Memahami Faktor Daya

Memahami Faktor Daya
Arwindra Rizqiawan

Istilah faktor daya atau power factor (PF) atau cos phi merupakan istilah yang sering sekali dipakai di bidang-bidang yang berkaitan dengan pembangkitan dan penyaluran energi listrik. Faktor daya merupakan istilah penting, tidak hanya bagi penyedia layanan listrik, namun juga bagi konsumen listrik terutama konsumen level industri. Penyedia layanan listrik selalu berusaha untuk menghimbau konsumennya agar berkontribusi supaya faktor daya menjadi lebih baik, pun para konsumen industri juga berusaha untuk mendapatkan faktor daya yang baik agar tidak sia-sia bayar mahal kepada penyedia layanan. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan faktor daya? Tulisan ini akan membahas secara ringkas tentang faktor daya.

Faktor daya

Pada pembahasan kali ini, asumsi yang digunakan adalah sistem listrik menggunakan sumber tegangan berbentuk sinusoidal murni dan beban linier. Beban linier adalah beban yang menghasilkan bentuk arus sama dengan bentuk tegangan. Pada kasus sumber tegangan berbentuk sinusoidal murni, beban linier mengakibatkan arus yang mengalir pada jaringan juga berbentuk sinusoidal murni. Beban linier dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam, beban resistif, dicirikan dengan arus yang sefasa dengan tegangan; beban induktif, dicirikan dengan arus yang tertinggal terhadap tegangan sebesar 90^0; beban kapasitif, dicirikan dengan arus yang mendahului terhadap tegangan sebesar 90^0, dan beban yang merupakan kombinasi dari tiga jenis tersebut, dicirikan dengan arus yang tertinggal/mendahului tegangan sebesar sudut, katakan, \phi. Gambar 1 menunjukkan tegangan dan arus pada berbagai beban linier.

Gambar 1. Tegangan, arus, daya, pada berbagai jenis beban linier.

Seperti kita tahu, pada listrik, daya bisa diperoleh dari perkalian antara tegangan dan arus yang mengalir. Pada kasus sistem AC dimana tegangan dan arus berbentuk sinusoidal, perkalian antara keduanya akan menghasilkan daya tampak (apparent power), satuan volt-ampere (VA)) yang memiliki dua buah bagian. Bagian pertama adalah daya yang termanfaatkan oleh konsumen, bisa menjadi gerakan pada motor, bisa menjadi panas pada elemen pemanas, dsb; daya yang termanfaatkan ini sering disebut sebagai daya aktif (real power) memiliki satuan watt (W) yang mengalir dari sisi sumber ke sisi beban bernilai rata-rata tidak nol. Bagian kedua adalah daya yang tidak termanfaatkan oleh konsumen, namun hanya ada di jaringan, daya ini sering disebut dengan daya reaktif (reactive power) memiliki satuan volt-ampere-reactive (VAR) bernilai rata-rata nol. Untuk pembahasan ini, arah aliran daya reaktif tidak didiskusikan saat ini. Beban bersifat resistif hanya mengonsumsi daya aktif; beban bersifat induktif hanya mengonsumsi daya reaktif; dan beban bersifat kapasitif hanya memberikan daya reaktif.

Untuk memahami istilah “daya termanfaatkan” dan “daya tidak termanfaatkan”, analogi ditunjukkan pada Gambar 2. Pada analogi tersebut, orang menarik kereta ke arah kiri dengan memberikan gaya yang memiliki sudut terhadap bidang datar, dengan asumsi kereta hanya bisa bergerak ke arah kiri saja tetapi tidak bisa ke arah selainnya. Gaya yang diberikan dapat dipecah menjadi dua bagian gaya yang saling tegak lurus, karena kereta berjalan ke kiri maka gaya yang “bermanfaat” pada kasus ini hanyalah bagian gaya yang mendatar sedangkan bagian gaya yang tegak lurus “tidak bermanfaat”. Dengan kata lain, tidak semua gaya yang diberikan oleh si orang terpakai untuk menggerakkan kereta ke arah kiri, ada sebagian gaya yang diberikannya namun tidak bermanfaat (untuk menggerakkan ke arah kiri). Apabila dia menurunkan tangannya hingga tali mendatar maka semua gaya yang dia berikan akan termanfaatkan untuk menggerakan kereta ke arah kiri.

Gambar 2. Analogi: Usaha untuk menggerakkan kereta ke arah kiri.

Sama halnya dengan listrik, bergantung pada kondisi jaringan, daya tampak yang diberikan oleh sumber tidak semuanya bisa dimanfaatkan oleh konsumen sebagai daya aktif, dengan kata lain terdapat porsi daya reaktif yang merupakan bagian yang tidak memberikan manfaat langsung bagi konsumen. Rasio besarnya daya aktif yang bisa kita manfaatkan terhadap daya tampak yang dihasilkan sumber inilah yang disebut sebagai faktor daya. Ilustrasi segitiga daya pada Gambar 3 memberikan gambaran yang lebih jelas. Daya tampak (S) terdiri dari daya aktif (P) dan daya reaktif (Q). Antara S dan P dipisahkan oleh sudut \phi, yang merupakan sudut yang sama dengan sudut \phi antara tegangan dan arus yang telah disebutkan di awal. Rasio antara P dengan S tidak lain adalah nilai cosinus dari sudut \phi. Apabila kita berusaha untuk membuat sudut \phi semakin kecil maka S akan semakin mendekat ke P artinya besarnya P akan mendekati besarnya S. Pada kasus ekstrim dimana \phi = 0^0, cos \phi=1, S=P artinya semua daya tampak yang diberikan sumber dapat kita manfaatkan sebagai daya aktif, sebaliknya \phi = 90^0, cos \phi=0 S=Q artinya semua daya tampak yang diberikan sumber tidak dapat kita manfaatkan dan menjadi daya reaktif di jaringan saja.

Faktor daya = cos \phi = \frac{P (W)}{S (VA)}

Gambar 3. Segitiga daya

Faktor daya bisa dikatakan sebagai besaran yang menunjukkan seberapa efisien jaringan yang kita miliki dalam menyalurkan daya yang bisa kita manfaatkan. Faktor daya dibatasi dari 0 hingga 1, semakin tinggi faktor daya (mendekati 1) artinya semakin banyak daya tampak yang diberikan sumber bisa kita manfaatkan, sebaliknya semakin rendah faktor daya (mendekati 0) maka semakin sedikit daya yang bisa kita manfaatkan dari sejumlah daya tampak yang sama. Di sisi lain, faktor daya juga menunjukkan “besar pemanfaatan” dari peralatan listrik di jaringan terhadap investasi yang dibayarkan. Seperti kita tahu, semua peralatan listrik memiliki kapasitas maksimum penyaluran arus, apabila faktor daya rendah artinya walaupun arus yang mengalir di jaringan sudah maksimum namun kenyataan hanya porsi kecil saja yang menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pemilik jaringan.

Baik penyedia layanan maupun konsumen berupaya untuk membuat jaringannya memiliki faktor daya yang bagus (mendekati 1). Bagi penyedia layanan, jaringan dengan faktor daya yang jelek mengakibatkan dia harus menghasilkan daya yang lebih besar untuk memenuhi daya aktif yang diminta oleh para konsumen. Apabila konsumen didominasi oleh konsumen jenis residensial maka mereka hanya membayar sejumlah daya aktif yang terpakai saja, artinya penyedia layanan harus menanggung sendiri biaya yang hanya menjadi daya reaktif tanpa mendapatkan kompensasi uang dari konsumen. Sebaliknya bagi konsumen skala besar atau industri, faktor daya yang baik menjadi keharusan karena beberapa penyedia layanan kadang membebankan pemakaian daya aktif dan daya reaktif (atau memberikan denda faktor daya) tentu saja konsumen tidak akan mau membayar mahal untuk daya yang “tidak termanfaatkan” bagi mereka.

Perbaikan faktor daya

Salah satu cara untuk memperbaiki faktor daya adalah dengan memasang kompensasi kapasitif menggunakan kapasitor pada jaringan tersebut. Kapasitor adalah komponen listrik yang justru menghasilkan daya reaktif pada jaringan dimana dia tersambung. Pada jaringan yang bersifat induktif dengan segitiga daya seperti ditunjukkan pada Gambar 3, apabila kapasitor dipasang maka daya reaktif yang harus disediakan oleh sumber akan berkurang sebesar Q_{koreksi} (yang merupakan daya reaktif berasal dari kapasitor). Karena daya aktif tidak berubah sedangkan daya reaktif berkurang, maka dari sudut pandang sumber, segitiga daya yang baru diperoleh; ditunjukkan pada Gambar 4 garis oranye. Terlihat bahwa sudut \phi mengecil akibat pemasangan kapasitor tersebut sehingga faktor daya jaringan akan naik.

Gambar 4. Perbaikan faktor daya

Pada artikel ini telah dibahas pengertian dari daya dan faktor daya pada jaringan listrik. Perbaikan faktor daya dapat dilakukan dengan cara kompensasi kapasitif menggunakan kapasitor.

Referensi

About these ads

About angin165

Pria, Indonesia, muda, lajang, belum mapan.
This entry was posted in Miscellanous, Power Generation. Bookmark the permalink.

144 Responses to Memahami Faktor Daya

  1. Pingback: Memahami Faktor Daya « nang windar and the angin165

  2. kanadi says:

    Di rumah, saya pakai alat perbaikan faktor daya, bahkan di rumah paman pakai sampai dua (menurut saya ga efektif tambahannya).. Sudah bertahun2 kami pakai dan terbukti bisa menurunkan konsumsi arus dari PLN.. Alat ini bahkan pernah dibahas di pelajaran Medan Elektromagnetik I. Sayang sekali belum semua orang tahu adanya alat ini, bukankah sebaiknya disosialisasikan ke masyarakat saja? Atau bukankah sebaiknya kita bikin saja alat tersebut yang bermutu namun murah lalu kita sosialisasikan ke masyarakat..
    Pihak pembangkit dan pengguna sama sama untung bukan..

    Satu pertanyaan saya, kalau kita menghendaki adanya alat perbaikan faktor daya untuk mall-mall, hotel-hotel, gedung-gedung besar dan bertingkat.. Bagaimana solusinya, apakah kecil-kecil tapi banyak dan dipasang paralel atau satu tapi besar kapasitansinya..?

    • angin165 says:

      -Mas Kanadi
      saya sepakat kalau dipasang perbaikan faktor daya bisa menurunkan arus, tetapi perlu dicermati bahwa untuk beban rumahan yang ditagih oleh PLN hanya pemakaian kWh saja (bukan kVAh) jadi menurut saya ya tidak akan berpengaruh ke besar tagihan rumah tangga. (Sayang investasi alat mas, kalau ternyata tidak terlalu berpengaruh di kWh hehe) Kecuali pada kasus jaringan di rumah kita sangat jelek sehingga rugi-rugi kabel sangat besar (tipis kemungkinan terjadi) perbaikan faktor daya bisa mengurangi rugi-rugi.
      Perbaikan faktor daya menggunakan kapasitor menurut saya diletakkan sedekat mungkin dengan pusat beban. Perlu dicatat bahwa kapasitor bisa memperbaiki faktor daya pada jaringan yang arus dan tegangan sinus. Kalau banyak peralatan non-linier (switching power supply, ballast, dsb), kapasitor tidak akan membantu banyak untuk memperbaiki faktor daya.
      cmiiw

    • Fresman says:

      Untuk kawasan industri (Pabrik, Hotel, Mall, dll) faktor daya sudah sangat di perhatikan. dan bahkan ada tindak tegas dari PLN berupa denda jika faktor dayanya labih rendah dari ambang normal (dari 0,8 ~ 1(jika memungkinkan)).
      Besar dendanya berdasarkan perhitungan faktor daya yang kurang dari normal.
      Demikian juga diterapkan pada rumah – rumah. Sebenarnya kita juga membayar denda yang sekaligus ditambahkan pada total pembayaran rekening tersebut hanya saja tidak di cantumkan besar denda yang kita bayar (jika kondisi faktor daya rumah kita terlalu kecil dari faktor daya yang disuply (normal)). Dan untuk yang faktor daya rumahnya bagus itu tidak di kenakan denda. Untuk kasus yang dihadapi Mr. Kanadi bisa saja faktor daya sebelum ditambahkan alat perbaikan faktor daya sudah bagus (tinggi) dan bahkan lebih tinggi dari alat yang digunakan (seolah – olah tidak ada pengaruhnya).
      Sebelum kita menggunakan alat perbaikan faktor daya ada baiknya kita mengukur faktor daya rumah kita dengan Cos Phi Meter. Jadi kita bisa memperkirakan berapa faktor daya yang dinaikkan atau tidak perlu lagi dinaikkan.

      Thanks…

      • dahono says:

        Mana ada rumah yang harus bayar kalau faktor-daya rendah?
        Faktor daya tidak diukur sesaat. Faktor daya diukur dengan membandingkan kVARh dan kWh bulanan, bukan dari pengukuran cos phi.

  3. JS says:

    Good start… terusin lagi dengan instantaneous power theory dll
    Cuma masalah waktu saja sampai power theory akan mengalami perubahan mendasar.

    Tetap semangat …

  4. musa marbun says:

    mas, mau nanya dong..

    saat generator diset menyerap kvar jaringan, maka generator tersebut kan akan lebih tinggi menghasilkan kw. Setau saya kvar itu kan gak ada harganya dan hanya berputar-putar saja. cmiiw.

    masalah timbul saat PLN sekarang udah menerima ipp dan pembangkit milik industri yang bekerja paralel, dan generator tersebut di set menyerap kvar sehingga meningkatkan kw, tapi mereka mendapatkan keuntungan dengan menjual kw tersebut.

    saya kebetulan ingin mempelajari maslah tarif kvar ini, kira2 adakah referensi atau parameter2/metoda untuk menghitung tarif kvar tersebut?

    terima kasih sebelumnya..

    • angin165 says:

      hai musa
      bagian “dan generator tersebut di set menyerap kvar sehingga meningkatkan kw” saya agak kurang paham, mohon diperjelas :D

      Daya reaktif memang tidak dihargai untuk konsumen rumah tangga karena pemakaiannya masing-masing relatif kecil. Namun untuk konsumen yang lebih besar, sekarang daya reaktif jg akan dimintai kompensasi bayaran oleh penyedia layanan. Sependek yang saya tahu, ada beberapa cara untuk pentarifan daya reaktif dari sudut pandang penyedia ke konsumen:

      1. Tarif berdasarkan permintaan kVAR maksimum
      Konsumen ditagih berdasarkan jumlah permintaan daya reaktif yang melebihi X% permintaan daya aktif.
      2. Tarif berdasarkan konsumsi energi reaktif
      Konsumen ditagih berdasarkan pemakaian energi reaktif (kVARh) yang melebihi X% konsumsi energi aktif (kWh).
      3. Tarif berdasarkan penalti
      Konsumen tidak ditagih langsung penggunaan kVAR, tetapi harga kWh yang harus dibayar dikenai penalti berdasarkan faktor daya yang ada di sisi konsumen.

      Masih banyak perdebatan sebenarnya terhadap cara-cara tersebut, tetapi sampai saat ini memang cara tersebut masih banyak dipakai oleh penyedia jasa layanan.
      cmiiw

      • Rio says:

        Mau nanya dunk
        pentarifan buat industri terhadap dendan KVAR gimana ya?

      • M. Yusuf Wibisono says:

        apakah yang dimaksud dengan “menyerap kVAR” itu, mesin (generator) sinkron diberi arus eksitasi yang besar sehingga bersifat kapasitif begitu?

        untuk pengoperasian pembangkit di sistem Jawa Bali, saya juga kurang tahu sih ya. soalnya saya juga bukan orang pembangkit. Tapi yang pasti, mesin sinkron bisa dioperasikan secara kapasitif untuk memperbaiki faktor daya.

        CMIIW.

  5. musa marbun says:

    bagian “dan generator tersebut di set menyerap kvar sehingga meningkatkan kw” saya agak kurang paham, mohon diperjelas <– maaf mas saya langsung quote dari orang,, ternyata banyak orang yang gak ngerti listrik sok2an ngerti teknis,,

    sepertinya masalahnya seperti ini

    ada pabrik, punya generator pribadi, yang mensuplai kvar untuk pabriknya (motor2) adalah PLN, alhasil kena pinalti, generator pribadinya jadi bisa menghasilkan kw lebih besar (PF tinggi), kelebihan kw dari generator pribadi ini dijual ke PLN.

    harga pinalti dengan harga jual kW tersebut tidak sebanding, itulah mungkin maksudnya tarif kvar..

  6. Mansur_arudam says:

    maz, saya mau nanya.
    ditempat PKL saya di salah satu PLTU swasta.
    pengubahan nilai MVAR Grid PLN dengan mengubah tap changer pada trafo step up 500 KV
    yang saya bingung,
    untuk mengubah MVAR pada grid harus mengubah lagging atau leading pada generator.
    tolong dikasih penjelasan tentang hal diatas.
    thanks

  7. heryceltic says:

    @windra : nice sharing win…:D
    @musa :
    Pada kondisi beban normal, pembangkit menghasilkan MW dan MVar, untuk kelebihan pemakaian MVar yang lebih dari kurva kapabilitas akan dibayar PLN untuk kelebihan MVar-nya.
    Efek dari penggunaan MVar yang besar disisi beban akan menurunkan tegangan di beban, sehingga cos phi harus dijaga.

  8. musa marbun says:

    “kelebihan pemakaian MVar yang lebih dari kurva kapabilitas akan dibayar PLN untuk kelebihan MVar-nya.”

    ini kondisi IPP dengan PLN yah? saat PLN memakai MVAR berlebih, maka PLN harus membayar kelebihan tersebut ke IPP?

    mohon pencerahannya,,

  9. dahono says:

    Musa: saat ini jarang sekali ada industri yang mau jual kW ke PLN karena biaya pembangkitannya lebih mahal dari harga beli PLN. Industri hanya akan membangkitkan kW sendiri kalau memang tidak ada lagi kW dari PLN.
    Musa dan Heryceltic: Kalau membicarakan kW dan kVAR, jangan dicampur aduk antara sisi pembangkit dengan sisi beban. Ceritanya akan berlawanan.

  10. ferdino says:

    eh mau nanya donk gan masalah perbaikan faktor daya yang menggunakan motor sinkron??
    karena yang saya tau motor sinkron kan bs mengkompensasi besar faktor daya dengan memanfaatkan kurva V yang dimiliki motor sinkron
    masalahnya saya mencoba buat tugas akhir. . .
    mohon penjelasan dan bantuannya

  11. dahono says:

    ferdiono: ga salah tuh dosennya nyuruh bikin tugas akhir dengan tema seperti itu?

  12. Pingback: Masalah Faktor Daya pada Konsumen Industri dan Solusinya « Kadek門倉's Blog

  13. aha says:

    saya maw nanya nih pak, apa bner ga c kalo kita memasang capasitor bank kita akan lebih banyak mendapat supply dari PLN? nah kalo gtu misalnya kita memasang banyak-banyak capasitor bank di rumah berarti PLN harus menyuplai lebih banyak ge dunk ?? bukan nya ituw merugikan ya??

    • musa says:

      memasang kapasitor bukannya hanya akan memberikan kompensasi daya reaktif yah? artinya PFnya dinaikkan hingga menuju nilai 1.

      menurut saya sih tidak merugikan PLN karena yang merupakan biaya variabel kan kw bukan kvar, di rumah2 juga adanya kwhmeter.

      malah dengan memasang kapasitor menguntungkan PLN karena gak perlu mentransfer daya reaktif jauh – jauh dari pembangkit lewat transmisi baru ke pelanggan.

      CMIIW

  14. dahono says:

    Pasang kapasitor ibarat membuka lebar pintu tol. dengan dibuka lebar maka mobil besar bisa lewat. Kalau bayarnya sih tergantung ukuran atau kelas mobil yang lewat.

  15. wawan says:

    sebenarnya faktor daya atau cos phi di rumahan bisa diperbaiki ga sih..?

    • angin165 says:

      -mas wawan
      bisa mas, salah satu caranya pakai kapasitor yg diatas sudah dibicarakan
      tapi kalau saya sebagai konsumen, mengapa harus repot-repot memperbaiki faktor daya rumahan? toh saya cuma harus bayar daya aktif (Watt) saja.

      • Kadek says:

        Supaya tegangan listriknya gk naik turun mas win,,
        Bayarnya sihh sama daya aktifnya aja, tapi kalo bisa membuat konsumen pakai daya aktif lebih banyak, mungkin ini bisa jadi solusi dari konsumen berpartisipasi untuk kelistrikan indonesia yaa..? ^^

  16. dahono says:

    Kadek, kenapa kapasitor bisa membuat tegangan ga naik turun?
    Emang kapasitornya segede apa dan dikontrol pake apa?

  17. Mudrick says:

    ada sebuah industri di suplay dng 2 jaringan. suatu saat 1 jaringan trouble sebut saja trafo A. dengan terpaksa menggunakan trafo B. setiap harinya cos pi rata2 0.88. tetapi setelah menggunakan trafo B cos pi meningkat menjadi 0.91. saya ingin tanya apa penyebab naiknya faktor daya tersebut akibat dari trafo B?? terima kasih..q tunggu jawabannya…

  18. febrio says:

    Mau nanya mas..
    Tempat saya magang, poler plant di pabrik.
    Di pabrik saya ini menghasilkan listrik dengan steam turbin, dimana satu unit menghasilkan maksimal 37 MW. pada keadaan daya 26 MW, voltase 11 kv, f = 50 Hz, I = 1450 A (per fasa). menghasilkan 14,3 MVAR daya reaktif.
    Yang saya tanyakan apakah di pembangkit juga menghasilkan daya reaktif?
    Mohon penjelasannya mas..

  19. dahono says:

    Mudrick: Bisa saja krn trafo juga menyerap daya reaktif. Krn disainnya beda bisa saja menyebabkan power factor berubah
    Febrio: Gnerator sinkron yang eksitasinya lebih bisa menghasilkan daya reaktif. Generator pada operasi normal memang dirancang menghasilkan daya reaktif.

    • M. Yusuf Wibisono says:

      saya setuju pak. Dari name plate pun bisa dilihat bahwa setiap trafo pasti memiliki nilai impedansi yang berbeda-beda.

  20. taris says:

    Mau nanya mas..
    Tempat saya magang ada pembangkit 2 unit PLTA mini yang bekerja paralel, masing-masing 5 MW dan 500 kW. Saya belum jelas prinsip load sharingnya, terutama pada saat pengaturan Daya raktif dari masing2 pembangkit.
    Seandainya pada pembangkit 5 MW diberikan arus eksitasi yang lebih, maka tegangan output akan naik, terus pada pembangkit yang 500 kW bagaimana ? Apa pengaruhnya pada daya reaktif di pembangkit 500 kW. Terus apakah dengan mengatur daya reaktif pada pembangkit akan memperbaiki faktor daya beban ?
    Bagaimana ya prinsip geberator jadi condensor seandainya yang 500 kw dijadikan pembangkit reaktif saja ?
    Mohon pencerahannya, terima kasih.

  21. dahono says:

    Ada dua macam load sharing pada generator, active dan reactive
    Load sharing active dilakukan dengan mengatur governornya sedangkan load sharing reactive dilakukan dengan mengatur arus eksitasi atau AVRnya
    Jika arus eksitasi pembangkit 5 MW dinaikkan jelas tegangan akan naik, karena diparalel maka tegangan pembangkit 500 kW juga naik. Akan tetapi, daya reaktif yang disuplai oleh pembangkit 5 MW juga naik sedangkan disuplai oleh pembangkit 500 kW akan turun. Jika arus ekstasi pembangkit 5 MW terus dinaikkan maka pembangkit 500 kW bisa berubah menjadi kapasitif (menyerap daya reaktif dan ini membahayakan).
    Pengaturan arus eksitasi tidak akan memperbaiki faktor daya beban.
    Jika ingin mengoperasikan pembangkit sebagai kondensor, maka aturlah governor sehingga daya aktif yang disuplai sama dengan nol (idealnya dilepas dari prime mover). Setelah itu, naikkan arus eksitasi sehingga generator akan mensuplai daya reaktif.

  22. faishal says:

    Gni mas, sya ada bbrpa pertanyaan
    1. Adakah perbedaan antara Sistem eksitasi untuk plt hydro dan plt thermal? Jika YA, apakah perbedannya?
    2. Apa pertimbangan ato parameter dlam memilih sistm eksitasi untuk plt hydro dan plt thermal?
    3. Berbicara mengenai kendali sistem eksitasi, bgaimnkh kaitan antra avr dan exciter ?!
    4. Adakah bku referensi mengenai sistm eksitasi ?!

    Mhon pencerahan pencerahannya mas… Trima kasih..

  23. dahono says:

    Sistem eksitasi ditentukan oleh generatornya, bukan oleh jenis prime movernya atau energi mulanya
    saya kurang mengerti dengan apa yang anda maksud dengan parameter sistem eksitasi. Yang jelas kalau eksiternya bertingkat, time constant nya akan semakin besar
    Tentu saja AVR harus dirancang sesuai dengan exciternya
    Anda bisa baca IEEE standard untuk excitation system atau bukunya Kundur

  24. irpan says:

    thanks ya atas penjelasannya, sangat membantu.

  25. cuma mau nanya, bagaimana pengaruh beban resistif (dalam hal ini resistor) terhdap rugi-rugi daya pada transformator tiga fasa pada saat ada hubung singkat tidak simetris???fasa-fasa dan fasa -tanah…

  26. dahono says:

    pertanyaannya kurang jelas. Tetapi secara umum, pengaruh beban pada kondisi hubungsingkat hampir tidak ada atau bisa diabaikan

  27. Guguk HS says:

    Kurva kapability mana pak ??

  28. sewa genset says:

    nyimak dulu ya mas..saya masih sedikit mengerti hal ini….mudah2an jadi paham amin

  29. perkins says:

    nyimak dolo deh, ane rada lemot urusan ginian hehehhe BTW nice post

  30. ardana says:

    Post yg Mantabs….

  31. Maliawan says:

    sangat bermanfaat…termakasih telah sharing

  32. dwi says:

    pak gimana pengaruhnya bila over kapasitif terhadap jaringan dan peralatan lain

  33. dahono says:

    Overcaacitive bisa menyebabkan terjadinya overvoltage di jaringan. Atau menyebabkan aktifnya loss of field protectionnya di generator

  34. haris munandar says:

    makasih banyak mas…jd ngerti ini masalah faktor daya…..

  35. JiYa says:

    mau nanya mas, saya prnah baca “besarnya arus eksitasi berpengaruh dengan daya reaktif yang dihasilkan generator”. bisa tolong dijelaskan kok bisa begitu? *tolong kasi referensi bukunya jga
    trims, maaf merepotkan… hehe

  36. wil says:

    Mas Bro, sory nih ikutan nimbrung,
    Kenaikan cos phi atau power faktor ada gak keterkaitannya dengan komsumsi bahan bakar pada mesin diesel, bisa dishare kah mengenai case ini..?, terima kasih

  37. dahono2008 says:

    Jika efisiensi generatornya 100% maka tidak ada kaitannya. Cosphi rendah menyebabkan kVARh naik tetapi bukan kWh. Yang dipasok atau disuplai oleh engine (bahan bakar) adalah kWh, bukan kVARh. Akan tetapi karena efisiensi generator tidak 100%, kenaikan kVARh menyebabkan losses di generator naik sehingga kWh yang disuplai engine sedikit naik.

  38. dahono2008 says:

    Hampir semua buku mesin listrik membahas mengapa saat arus eksitasi naik, artinya GGL generator naik, maka faktor daya berubah. Pada over eksitasi, generator menghasilkan daya reaktif

  39. akhmad says:

    mau tnya….apakah bsa bbrapa kapasitor yg trangkai pada trafo step up,untk mensupply ultra violet lamp heater…yg mana input trafo step up 200v,dg output 2500volt membuat tegangan output naik turun…..

  40. landofk1ng says:

    Mau tanya mas.

    ditempat saya sistemnya parallel antara genset 3Mw dan turbin 1MW. na akhir – akhir ini sering terjadi underexcitation dan v/hz limit yang mengakibatkan turbin trip. di panel eksitasinya sendiri daya reaktifnya besar dan bertanda (-). apakah ada pengaruh antara daya reaktif dan underexcitation?. apa saja yang mengakibatkan underexcitation itu?.

    Terima Kasih. DItunggu sharingnya… :D

  41. dahono says:

    yang dimaksud turbin, turbin apa ya? underexcitation bisa terjadi saat terjadi pelepasan beban reaktif atau reactive sharing yang tidak beres. Jadi penyebab underexcitation adalah:
    1) hilangnya beban reaktif
    2) kurang koordinasi daya reaktif antar generator

  42. landofk1ng says:

    Maksudnya generator yang digerakkan oleh turbin.
    next question :
    1.apakah ada pengaruh dari generator yang menyerap daya reaktif?.
    2.maksud koordinasi daya reaktif itu gmana ya?
    3.apa penyebab utama dari besarnya daya reaktif di jaringan sistem paralel?.
    terima kasih. :-)

  43. dahono2008 says:

    generator yang menyerap daya reaktif akan bekerja seperti generator induksi sehingga bisa menyebabkan panas di rotornya
    koordinasi daya reaktif maksudnya sharing daya reaktif, mirip seperti sharing daya aktif
    nggak ngerti deh maksud pertanyaan nomer 3

  44. landofk1ng says:

    tanya lagi.

    generator menyerap daya reaktif kan nantinya mengakibatkan undereksitasi. knapa ya daya reaktf bisa diserap oleh generator?.

  45. dahono2008 says:

    Kalau GGL generator lebih rendah dari tegangan terminal atau jala2nya maka generator akan menyerap daya reaktif

  46. o,y Gan. apa hubugannya perbedaan sudut phase dari kedua genset yg di paralelkan dengan selisih teganganya? misalnya selisih sudut phase kedua genset = 10 derajat, lalu bagaimana dengan selisih tegangannya Gan? ada ngak penurunan rumusnya?

  47. M. Ayub says:

    Much much better than the other explanation, now I would like to say thank so so much, then I try to make a resume with my own words.
    Besd regard,
    Ayub, Dumai-Riau

  48. Mohon bantuannya,kami ada generator D.379 dan permasalahannya arus excitasi selalu naik sendiri dan mengakibatkan rotor exciter terbakar,padahal untuk tahanan megger generator dan exciter baik dan beban sama,gimana untuk pemecahan nya terimakasih

  49. dahono2008 says:

    Arus eksitasi naik karena AVR berusaha menaikkannya. AVR mencoba menaikkan karena merasa tegangan keluaran terlalu rendah. Penyebabnya bisa macam2: i) memang tegangan keluaran terlalu rendah; ii) sensor tegangan salah; iii) rusak AVRnya; iv) rotor exciter rusak; v) stator generatornya rusak

    • Terimakasih sebelumnya Pak,tetapi permasalahannya 1.Tegangan yang keluar itu stabil di 480 Vac stabil 2.AVR nya bagus karena kita test 3.Exciter & stator dan generator kita megger bagus
      5.Kalau emang sensor tegangan yang salah,emang sensor yang mana ya….?
      sx lg terimakasih
      salam.

      • helmy says:

        dalam pegaturan di AVR jika itu dalam suatu modul yang terintegrasi ada bagian dari AVR yang dinamakan limiter, jika pada pembangkitan excitasi awal menggunakan battery pada 80% tegangan nominal akan change over ke excitasi dan akan berhenti pada tegangan nominalnya, nah berhentinya pada tegangan nominal itu adanya limiter AC. kalau tahanan isolasi antar phasa dan phasa to ground baik generator akan aman beroperasi (sesuai IEEE 043-2000) dan bisa memperkecil permasalahan di system AVR nya.

  50. dahono2008 says:

    Bisa ditest satu persatu. Pertama periksa dulu apakah tegangannya seimbang? AVR mendapatkan input tegangan dari PT maupun langsung. Periksa, jangan2 fuse putus.
    Di megger bagus belum tentu nggak rusak.

  51. Yujiono says:

    Apa pengaruh pada generator yang memikul beban kapasitif lebih ( coor tersebut cos Q > 1 / leading ) akibat pemakaian capacitot bank terlalu besar ? Mengapa proteksi yg bekerja akibat hal tersebut di atas adalah Reverse Power Relay? Terimakasih.

  52. Yujiono says:

    Apa pengaruh pada generator yang memikul beban kapasitif lebih ( cos Q > 1 / leading ) akibat pemakaian capacitot bank terlalu besar ? Mengapa proteksi yg bekerja akibat hal tersebut di atas adalah Reverse Power Relay? Terimakasih.

    • dahono says:

      Mana ada cos Q>1. Nilai cos Q maksimum satu. Kalau banyak memakai kapasitor maka cos Q akan mengecil tetapi leading. Alat yang dipakai untuk proteksi generator terhadap kondisi ini adalah loss of field protection, bukan reverse power relay.

  53. ridho says:

    misi pak, mau nanya juga.. ada tugas dari guru..

    pertanyaannya gini :

    mengapa semakin lama kita menggunakan peralatan elektronik di rumah, tarif yang dikenakan pln smakin mahal?
    faktor apa yang menyebabkan seperti itu?
    bagaimana cara mengatasi masalah tersebut??

    thx pak :D

    • angin165 says:

      Karena kalau kita pakai peralatan lama, energi listrik yang kita pakai juga semakin banyak sementara kita bayar ke PLN itu atas pemakaian energi listrik dari PLN, jadi ya tagihan listrik dari PLN akan lebih mahal

      • dahono says:

        Yang kita bayar ke PLN adalah tagihan energi listrik dengan satuan kWh (kilowatt-hour). Jadi energi adalah perkalian antara daya (dengan satuan kilowatt atau ribuan watt) dengan waktu (dengan satuan jam). Untuk daya yang sama, maka kita akan bayar semakin mahal jika waktunya bertambah panjang.

  54. ridho says:

    apa ada jalan alternatif supaya tagihan listrik tidak mahal namun pemakaian peralatan elektronik tetap normal??
    thx pak :D

    • angin165 says:

      Ada banyak cara, diantaranya (1) memakai peralatan listrik yg rendah konsumsi energinya (misalnya memilih lampu TL daripada lampu bohlam akan memberikan penerangan yg sama tetapi konsumsi energinya lebih rendah, memilih penyejuk udara AC yg memiliki pengaturan suhu, dsb) (2) mengurangi pemakaian listrik yang tidak perlu (misal mematikan lampu kamar mandi kalau tidak dipakai, dsb)

      • dahono says:

        Karena energi adalah daya dikalikan waktu maka cara untuk mengurangi energi adalah dengan memperkecil daya atau memperkecil waktu atau memperkecil keduanya. Memperkecil daya dilakukan dengan menggunakan lampu hemat energi. Memperkecil waktu dilakukan dengan hanya menyalakan lampu saat diperlukan.

      • M. Yusuf Wibisono says:

        ada satu hal yang harus diketahui, bahwa tarif PLN itu dibuat per blok.
        misal: 30kWh pertama harganya Rp 690, 30kWh kedua harganya Rp 750, setelah itu harganya 800 (misalkan). jadi tarifnya itu tidak flat. semakin banyak dipakai akan semakin mahal.
        kalau pengen yang harganya flat, ganti pakai prabayar aja.

  55. ridho says:

    makasih bapak buat sharing ilmunya. smoga bermanfaat bagi kita semua..:D

  56. sang lanang says:

    izin bertanya pak , bagaimana karakteristik leading dan lagging pada motor induksi serta pada generator induksi pak ? terima kasih sebelumnya

  57. dahono says:

    Mesin induksi, baik bekerja sebagai motor maupun generator, selalu memerlukan daya reaktif (lagging). Oleh sebab itu jika ingin digunakan sebagai generator, diperlukan kapasitor untuk mensuplai kebutuhan daya reaktif generator itu sendiri dan juga untuk bebannya.

  58. albert says:

    nice posting (y) , thanks..

  59. iwan says:

    saya mempunyai pembangkit skala kecil dengan cos phi 0,9 dan kVar 130….jarak antara pembangkit dan titik transaksi 300 meter dengan transmisi 20 kV kawat 70mm..perbedaan kw antara lokasi pembangkit dan titik transaksi 60kW..apakah ini normal? banyak yg bilang agar saya menambah kapasitor untuk memperbaiki faktor daya atau menstabilkan cos phi….maklum saya bukan orang elektro

  60. dahono says:

    cos phi 0,9 cukup baik.
    losses 60 kW itu berapa persen ya dibanding kapasitas pembangkitnya?
    kalau jaraknya pendek, satu-satunya cara untuk mengurangi losses adalah dengan memperbesar ukuran konduktornya

  61. Redo Pariansah says:

    Nice post and comment, seharusnya bisa dibikin forum khusus untuk membahas tiap topik yang ada. Jadi bisa sharing-sharing ilmu antar electrical engineer

  62. parulian says:

    saya ada beberapa pertanyaan,.
    1. apa penyebab cos phi 0,5, bahkan dibawah, apakah itu normal.
    2. drop tegangan terjadi hingga 190V dari tegangan 230V, capasitas kabel sudah disesuaikan standar dengan jarak.
    3. tegangan 230V naik hingga 300V dalam kondisi 2generator ON, pemutusan arus menggunakan Handle switch.

  63. dahono says:

    @ Iwan, ya dihitung berapa arusnya terus dilihat di Tabel kabel.
    @parulian: jelas cos phi kurang dari 0,5 sangat buruk dan tidak normal. Penyebabnya ya mesti dilihat bebannya apa saja. Pada saat motor dan trafo beban nol, cos phi juga sangat rendah. Pertanyaan nomer 3 kurang jelas

  64. tjatur says:

    Dear,
    saya ingin memastikan saja, dalam suatu jaringan listrik yang terdiri dari sumber PLN melalui step-down trafo dan sumber listrik cadangan genset, keduanya dipilih secara otomatis melalui sebuah panel ATS (Automatc Transfer Switch). pertanyaan saya adalah pemasangan capacitor bank sebaiknya di output trafo (pada input ATS) atau setelah output ATS yang artinya pada saat PLN off mka capasitor bank akan menjadi beban bagi genset.

    mohon arahannya utk letak pemasangan capasitor bank tersebut dan akibatnya/sampingan jika dipasang sbg beban genset.(setelah panel ATS)
    terimakasih.

  65. Adi Wardana says:

    Saya punya data beban dari jardis IEEE 33 bus bahwa pada bus 1 memiliki beban dengan nilai P=60 kW dan Q=35 kVAR. Yang saya mau tanyakan, Q yang dimaksud dalam data IEEE tersebut maksudnya daya reaktif induktif (QL) atau kapasitif (QC) ya? Termasuk beban statis atau dinamis kah beban tersebut? Mohon penjelasannya. Trima kasih..

  66. dahono2008 says:

    Sudah pasti daya reaktif induktif. Kecuali kapasitor, tidak ada beban yang leading.
    kalau soal beban statis dan dinamis tidak bisa disimpulkan hanya dari dua data tersebut.

  67. Luthfi says:

    hampir sama seperti pertanyaan bang adhi..kalo saya punya data jardis nilai P=14.35MW sedang nillai Q=13.32Mvar lalu setelah d loadflow dengan penambahan 4 buah DG nilai P menjadi 11.35 dan Q menjadi -0.81.. Nilai Q=-0.81 itu artinya si daya reaktif menyerap ato mensuplay ya mas? mhon penjelasannya

  68. dahono says:

    Mensuplai

  69. Pur Wanto says:

    Assalammu’alaikum, maaf sbelumnya pak ,saya mau menanyakan mengenai batas maksimal perbedaan sudut yang masih dizinkan saat proses pararel Generator atau saat sinkron antara PLN dengan Genset beerapa ya pak…mohon referensinya…dari beberapa article banyak yang menyebutkan perbedaan sudut maksimal 10 derajat tapi tidak ditampilkan referensi yang menguatkan pendapat tersebut…mohon pencerahannya,trimakasih..

  70. papin says:

    assalamualaikum… maaf mau tanya pak, kalau generator ipp paralel dengan pln cos phi yang baik itu harusnya leading atau lagging? terus pengaruhnya apa terhadap supply kwh produksinya?

  71. Dahono says:

    dilihat oleh generator adalah lagging. Kalau leading bisa menyebabkan generator mengalami pemanasan di rotornya. Jika power-factor generator terlalu rendah maka kemampuan menghasilkan daya aktif atau kwh menjadi berkurang

  72. rifki says:

    assalamualaikum……saya mau tanya, pada pembahasan tentang penggunaan capasitor pada rumah tangga dapat menaikkan faktor daya sehingga daya yang terpasang (VA) dapat dimanfaatkan secara optimal,…….

    apakah dari segi tarif tetap ?
    setau saya jika dapat mengoptimalisasikan penggunaan daya induktif (motor,balast,dll) maka kita juga dapat memperkecil daya yang terpakai (W) karena adanya perbaikan cos Q tersebut maka tarif akan trun….

    mohon pencerahan nya….:D

  73. dahono says:

    Untuk rumahtangga, kita tidak dikenakan biaya VAR. Jadi kalau cos phi kita rendah, kerugian kita adalah tidak bisa memanfaatkan kapasitas yang telah disediakan atau kita bayar (abonemen tergantung pada VA bukan pada Watt). Jadi selama kelas langganan kita tetap, ya abonemennya tetap. Dari segi rupiah per kWh juga tetap.

  74. menerapkan hal seperti ini di butuhkan waktu untuk benar2 memhaminya secara sepenuh nya.

  75. antok says:

    P dahono, menambahkan. Untuk industri/commercial buildings (hotel, office, mall), dimana banyak dipasang motor listrik, capacitor bank untuk meningkatkan cos phi (mendekati 100%) adalah sangat penting. Salah satunya adalah menyangkut stabilitas tegangan terutama untuk equipment atau alat listrik yang lain yang rentan terhadap penurunan tegangan. cos phi semakin mendekati 100%, live time alat2 listrik akan maksimum

    • dahono says:

      Kalau sudah diatas 90%, perbaikan cos phi nggak terlalu banyak manfaat. Hmm memang ada data yang menunjukkan bahwa umur peralatan naik dengan naiknya cos phi?

      • M. Yusuf Wibisono says:

        jika yang dimaksud alat2 listrik itu adalah peralatan pembatas daya seperti MCB dan sekering, bisa jadi. :D

  76. wahyu says:

    Pak Dahono saya mau nanya dalam menentukan besaran kapasitor bank baik secara total dan pemilihan besaran pada tiap2 kapasitor. pada sebuah substation/ LVMDB apakah hanya di tentukan oleh besaran kapasitas Trafo nya ( incase travo step down 20kV – 380/220V ), sejauh manakah demand factor pada system tersebut bisa mempengaruhi pada sebuah desain cap bank.
    Terus apabila terjadi over kapasitif dalam waktu yang lumayan lama selain naiknya tegangan, adakah pengaruh lainnya di sistem.? terimakasih mohon pencerahannya.

    • dahono says:

      Paling bagus ya kapasitor ditentukan berdasarkan beban aktual, bukan kapasitas trafo.
      Overcapacitive nggak terlalu masalah selama nggak terlalu besar dan tidak dipasok oleh genset. Overcapacitive sama jeleknya dengan overinductive. Overcapacitive menyebabkan losses di trafo dan kabel menjadi lebih tinggi.

  77. dub says:

    kalo bebannya relatif kapasitif? apakah perbaikan faktor daya dilakukan dengan penambahan induktansi? thx

  78. Pak Jap says:

    Pak Dahono, saya mau Tanya mengapa capasitor bank kalau di setel 0.98 induktif regulatornya tidak berfungsi, tetapi jika disetel ke 0,98 kapasitif baru regulatornya berfungsi. Trims.

  79. dahono says:

    Itu sih tergantung disain regulator dan jumlah bank kapasitor yang dipasang.

  80. MHARSI says:

    mau tanya nieh mas, pada saat saya melakukan test beban generator mengunakan load bank resistif dengan nilai pf 1menghasilkan daya 518 KW apakah ini sama dengan 518 KVA.

  81. adi says:

    pak Dahono,bila suatu generator konstan tegangan outputnya baik saat ada beban rendah maupun tinggi/besar (asal sesuai kapasitas max daya output gen.) apakah masih diperlukan eksiter dan avr?….bila tegangan generator sdh selalu stabil bila di pararel dengan jala2 dari PLN untuk kesamaan fasa apakah eksiter diperlukan?…tx pak.

  82. dahono says:

    Pada generator yang diparalel dengan PLN, avr berfungsi untuk mengatur besarnya daya reaktif (atau mengatur faktor daya) yang dihasilkan generator.

  83. lexz says:

    Pak dahono,
    saya mau tanya tapi diluar topik tp masih dikisaran diesel engine generator, generator terbakar, di rewinding ulang, terus di tes beban. spek generator 400 V 50 Hz 18 KW, di tes dengan resistif load bank 410 V 15KW, hasil metering di load bank 389 V 48 Hz 11KW pf 0.98. nah yang mau saya tanyakan :
    1. Disisi mana/dilihat dari mana generator tersebut sudah dinyatakan bagus/layak pakai ?
    2. apakah generator tersebut nantinya mampu sesuai speknya apa bila di bebani maksimum ?
    3. apakah di sisi metering adalah kemampuan generator sesungguhnya ?

    Terima kasih sebelumnya

    • dahono says:

      kW maksimum yang bisa ditanggung oleh generator ditentukan oleh mesin dieselnya, bukan oleh generatornya. Jika generator diuji dengan arus beban yang sama sesuai spesifikasinya, dan terbukti tidak panas, maka generator mampu bekerja sesuai spesifikasinya

  84. Ismi says:

    Pak mau tanya, apa pengaruhnya faktor daya yg rendah terhadap peralatan listrik? Mungkin ada gejala fisik yg ditimbulkan misal peralatan panas atau cepat rusak?
    Thanks

  85. dahono says:

    Bagi bebannya sendiri sih nggak ada pengaruhnya. Bagi trafo atau kabel, faktor-daya yang rendah menyebabkan peralatan memerlukan arus yang lebih besar untuk daya aktif yang sama.
    Arus yang besar artinya lebih panas

  86. tio says:

    Pak Dahono, saya ingin tanya mengenai PF pada konverter AC-AC Phase Delay Control. saya telah membaca slide milik bapak, bapak menulis bahwa PF phase delay control = Pout / VA in. Padahal kan arus pada phase delay sudah terpotong sehingga mengandung harmonisa, tapi mengapa kok dicari dengan persamaan tersebut.
    yang saya tanyakan, mengapa PF phase delay control tidak dicari dengan persamaan berikut
    PF = [I in fundamental rms/ I in rms]* cos phi fundamental ?
    mohon dijelaskan, terimakasih

  87. dahono says:

    PF=kW/kVA adalah persamaan umum, apapun bentuk gelombangnya. Persamaan yang anda sebut hanya valid kalau gelombang tegangannya sinusoidal. Kalau tegangannya sinusoidal, maka bisa dibuktikan bahwa kW/kVA akan memberikan hasil yang sama seperti persamaan yang anda sebut.

  88. shidiq says:

    terangkan beban yang bagaimana atau yang mengandung apa yang dapat di ukur faktor dayanya?

    mohon jawabannya kakak kakak?

  89. dahono says:

    Semua beban bisa diukur faktor dayanya

  90. david says:

    mas mau nanya dong, kalau dikapal ferrykan pake genset nah itu faktor dayanya perlu diperbaiki ga dan berpengaruh ga sama konsumsi bahan bakar genset (bisa penurunkan pemakaian BBM apa tidak). please minta pencerahannya

  91. dahono says:

    Ga perlu bos. Konsumsi BBM ditentukan oleh daya aktifnya, bukan oleh faktor dayanya

  92. edward aja says:

    Teman-teman sebelumnya cerita ketika dipasanga kapasitor bank (versi rumah tangga), maka pembayaran kwh ke PLN semakin kecil.
    menurut saya ni ya gan : pemasangan capasitor bank adalah untuk mengurangi energi reaktif beban tanpa mengurangi energi aktif itu sendiri. sementara tarif yang diberikan kepada rumah tangga adalah tarif kWh (energi aktif). sehingga ketika cosh phi nya jelek tidak akan ada biaya kvarh (energi reaktif).
    walaupun sebaiknya memang sistem itu memiliki cos phi diatas 0.85

    mohon tanggapan dari teman-teman :)

  93. edward aja says:

    david says:
    March 11, 2014 at 2:14 pm

    mas mau nanya dong, kalau dikapal ferrykan pake genset nah itu faktor dayanya perlu diperbaiki ga dan berpengaruh ga sama konsumsi bahan bakar genset (bisa penurunkan pemakaian BBM apa tidak). please minta pencerahannya
    Reply
    dahono says:
    March 16, 2014 at 12:34 am

    Ga perlu bos. Konsumsi BBM ditentukan oleh daya aktifnya, bukan oleh faktor dayanya
    Reply

    kondisi diatas :
    hubungan antara energi primer (BBM) dengan energi output (kwh & kvarh)
    maka genset akan memproduksi energi aktif dan reaktif.
    artinya untuk memproduksi energi aktif akan membutuhkan BBM, tentunya juga utk produksi energi reaktif akan membutuhkan BBM

  94. dahono says:

    Untuk menghasilkan kVARh tidak perlu energi. VAR walaupun merupakan hasil perkalian tegangan dan arus, bukanlah daya (power) yang kita kenal. VAR hanyalah definsi matematik, tidak punya arti fisik. Yang perlu BBM hanyalah daya aktif atau energi. Tidak ada ya istilah energi reaktif.

  95. Mcd says:

    Pak Dahono, saya punya masalah dengan pf di genset yang di paralel dengan 1 trafo ke sistem pln. Masalahnya pada saat genset saya keduanya di synchrone maka salah satu unit pf nya menjadi kapasitif. Tpi klo hanya synchrone 1 unit saja pf nya normal (induktif). Kira-kira penyebabnya apa ya pak.?
    Trimakasih atas pencerahannya..

  96. dahono says:

    harus ada koordinasi kontrol avr di kedua generator

  97. yanto says:

    Mas mau nanya dong, kalau sebuah pabrik dengan daya terpasang dari PLN sebesar 10300 KVA, berapakah ampere yang bisa kita manfaatkan pada tegangan 380 V? apakah 15667 Ampere atau 18432 ampere (cos phi 0.8) ?
    terima kasih

  98. dahono says:

    Kalau ampere nggak dipengaruhi faktor daya. Jadi batas arusnya tetap 10300×1000/1.73/380=15650 Ampere

    • bobby says:

      Mas mau nanya dong.apa pengaruh cos phi lagging dan cos phi leading terhadap kinerja kwh meter di rumah tangga.

  99. Bhineka Tunggal Ika says:

    ngeliat nya ga pernah bosen :D

  100. Albert Hutasoit says:

    thanks banget nih buat penjelasan nya tentang faktor daya…
    btw, boleh minta email yg bisa dihubungi tidak?

  101. pak, mau tanya
    prinsip kerja cos phi meter gimana ya?
    gmana bisa menunjuk arah legging atau leading?
    prinsip kerja ya pak, bukan pengaruh jika induktif itu legging dan jika kapacitif itu leading
    bingung sekali cari dimana-mana gag ada
    postingan uda lama, tapi mudah-mudahan segera dibalas
    terima kasih

  102. dahono says:

    kalau yang digital ya dihitung. tapi kalau yang elektromekanik, banyak dibahas dibuku electrical measurement system

  103. agung says:

    pak mau tanya , perbedaan pokok generator termal dan generator hidro apa ya ?

  104. mat siang pak.
    saya mau tanya.
    masing genset dengan kapasita 17.5 MW. ada 3 genset yang operasi setiap hari. beban puncak biasaya dari jam 07-09 malam sekitar 40 MW.tapi daya reaktifnya kadang bisa sampai 7-9 MW. mohon penjelasan dari bapak.

  105. dahono says:

    Agung: Generator termal umumnya jenis silindris atau nonsalient dengan jumlah kutub dua atau empat. Generator untuk hidro umumnya jenis kutub sepatu atau salient dengan jumlah kutub sangat banyak (lebih dari enam).

  106. dahono says:

    Fransisco, pertanyaannya nggak jelas

  107. Selamat Pagi Pak,
    Faktor apa yang menyebabkan daya reaktif meningkat.

  108. Pingback: Memahami faktor daya / PF/ Cos Q | bagusayah

  109. bagusayah says:

    selamat pagi pak, saya ijin copas ya.
    terimakasih

  110. denus patiallo says:

    Kami berencana berlangganan TM PLN 3 phase 240kva dengan beban puncak 399 kva x deman factor 0.6 = 239 kva. Berapa kvar capasitor bank yang kami butuhkan??? bgaimana cara menghitunggnya??? terimakasih Pak Dahono

  111. dahono says:

    Pasang kapasitor hanya bisa ditentukan setelah kita tahu berapa power-factornya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s