Bermanfaat sekaligus berbahaya

Pekik Argo Dahono

Dalam sistem tenaga listrik dikenal daya aktif dan daya reaktif. Daya aktif adalah daya yang harus dibangkitkan di sisi pembangkit dan disalurkan melalui saluran transmisi dan distribusi menuju konsumen, dan akhirnya dipakai untuk menjalankan peralatan industri dan komputer di banyak bangunan modern. Satuan dari daya aktif biasanya adalah watt (W), kilowatt (kW), atau tenaga kuda (HP). Sedangkan daya reaktif adalah suatu besaran yang menunjukkan adanya fluktuasi daya di saluran transmisi dan distribusi akibat digunakannya peralatan listrik yang bersifat induktif (misal : motor listrik, trafo, dan las listrik). Walaupun namanya adalah daya, daya reaktif ini tidak nyata dan tidak bisa dimanfaatkan. Akan tetapi adanya daya reaktif menyebabkan aliran daya aktif tidak bisa dilakukan secara efisien dan memerlukan peralatan listrik yang kapasitasnya lebih besar dari daya aktif yang diperlukan. Satuan dari daya reaktif adalah VAR (volt-ampere-reaktif). Untuk menunjukkan seberapa efisien daya aktif disalurkan, dalam teknik tenaga listrik dikenal suatu besaran yang disebut faktor-daya. Nilai maksimum faktor-daya adalah satu dan nilai minimumnya adalah nol. Semakin tinggi faktor-daya maka semakin efisien penyaluran dayanya. Artinya juga, semakin kecil faktor-daya maka semakin besar daya reaktifnya.

Bagi konsumen kecil atau rumah tangga, keberadaan daya reaktif tidak terlalu menjadi masalah karena PT. PLN tidak memperhitungkannya dalam penentuan tagihan listrik. Akan tetapi bagi konsumen besar, pabrik atau bangunan modern, PT. PLN mensyaratkan faktor-daya harus lebih dari 0,85. Jika nilai faktor-daya kurang dari nilai itu maka daya reaktif akan diukur dan diperhitungkan dalam penentuan besarnya tagihan. PT. PLN melakukan ini karena aliran daya reaktif yang besar menyebabkan peralatan milik PT. PLN tidak bisa bekerja secara efisien dan tidak bisa digunakan secara maksimum.

Untuk mengatasi masalah rendahnya faktor-daya atau tingginya daya reaktif, banyak industri atau bangunan modern memasang kapasitor. Kapasitor adalah peralatan listrik yang bisa menghasilkan daya reaktif yang diperlukan oleh konsumen sehingga aliran daya reaktif di saluran bisa berkurang. Dengan kata lain, kapasitor bermanfaat untuk menaikkan faktor-daya. Dengan memasang kapasitor, konsumen besar bisa terhindar dari tambahan tagihan listrik karena daya reaktif yang berlebih. Semakin mahalnya tarif listrik dan semakin tingginya keinginan untuk mengoperasikan peralatan secara efisien, menyebabkan penggunaan kapasitor semakin banyak dan meluas. Idealnya, kapasitor dipasang di dekat peralatan yang memerlukan daya reaktif sehingga tidak perlu terjadi adanya aliran daya reaktif melalui kabel, trafo, atau peralatan lainnya.

Sayangnya, semua teori tersebut hanya berjalan dengan baik jika gelombang tegangan dan arus listriknya mempunyai bentuk sinusoidal. Dengan semakin banyaknya banyaknya penggunaan inverter untuk menaikkan efisiensi peralatan industri, penggunaan ballast elektronik untuk meningkatkan efisiensi lampu, dan penggunaan penyearah untuk memasok komputer, data center, dan bermacam peralatan IT maka bentuk gelombang tegangan dan arus berubah menjadi nonsinusoidal. Seberapa jauh suatu gelombang menyimpang dari bentuk sinusoidal dinyatakan dengan besarnya kandungan harmonisa. Arus harmonisa adalah arus listrik yang frekuensinya kelipatan bulat dari frekuensi dasarnya (PT. PLN menggunakan frekuensi dasar 50 Hz). Artinya, arus harmonisa mempunyai frekuensi yang lebih tinggi dibanding frekuensi dasar 50 Hz. Arus harmonisa yang banyak muncul di bangunan modern mempunyai frekuensi 150, 250, dan 350 Hz. Di banyak bangunan modern, kandungan arus harmonisa yang mengalir di jaringan listrik bisa mencapai lebih dari 30%.

Berlawanan dengan trafo atau induktor, kapasitor mempunyai impedansi atau hambatan yang rendah pada frekuensi yang tinggi. Karena arus listrik cenderung mengalir melalui melalui lintasan yang hambatannya rendah maka arus harmonisa cenderung mengalir melalui kapasitor. Akibatnya, kapasitor bisa mengalami arus lebih karena adanya harmonisa. Jika hambatan kapasitor mempunyai nilai yang sama dengan hambatan jaringan sumber maka tercapailah suatu kondisi yang disebut resonansi. Pada kondisi resonansi, hambatan total sistem menjadi nol. Kondisi ini mirip dengan kondisi rangkaian pendek yang membahayakan kapasitor dan peralatan lainnya. Kondisi inilah yang sering menyebabkan rusaknya kapasitor dan peralatan lainnya. Karena kapasitor biasanya berisi minyak, kapasitor yang terbakar bisa memicu kebakaran yang lain. Kejadian inilah yang sering memicu banyak kebakaran di industri dan bangunan modern.

Untuk mengatasi masalah terbakarnya kapasitor karena adanya arus harmonisa, bermacam cara sederhana bisa dilakukan. Cara pertama yang umum ditawarkan oleh banyak pabrik pembuat kapasitor adalah dengan memasang induktor secara seri dengan kapasitor untuk mencegah mengalirnya arus harmonisa melalui kapasitor. Cara ini cukup efektif tetapi menyebabkan biaya pemasangan kapasitor menjadi mahal. Cara lain yang sering penulis lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah menjauhkan pemasangan kapasitor dari posisi beban yang diperkirakan banyak menghasilkan harmonisa. Cara ini sering sekali bisa dilakukan tanpa banyak mengeluarkan biaya tambahan.

Secara umum, pemasangan kapasitor tidak mengkhawatirkan jika (i) kapasitas peralatan elektronik yang diperkirakan menghasilkan harmonisa tidak lebih dari 30% kapasitas sumber, dan (ii) besar kapasitor yang dipasang tidak lebih dari 50% kapasitas sumber. Jika penggunaan peralatan elektronik sangat banyak dan kapasitor yang akan dipasang besar maka suatu studi khusus tentang kemungkinan terjadinya resonansi harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Di banyak bangunan modern yang penggunaan peralatan elektroniknya sangat banyak, peluang terjadinya resonansi sangat tinggi sehingga studi semacam ini menjadi sangat sering diperlukan. Dengan melakukan studi ini diharapkan kebakaran yang menyebabkan kerugian ratusan milyar rupiah bisa dicegah.

About these ads

About angin165

Pria, Indonesia, muda, lajang, belum mapan.
This entry was posted in Application. Bookmark the permalink.

57 Responses to Kapasitor: Bermanfaat sekaligus berbahaya

  1. JS says:

    Dalam lingkungan yang highly polluted tampaknya lebih aman menggunakan synchronous motor dengan kontrol eksitasi. Startupnya mungkin bisa dengan additional asynchronous winding…saya nggak tau.

  2. JS says:

    Dalam lingkungan yang highly polluted tampaknya penggunaan synchronous machine dengan kontrol eksitasi lebih aman.

    Startupnya mungkin dengan additional asynchronous winding … saya nggak tau persis apa bisa.

  3. wisnugraha says:

    Pak, saya sedikit bingung dengan konsep kapasitor yang bisa menghasilkan daya reaktif jika dihubungkan dengan Hukum kekekalan energi.
    Apakah daya reaktif ini bukan termasuk energi yang disebutkan dalam hukum kekekalan energi tersebut?
    Mohon penjelasannya. Trimakasih.

  4. pekik says:

    Yusmin: masih tetap ekonomis SVC atau SVG dibanding synchronous condenser.
    Wisnugraha: Walaupun namanya pakai daya (power), daya reaktif sama sekali tidak ada hubungannya dengan energi. Daya reaktif hanyalah definisi matematis yang tidak mempunyai arti fisik. Sepertinya ada deh tulisan saya di blog ini mengenai hal tersebut. Karena bukan daya dalam arti fisik, tidak ada hubungannya dengan hukum kekekalan energi

  5. Luqman says:

    Pak Pekik,

    Artikel bapak di atas menerangkan seputar kapasitor sebagai kompensator daya reaktif yang dipasang shunt ya?

    Bgmana dgn kapasitor yang dipasang seri terhadap jaringan?
    Mungkin perlu artikel khusus untuk masalah ini.

    Terima kasih.

  6. Eng says:

    Mungkin nggak pak dalam waktu dekat konsumen diharuskan memasang filter aktif sebagai pengganti kapasitor atau paling tidak ditempatkan di gardu2 terdekat dengan konsumen sehingga semua harmonisa dan juga rendahnya faktor daya bisa diatasi.

  7. pekik says:

    nggak mungkin, terlalu mahal. Pendekatan IEC lebih baik, alat yang dijual di pasaran tidak boleh menghasilkan harmonisa dan mempunyai faktor-daya minimum tertentu

  8. larash says:

    pak pekik mohon dijawab…..
    bagaimana mafaat kapasitor dalam ballast elektronik pada lampu CFL?
    klo saya melihat ragkaiannya di situ terdapat banyak sekali kapasitor?
    mengapa…
    apakah masing2 memiliki fungsi yang berbeda?
    lalu apa yang terjadi jilka saya megubah salahsatu kapasitor dengan memvariasi besar kapasitansinya??
    apa itu berbahaya….
    trims :)

  9. pekik says:

    CFL (Compact Fluoresecent lamp)? Kalau ballastnya elektronik, jangan sekali-sekali pasang kapasitor koreksi faktor-daya disitu. Kapasitor yang ada pada ballast elektronik fungsinya bisa bermacam-macam, tapi nggak ada hubungannya dengan koreksi faktor-daya. Ada yang dipakai sebagai kapasitor perata tegangan dc dan ada yang digunakan sebagai kapasitor resonansi. Jadi ya jangan diganti kalau belum tahu itu kapasitor untuk apa

  10. Ahmad Faiz Adnan says:

    buat semuanya… saya sedang menganalisa penggunaan STATCOM sebagai kompensassi daya reaktif di electrical arc furnace (eaf)menggunakan simulasi Malab-Simulink… saya kesulitan di pemodelan bebannya.. kira2 dari forum ini ada yang bisa memberi info tentang pemodelan beban eaf yg Tegangan bisa bervariasi??

  11. pekik says:

    ada banyak paper yang membahas model eaf. coba saja search di google

  12. Ahmad Faiz Adnan says:

    pak, untuk pemodelan matematisnya sudah punya dari jurnal, tapi saya bingung buat dibikin ke matlab simulinknya… belum paham cara membuat beban eaf yang dinamis…

  13. aminpray says:

    pak saya m0hon penjlzannya.saya usaha d bidang lampu neon sign,saya bingung peng9unaan kapasitor pada rangkaian lampu TL apa pda lampu TL menggunakan tegangan listrik dc tinggi,jka iya mengapa kawat wolfram pd lmpu TL ko hambtany kecil.

  14. Dahono says:

    lampu TL memerlukan kapasitor karena ballast-nya memerlukan daya reaktif yang cukup besar. Lampu TL memerlukan tegangan yang tinggi saat start saja, setelah jalan tegangannya cukup rendah

  15. pak, mohon penjelasannya.
    disana ada penjelasan berikut : “Berlawanan dengan trafo atau induktor, kapasitor mempunyai impedansi atau hambatan yang rendah pada frekuensi yang tinggi. Karena arus listrik cenderung mengalir melalui melalui lintasan yang hambatannya rendah maka arus harmonisa cenderung mengalir melalui kapasitor.”
    dan
    “Cara pertama yang umum ditawarkan oleh banyak pabrik pembuat kapasitor adalah dengan memasang induktor secara seri dengan kapasitor untuk mencegah mengalirnya arus harmonisa melalui kapasitor.”
    yang mau saya tanyakan penggunaan induktor pada filter itu bagaimana pak y?
    kan nantinya arus harmonisa juga lebih memilih mengalir ke kapasitor dibanding induktor.
    saya masih belum terlalu paham mengenai penggunaan dan cara induktor dalam mereduksi harmonisa tersebut.
    terima kasih.

    • Irwan says:

      Induktor dipasang seri dengan kapasitor. Tujuannya adalah untuk mencegah resonansi antara kapasitor dengan Trafo pada frekuensi harmonik. Prinsip dasarnya sederhana, yaitu agar tidak terjadi resonansi antara trafo dan kapasitor maka rangkaian kapasitor dibuat menjadi bersifat “induktor” pada frekuensi harmonik sehingga tidak akan terjadi resonansi karena keduanya bersifat induktif.
      Misalnya:
      Jika digunakan reactor 7% (tuned frekuensi: 189Hz),
      – pada frekuensi > 189Hz rangkaian Capacitor+reaktor akan bersifat induktif karena XL menjadi lebih besar dari XC sehingga tidak akan terjadi resonansi dengan trafo
      – pada ferekuensi < 189Hz, rangkaian capacitor +reaktor bersifat capacitif (XL<XC) sehingga capacitor berfungsi sebagai Power Factor Compensation.

  16. dahono2008 says:

    karena induktor dipasang seri dengan kapasitor maka arus frekuensi tinggi tidak lagi mudah mengalir lewat kapasitor (reaktansi induktor naik dengan naiknya frekuensi). Jadi induktor tidak berfungsi untuk mengurangi harmonisa tetapi untuk mencegah supaya harmonisa tidak mengalir melalui kapasitor

    • irwan says:

      Bisa saya bantu tambahkan, dengan pemasangan reaktor secara seri dengan kapasitor, maka pda frekuensi harmonic rangkaian total kapasitor + induktor akan bersifat induktif, sehingga resonansi antara ka[pasitor dan trafo dapat dicegah karena keduanya sama-sama induktif.
      Misal, jika dipasang induktor (reaktor) 7% maka tuned frekuensi induktor dan kapasitornya adalah 189 Hz, artinya pada frekuensi harmonik ke 4 (200Hz) dst rangkaian kapasitor + induktor bersifat induktif.

  17. pak, mohon penjelasan lebih jauh mengenai pemasangan kapasitor pada peralatan,, sy pernah coba melakukan pemasangan kapasitor untuk beban seperti lampu hemat energi dan tv. sy ingin melihat seberapa jauh pengaruh pemasangan kapasitor untuk perbaikan faktor daya. tetapi setelah dipasang kapasitor malah faktor dayanya lebih kecil dibanding sebelum pemasangan kapasitor dan daya reaktif yang terukur lebih besar dibanding sebelumnya.
    menurut bapak apa yang salah dari pemasangan kapasitor yang sy lakukan?
    dan apa yang sy harus lakukan agar faktor dayany lebih bisa baik.

    terima kasih…

    • irwan says:

      Pak, peralatan elektronik seperti TV dan lampu hemat energy biasanya sudah bersifat gapacitif, jadi ketika ditambahkan kapasitor maka secara cos phi akan semakin rendah.
      kapasitor hanya akan memperbaiki cos phi jika bebannya masih induktif (lagging). misalkan cos phi awal 0.88 induktif, ketika ditambahkan kapasitor akan naik sampai maksimal 1, dan jika ditambahkan kapasitor lagi maka cos phi akan turn, namun sifatnya menjadi kapasitif (leading)

  18. dahono says:

    Rendahnya faktor-daya pada lampu hemat energi dan peralatan elektronika lainnya bukan karena daya reaktif tetapi karena harmonisa sehingga pemasangan kapasitor malah menyebabkan faktor-daya menurun atau membesarnya harmonisa. Faktor-daya pada peralatan semacam ini hanya bisa dinaikkan dengan mengurangi harmonisa, bukan dengan memasang kapasitor

  19. dedi says:

    kapasitor di electrical ac ter bakar,, boleh kan di langsung tanpa kapasitor pak,, maksih

  20. ian says:

    Pak Pekik, tolong di share tentang AVR dan jenis-jenis pak, lagi mau mendalami juga. Terima kasih banyak Pak!

  21. Dahono says:

    dedi: boleh
    Ian: ada di buku diesel generator handbook

  22. Ade Suhendar says:

    pak saya sedang melakukan riset harmonisa dirumah tinggal, beban yang saya uji adalah lampu hemat energi, charger laptop, tv, pada saat pemasangan kapasitor frekuensi yang terukur menjadi 300, dan faktor daya menurun,, klo menggunakan analisa rumus,, rumus apa yang bisa menggambarkan kondisi tersebut,,,,

  23. ian says:

    wah terima kasih Pak Dahono, Kalau mengenai loss of load probability menggunakan metode konvolusi itu dibuku apa ya Pak, saya cari2 di internet agak susah. adanya di IEEE dan harus membayar Pak. Terima kasih

  24. dahono says:

    Ya buku reliability adanya. Kalau butuh papernya IEEE ya main aja ke kampus.

  25. dahono says:

    Ade: cukup mengandalkan deret Fourier dan turunannya

    • ade suhendar says:

      Mungkin yang faktor daya menurun bisa pake deret fourier,,tapi klo yg frekuensi dari 50 mendjadi 300 kynya kg bisa pak,,, jadinya pas saya masang kapasitor yg pas saya hitung emang VAR nya lebih besar dari yg dibutuhkan,, seharushnya 8uF tapi saya pasang 10uF,, sambil saya mencoba apa yg terjadi,,dan ternyata frekuensi tenaga listrik dari 50 menjadi 300,,,

  26. dahono says:

    Gimana bisa frekuensi naik? Yang ada komponen frekuensi 300 Hz diperkuat karena terjadi resonansi.

    • ade suhendar says:

      Diperkuat resonansi, Rumus yg dipergunakan apa pak, yg menyebabkan pengukuran frekuensi menjadi 300,,,
      Saya mash kurang begitu paham,,menghindari resonansi kenapa setingan filter harus memakai frekuensi resonansi?

  27. dahono2008 says:

    Tapis biasanya berupa LC seri yang dirancang supaya frekuensi resonansinya sama dengan frekuensi harmonisa yang ingin dihilangkan. Akan tetapi, sumber juga mengandung Ls. Jika frekuensi resonansi (Ls+L)C sama dengan frekuensi harmonisa maka yang terjadi adalah harmonisa akan diperkuat, bukan diperkecil. Memang inilah problema dalam tuning filter pasif atau problem pemasangan kapasitor.

  28. Ade Suhendar says:

    pak dalam perancangan filter pasif,, menurut teori, impedansi pada kapasitor dan induktor akan saling menghilangkan atau sama dengan 0, tetapi setiap saya merancanga filter pasif single tuned, aktualnya impedansi kapasitor dan impedansi induktor tidak sama dengan 0, mohon penjelasannya,

  29. Dahono says:

    Secara teoritis, jika induktor dan kapasitornya ideal, maka impedansi total pada frekuensi resonansi akan sama dengan nol. Dalam praktek, ini tidak mungkin terjadi karena induktor dan kapasitor mempunyai resistansi. Rasio antara energi tersimpan di komponen reaktif dengan energi yang terbuang di resistansi inilah yang disebut sebagai quality factor. Quality factor yang terlalu tinggi menyebabkan bandwidth filter mengecil (selektif) tetapi membuat filter sangat sensitif terhadap perubahan parameter. Demikian pula sebaliknya.

    • ade suhendar says:

      Mksd saya,,,ketika memakai rumus 1/2phi akar LC,, impedansi yang didapat tidak sama dengan nol,,contohny perhitungan kapasitor didapat 8 uF,,dan induktor 143mH,,, impedansi dari pengurangan induktor dan kapasitor tidak sama dengan nol pada frekuensi resonani dalam hal ini saya menyeting di harmonisa ke 3,,,,

  30. Dahono says:

    ya berarti harus belajar ngitung pake kalkulator dulu atau pake excell

    • ade suhendar says:

      Maaf pak sebelumnya tapi saya ud ngitung,,kapasitor dengan 8uF didapat impedansi 398.08 ohm dan induktor 143 mH didapat impedansi sebesar 44.9 ohm,, dikurang kan msh ad sisa,,,

      Saya juga liat dijurnal2 tentang perancangan filter pasti nilai impedansi kapasitor lebih tinggi,,
      Jadi teori resonansi nilai impedansi kapasitor dengan induktor sama dengan 0 tidak terbukti

  31. dahono says:

    Ya masih salah ngitung, jurnal juga bukan kitab suci. Akan tetapi dalam praktek, orang merancang tapis dengan frekuensi resonansi sedikit dibawah frekuensi harmonisanya. Tujuannya dengan menuanya tapis, frekuensi resonansi akan bergeser menuju frekuensi harmonisa. Kalau dirancang lebih tinggi maka saat menua frekuensinya akan menjauh.

    • ade suhendar says:

      Mohon pak penjelasan cara penghitungan,,,soalnya saya merancang filter tapi frekuensi kerja filter tidak pernah stabil 50 hz,,selalu berubah2!! Saya memakai perhitungan yang diatas yg untuk kompensasi daya dibutuhkan 8 uF,,berapa induktor kalo perhitungan bapak

  32. dahono2008 says:

    Filter kan buat harmonisa, masa harmonisanya frekuensi 50 Hz?
    Prosedur standard. 1) Tentukan orde harmonisa yang ingin ditapis. Misal orde lima, jadi frekuensinya 250 Hz.
    2) Tentukan faktor daya yang diinginkan pada frekuensi 50 Hz. Dari sini bisa ditentukan nilai C.
    Dari hasil nomer 1 dan 2 bisa ditentukan berapa Lnya. Gunakan frekuensi 240-245 Hz sebagai frekuensi resonansi.
    3) Tentukan quality factor yang diinginkan (ini biasanya berupa R tambahan pada induktor atau resistansi yang merepresentasikan resistansi induktor).
    Salam

    • ade suhendar says:

      Terima kasih pak,, pak ad pertanyaan mengganjal,, kapasitor jika dipasang dekat dengan beban non linear,,THD arus akan menjadi lebih besar,, rumus yg mempresentasikan masalah ini pake rumus apa?

  33. Irwan says:

    Pada aplikasi di dunia industri, saat ini sudah tersedia filter (detuned reactor) untuk kapasitor.
    Ada 2 type detuned reactor yang dijual di pasaran;
    a. Reactor 7% (XL = 7% Xc) –> Tuned frekuensi di 189 Hz, digunakan untuk filter harmonik ke 5 (250 Hz)
    b. Reactor 14% (XL=14% Xc) –> Tuned frekuensi: 132 Hz, digunakan untuk filter harmonik ke 3 (150 Hz).
    Jadi jika ingin membeli filter tinggal diinformasikan untuk kapasitor berapa KVAR, misalnya reactor 7% 25KVAR 415V, artinya filter 7% untuk kapasitor 25KVAR pada tegangan 415V.

    Semoga membantu

  34. dahono2008 says:

    Ade: pake rumus pembagian arus antara induktansi sumber dan kapasitansi kapasitor.
    Irwan: Detuned reactor berfungsi untuk mencegah mengalirnya harmonisa melalui kapasitor. Sayangnya, cara ini menyebabkan perlunya kapasitor yang tegangannya lebih tinggi dari tegangan jaringannya.

    • ade suhendar says:

      Berarti rumusnya I/LS + C,,?

    • ade suhendar says:

      Oh y pak,,maaf nambah pertanyaan lagi,,jika kapasitor di pasang dideket beban yg membutuhkan daya reaktif,,dalam hal ini kulkas,,walaupun bersamaan dipasang dengan beban non linear seperti lampu,,THD menjadi turun,,dan cos phi naek,, tetapi jika jauh dipasang dengan yg membutuhkan daya reaktif maka THD menurun,, mohon pencerahaannya pak,,rumus yg dipake apa y,,

      • Ade Suhendar says:

        Oh y pak,,maaf nambah pertanyaan lagi,,jika kapasitor di pasang dideket beban yg membutuhkan daya reaktif,,dalam hal ini kulkas,,walaupun bersamaan dipasang dengan beban non linear seperti lampu,,THDi menjadi turun,,dan cos phi naek,, tetapi jika jauh dipasang dengan yg membutuhkan daya reaktif maka THDi menjadi naik tetapi cos phi tetap seperti kapsitor dipasang didekat kulkas, mohon pencerahaannya pak,,rumus yg dipake apa y,

  35. nanas says:

    Selamat sore Pak.

    Ulasan tentang aplikasi kapasitornya sangat menarik dan kebetulan di lokasi kerja kami juga terpasang kapasitor Bank dengan kapasitas 30 MVAR / unit.

    Kami memiliki power station generator, transmisi line dan bank kapasitor yang terpasang di sekunder trafo daya di sisi receiving (substation). Beban utama kami adalah beban DC menggunakan dioda penyearah untuk pabrik peleburan yang memiliki kandungan harmonisa yang cukup tinggi. Sampai saat ini aman2 saja. Namun kami berencana untuk memasang lagi bank kapasitor di sekunder trafo regulator yang bertujuan untuk menekan daya reaktif output dari trafo Regulating sehingga power factor nya lebih tinggi. Letak dari bank kapasitor yang baru kira2 seperti berikut :

    Gen. —> Transmisi –> Trafo daya (substation) —> bank kapasitor (lama) –> trafo regulating —> bank kapasitor (baru) –> trafo Rectifier –> Rectifier

    Secara hitung2an kapasitor yang baru bisa menaikkan efisiensi trafo regulating. Namun yang mau saya tanyakan adalah apakah letak pemasangan bank kapasitor yang baru ini berpengaruh terhadap resonansi sistem secara keseluruhan (baik terhadap kapasitornya sendiri maupun peralatan lain seperti trafo, dll). Karena dari tulisan yang Bapak sampaikan bahwa pemasangan bank kapasitor lebih baik jika menjauhi sumber harmonisa yang dalam hal ini adalah rectifier kami.

    Mohon masukannya Pak.
    Terima kasih

  36. dahono says:

    Yang harus diperhatikan tidak hanya letaknya tetapi juga frekuensi resonansi. Karena kapasitornya nambah maka otomatis frekuensi resonansi berubah, menurun. Harus dijamin bahwa frekuensi resonansi tersebut tidak sama dengan frekuensi harmonisa.

  37. GAPTEK says:

    Kepada bpk2 yang terhormat, bisa ga semua ini dijelaskan secara sederhana, berhubung tidak semua orang paham dengan teori, perhitungan elektrikal.
    Maksud saya begini, dibikin perhitungan simpel saja, misal (maaf saya liat banyak banget alternatif pemasangannya)
    1. Dipasang dicolokan dekat MCB, jika listrik rumah daya 450 watt, maka butuh Kapasitor x farad, fuse x Ampere, dengan dasar hitungan begini..
    2. Dipasang dekat pompa air (atau jadi satu colokan ???), daya pompa 250 watt, maka butuh Kapasitor x farad, fuse x Ampere, dengan dasar hitungan begini..
    3.Dipasang dekat kulkas (atau jadi satu colokan juga ???), daya kulkas 150 watt, maka butuh Kapasitor x farad, fuse x Ampere, dengan dasar hitungan begini..
    4. Atau dibikin perhitungan pakai contoh satu rumah sekalian, misal daya rumah 1200 wat, pompa air 250 watt, lampu SL 9 (@28 watt), ac 1 PK sebiji, (, kulkas 150 watt, dengan data tersebut dibutuhkan berapa kapasitor, serta berapa kapasitasnya.
    5. kalau bisa ada gambar skema sehingga kita2 yg awam bisa mempraktekkannya, saya masih awam gimana ngitung frekwensi resonansi, frekwensi harmonisa, sehingga bisa mengaplikasikan kapasitor yg dibutuhkan serta cara pemasangannya yg benar.
    Mohon kesediaan bpk2 yg paham utk menguraikannya.
    Terima kasih banyak sebelumnya…

  38. dahono says:

    Sayangnya, kita tidak bisa membuat rule of thumb seperti itu. Ibarat makan obat, jenis obat dan dosis harus ditentukan berdasarkan penyakit dan kondisi pasiennya. Tidak bisa dibuat resep yang berlaku umum.

    • GAPTEK says:

      Kalau begitu pak dahono, ada tidak altenatif hardware untuk bisa mengirit listrik utk rumah tangga ?
      Saya sering lihat org memakai kapasitor (yg dijual) utk rumah tangga, sering disebut alat penghemat listrik, artinya bila berbahaya bisa menimbulkan kebakaran harusnya produk tersebut dilarang, apakah pihak bapak sdh pernah meng-infokan hal ini kepada dinas yg terkait ?

      • dahono says:

        Kalau info ya sudah sering. Tulisan ini juga berfungsi untuk menyebar-luaskan pengetahuan tersebut. Jelas bahwa pelabelan kapasitor sebagai alat hemat energi adalah salah besar.

  39. nunu says:

    Pak Pekik, bagaimana bila ada contoh kasus suatu kapasitor bank terbakar ( 200kvar) padahal sudah dilengkapi dengan filter harmonik, kejadian terbakarnya kapasitor bank ini sesaat setelah terjadinya pln black out dan tiba-tiba pln menyala kembali (genset tidak sempat hidup)
    terimakasih

  40. dahono says:

    Ada beberapa penyebab, tetapi kemungkinan besar adalah overvoltage. Pada saat awal PLN masuk, adanya inrush pada trafo sering menyebabkan timbulnya harmonics yang dalam kondisi normal tidak ada. Resonansi antara kapasitor dan induktansi sistem menyebabkan harmonisanya diperkuat. Rekomendasi: Kapasitor harus lepas saat ada pemadaman PLN

  41. fajar says:

    Pak dahono saya mau tanya..
    Di pabrik saya ada pltmh 250 kw dan ada rencana mau di pasang panel capasitor bank.
    Apa ada dampak dari dipasang panel capasitor ini ?
    Karena setau saya panel capasitor dipasang untuk supply dari PLN agar tidak di denda akibat penakaia kVAR yg berlebihan

  42. dahono says:

    Ya memang. Kalau faktor-daya rendah tidak menyebabkan generator anda overcurrent, ya biarin aja faktor-dayanya rendah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s