Archive for the 'Application' Category

Kapasitor: Bermanfaat sekaligus berbahaya

Kapasitor: Bermanfaat sekaligus berbahaya

Pekik Argo Dahono

Dalam sistem tenaga listrik dikenal daya aktif dan daya reaktif. Daya aktif adalah daya yang harus dibangkitkan di sisi pembangkit dan disalurkan melalui saluran transmisi dan distribusi menuju konsumen, dan akhirnya dipakai untuk menjalankan peralatan industri dan komputer di banyak bangunan modern. Satuan dari daya aktif biasanya adalah watt (W), kilowatt (kW), atau tenaga kuda (HP). Sedangkan daya reaktif adalah suatu besaran yang menunjukkan adanya fluktuasi daya di saluran transmisi dan distribusi akibat digunakannya peralatan listrik yang bersifat induktif (misal : motor listrik, trafo, dan las listrik). Walaupun namanya adalah daya, daya reaktif ini tidak nyata dan tidak bisa dimanfaatkan. Akan tetapi adanya daya reaktif menyebabkan aliran daya aktif tidak bisa dilakukan secara efisien dan memerlukan peralatan listrik yang Continue reading ‘Kapasitor: Bermanfaat sekaligus berbahaya’

Phase-Locked Loop

Phase-Locked Loop
Arwindra Rizqiawan

Pada bidang elektronika daya yang berhubungan dengan sistem tenaga, Phase Locked Loop (PLL) dipakai untuk sinkronisasi antara pengendali konverter elektronika daya dengan jala-jala. Pemakaian PLL lebih meluas lagi untuk aplikasi-aplikasi pada bidang telekomunikasi. Pada tulisan ini akan dipaparkan PLL secara ringkas dan sederhana.

Phase Locked Loop (PLL) adalah suatu sistem kendali umpan balik negatif, PLL secara otomatis akan menyesuaikan fasa dari suatu sinyal yang dibangkitkan di sisi keluaran dengan suatu sinyal dari luar di sisi masukannya [1], dengan kata lain, PLL akan menghasilkan sinyal keluaran dengan frekuensi yang sama dengan sinyal masukan [2]. Blok diagram dasar dari suatu PLL ditunjukkan pada Gambar 1. Continue reading ‘Phase-Locked Loop’

Sekilas Rotary Encoder

Sekilas Rotary Encoder

Arwindra Rizqiawan

Rotary encoder adalah divais elektromekanik yang dapat memonitor gerakan dan posisi. Rotary encoder umumnya menggunakan sensor optik untuk menghasilkan serial pulsa yang dapat diartikan menjadi gerakan, posisi, dan arah. Sehingga posisi sudut suatu poros benda berputar dapat diolah menjadi informasi berupa kode digital oleh rotary encoder untuk diteruskan oleh rangkaian kendali. Rotary encoder umumnya digunakan pada pengendalian robot, motor drive, dsb.

Rotary encoder tersusun dari suatu piringan tipis yang memiliki lubang-lubang pada Continue reading ‘Sekilas Rotary Encoder’

Transducer Tekanan Relatif dan Aplikasinya pada VSD untuk Motor Pompa

Transducer Tekanan Relatif dan Aplikasinya

pada VSD untuk Motor Pompa

Oleh Firman Sasongko

Pengaturan tekanan pada tangki air yang bersirkulasi secara terus-menerus dapat dilakukan dengan pengaturan pipa buang seperti terlihat pada Gambar 1. Motor pada pompa dioperasikan secara penuh sesuai dengan kapasitasnya sementara tekanan air pada tangki dapat diatur dengan membuang sebagian air yang akan masuk ke tangki sirkulasi. Hal ini berakibat adanya air yang dibuang secara sengaja untuk menjaga tekanan air yang kita inginkan. Dalam perspektif penggunaan motor pompa sebagai sumber tenaga yang melakukan proses sirkulasi tersebut, maka pembuangan air kembali ke bak utama merupakan suatu pemborosan listrik.

Kelemahan lainnya dari sistem ini adalah dibutuhkannya operator yang harus selalu sigap untuk mengatur keran pembuangan ketika terjadi perubahan tekanan pada tangki akibat pembukaan atau penutupan keran-keran air pada kamar-kamar tamu hotel. Penjagaan tekanan air yang kurang akurat karena penggunaan tenaga manusia dalam pengaturan pipa buang secara manual dapat mengakibatkan tekanan air pada masing-masing kamar akan berubah-ubah tergantung berapa banyak keran air yang dibuka. Hal ini tentunya tidak diharapkan oleh pengurus hotel demi kepuasan tamunya. Continue reading ‘Transducer Tekanan Relatif dan Aplikasinya pada VSD untuk Motor Pompa’

Overclocking PC dengan Water Cooling Peltier

…Bayangkan kalau kita mempunyai komputer (PC) yang powerful tanpa perlu mengganti yang sudah ada di rumah dengan yang baru…Bagaimana jika kita dapat membuat suatu alat yang dapat menjadikan komputer kita menjadi lebih kencang tanpa banyak menghamburkan uang…untuk apa menunggu komputer yang lama mikir gara-gara kerja prosesor yang sedang-sedang saja…

Belakangan ini banyak berkembang alternatif baru untuk meningkatkan performa koputer (PC). Diantaranya adalah dengan cara menggantikan pendingin prosesor komputer yang konvensional ( menggunakan kipas) dengan pendingin yang tidak lazim seperti nitrogen cair atau es kering. Tujuan utamanya  adalah untuk menjaga suhu prosesor pada keadaan yang aman disaat kerja prosesor dinaikkan sampai limitnya. Continue reading ‘Overclocking PC dengan Water Cooling Peltier’