Pembangkit Listrik Masa Depan Indonesia

February 18, 2009

Pembangkit Listrik Masa Depan Indonesia

Kadek Fendy Sutrisna ST. dan Ardha Pradikta Rahardjo

Laboratorium Penelitian Konversi Energi Elektrik

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung

http://konversi.wordpress.com

  1. Pendahuluan

Setelah pulih dari krisis moneter pada tahun 1998, Indonesia mengalami lonjakan hebat dalam konsumsi energi. Dari tahun 2000 hingga tahun 2004 konsumsi energi primer Indonesia meningkat sebesar 5.2 % per tahunnya. Peningkatan ini cukup signifikan apabila dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan energi pada tahun 1995 hingga tahun 2000, yakni sebesar 2.9 % pertahun. Dengan keadaan yang seperti ini, diperkirakan kebutuhan listrik indonesia akan terus bertambah sebesar 4.6 % setiap tahunnya, hingga diperkirakan mencapai tiga kali lipat pada tahun 2030. Seperti terlihat pada Gambar 1. [ER Indonesia]

gb1

Tentunya pemerintah pun tidak tinggal diam dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energi, terutama energi listrik. Salah satu langkah awal yang pemerintah lakukan adalah dengan membuat blueprint Pengelolaan Energi Nasional 2006 – 2025 (Keputusan Presiden RI nomer 5 tahun 2006). Secara garis besar, dalam blueprint tersebut ada dua macam solusi yang dilakukan secara bertahap hingga tahun 2025, yaitu peningkatan efisiensi penggunaan energi (penghematan) dan pemanfaatan sumber-sumber energi baru (diversifikasi energi). Mengingat rasio elektrifikasi yang masih relatif rendah, yaitu 63 % pada tahun 2005, sedangkan Indonesia menargetkan rasio elektrifikasi 95 % pada tahun 2025, maka pembahasan pada artikel ini akan lebih diarahkan pada pemanfaatan sumber energi primer sebagai pembangkit listrik.


Read the rest of this entry »


Optimalisasi Ekstraksi Energi Angin Kecepatan Rendah di Indonesia dengan Aplikasi Konverter Boost

January 24, 2009

Optimalisasi Ekstraksi Energi Angin Kecepatan Rendah di Indonesia

dengan Aplikasi Konverter Boost

Oleh:
Ronald Nehemia Marulitua Sinaga
(Anggota tim WINDpAD Laboratorium Konversi Energi Elektrik Institut Teknologi Bandung (ITB) pada National Innovation Contest 2008 Himpunan Mahasiswa Mesin ITB)

Energi angin merupakan salah satu potensi energi terbarukan yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi listrik domestik, khususnya wilayah terpencil. Pembangkit energi angin yang biasa disebut Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) ini bebas polusi dan sumber energinya yaitu angin tersedia di mana pun, maka pembangkit ini dapat menjawab masalah lingkungan hidup dan ketersediaan sumber energi. Dibandingkan dengan sumber energi alternatif lainya ekstraksi energi dari angin memiliki carbon footprint yang relatif rendah[1]. Carbon footprint yang dimaksud di sini adalah emisi CO2 yang dihasilkan dari keseluruhan proses produksi turbin sampai dengan operasi pemanfaatan sumber energi tersebut. Untuk Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) carbon footprint meliputi proses pembuatan turbin, generator, konstruksi, dan operasi dari SKEA. Perbandingan carbon footprint dari SKEA dibandingkan dengan sistem konversi energi lainya dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini. Read the rest of this entry »


Topologi Konverter DC-DC

January 7, 2009

Topologi Konverter DC-DC

Pekik Argo Dahono

1. Pendahuluan

Sistem catu-daya yang bekerja dalam mode pensaklaran (switching) mempunyai efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding sistem catu-daya linier. Oleh karenanya, hampir semua catu-daya modern bekerja dalam mode switching atau dikenal sebagai SMPS (Switched Mode Power Supply). Komponen utama dari sistem catu-daya adalah konverter dc-dc yang berfungsi untuk mengkonversikan daya elektrik bentuk dc (searah) ke bentuk dc lainnya.
Secara umum, ada tiga rangkaian (topologi) dasar konverter dc-dc, yaitu buck, boost, dan buck-boost. Rangkaian lain biasanya mempunyai kinerja mirip dengan topologi dasar ini sehingga sering disebut sebagai turunannya. Contoh dari Read the rest of this entry »


Transducer Tekanan Relatif dan Aplikasinya pada VSD untuk Motor Pompa

December 30, 2008

Transducer Tekanan Relatif dan Aplikasinya

pada VSD untuk Motor Pompa

Oleh Firman Sasongko

Pengaturan tekanan pada tangki air yang bersirkulasi secara terus-menerus dapat dilakukan dengan pengaturan pipa buang seperti terlihat pada Gambar 1. Motor pada pompa dioperasikan secara penuh sesuai dengan kapasitasnya sementara tekanan air pada tangki dapat diatur dengan membuang sebagian air yang akan masuk ke tangki sirkulasi. Hal ini berakibat adanya air yang dibuang secara sengaja untuk menjaga tekanan air yang kita inginkan. Dalam perspektif penggunaan motor pompa sebagai sumber tenaga yang melakukan proses sirkulasi tersebut, maka pembuangan air kembali ke bak utama merupakan suatu pemborosan listrik.

Kelemahan lainnya dari sistem ini adalah dibutuhkannya operator yang harus selalu sigap untuk mengatur keran pembuangan ketika terjadi perubahan tekanan pada tangki akibat pembukaan atau penutupan keran-keran air pada kamar-kamar tamu hotel. Penjagaan tekanan air yang kurang akurat karena penggunaan tenaga manusia dalam pengaturan pipa buang secara manual dapat mengakibatkan tekanan air pada masing-masing kamar akan berubah-ubah tergantung berapa banyak keran air yang dibuka. Hal ini tentunya tidak diharapkan oleh pengurus hotel demi kepuasan tamunya. Read the rest of this entry »


Pemodelan Mesin Elektrik Pada Sistem (α, β), Park (d,q), Komplek dan Park Komplek

December 25, 2008

( Kadek Fendy Sutrisna, 25 Desember 2008)

Dalam artikel ini akan dibahas tentang bagaimana cara pemodelan matematis  mesin listrik tiga fasa (transformator, mesin sinkron dan mesin asinkron). Tujuan dari mempelajari artikel ini adalah untuk menganalisis kondisi peralihan (hubung singkat, arus penghasutan) maupun analisis keadaan mantap dan dasar pengendalian putaran motor pada mesin arus bolak-balik tiga fasa.

Dengan mengetahui fenomena hubung singkat pada mesin elektrik, rancangan mesin elektrik dapat diperbaiki, penalaan arus dan waktu peralatan pengaman juga dapat ditentukan. Konsep pengendalian putaran motor arus bolak-balik didekati dengan konsep pengendalian putaran motor arus searah, dimana torka maksimum dihasilkan oleh arus jangkar dan fluksi magnetik yang saling tegak lurus. Read the rest of this entry »


Mengapa Harus PLTN?

December 10, 2008

(Kadek Fendy Sutrisna, 10 Desember 2008)

Sekarang ini Indonesia sedang mengalami krisis energi listrik. Seperti dapat kita lihat pada tabel berikut : sejak tahun 2002, kebutuhan listrik di Indonesia sudah melebihi kapasitas pembangkit listrik yang kita miliki.

produksi-dan-komsumsi-energi-listrik-indonesia

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini PLN sebagai pelaksananya, antara lain : dengan merencanakan membangun pembangkit listrik 10.000 MWatt hingga tahun 2010. Sebagian besar pembangkit ini berbahan bakar batubara. Diseluruh indonesia akan dibangun PLTU, dan pembangunan di pulau Jawa lebih diprioritaskan dikarenakan industri yang ada di Indonesia rata-rata berada di jawa.

Read the rest of this entry »


Rekin Project Bagian 1: Pembangkit Listrik Tenaga Angin

December 9, 2008

Ardha Pradikta Rahardjo

4 Desember 2008

Sabtu siang tanggal 22 November 2008 adalah hari yang bersejarah bagi kami, para mahasiswa peneliti turbin angin, karena pada hari itu kami mendapat penghargaan dari PT Rekin atas penelitian yang kami lakukan di LAB Konversi ITB. Grup penelitian ini diketuai oleh Haryo Agung Wibowo, dan beranggotakan 4 orang lainnya : Andri Satria, Fajar Sastrowijoyo, Shendiary Aviolanda, dan saya sendiri Ardha Pradikta, yang juga selaku presenter pada hari tersebut.

Penelitian kami mengambil tema tentang energi angin dengan fokus penelitian pada generator putaran rendah fluksi aksial sebagai solusi peningkatan efisiensi pada sistem pembangkit listrik tenaga angin. Read the rest of this entry »


Perancangan Operasi Paralel antara Sel Surya dan Power Grid Existing dengan Tracking Daya Maksimum Berbasis pada Mikrokontroler

December 5, 2008

(Kadek Fendy Sutrisna dan Komang Adi Aswantara, Juara 1 Electrical Engineering Award (EEA) 2007)

Ada berbagai macam energi alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik antara lain : dengan menggunakan tenaga angin, tenaga surya, bioamassa, arus laut, mikrohidro dan energi lainnya. (pembangkit-listrik-energi-terbarukan). Di perlombaan EEA ini, pengembangan tentang sistem pembangkit listik tenaga surya menjadi fokus pembahasan dari penelitian yang kami kerjakan. (energi-surya-alternatif-sumber-energi-masa-depan-di-indonesia)

Secara garis besarnya alat yang saya buat ini mampu menkondisikan PV (sel surya) bekerja semaksimal mungkin menjadi energi listrik (Maximum Power Point Tracker, MPPT)  yang siap untuk digunakan (PV – konverter DC-DC – Inverter), baik  yang digunakan  terhubung langsung  dengan beban ataupun yang terhubung dengan jala-jala.

alat-tampak-depanalat-tampak-atas

Read the rest of this entry »


Energi Surya: Alternatif Sumber Energi Masa Depan di Indonesia

December 4, 2008

(Kadek Fendy Sutrisna, 4 Desember 2008)

Jika kita melihat tingkat konsumsi energi di seluruh dunia saat ini, penggunaan energi diprediksikan akan meningkat sebesar 70 persen antara tahun 2000 sampai 2030. Sumber energi yang berasal dari fosil, yang saat ini menyumbang 87,7 persen dari total kebutuhan energi dunia diperkirakan akan mengalami penurunan disebabkan tidak lagi ditemukannya sumber cadangan baru.

Cadangan sumber energi yang berasal dari fosil diseluruh dunia diperkirakan hanya sampai 40 tahun untuk minyak bumi, 60 tahun untuk gas alam, dan 200 tahun untuk batu bara. Kondisi keterbatasan sumber energi di tengah semakin meningkatnya kebutuhan energi dunia dari tahun ketahun (pertumbuhan konsumsi energi tahun 2004 saja sebesar 4,3 persen), serta tuntutan untuk melindungi bumi dari pemanasan global dan polusi lingkungan membuat tuntutan untuk segera mewujudkan teknologi baru bagi sumber energi yang terbaharukan. Read the rest of this entry »


Mendapatkan Rangkaian Ekivalen Trafo

December 2, 2008

Transformator merupakan suatu peralatan listrik yang digunakan untuk mengubah energi listrik bolak-balik dari satu level tegangan ke level tegangan yang lain. Dapat menaikkan, menurunkan atau hanya untuk mengisolasi sistem satu dengan yang lainnya. Transformator terdiri atas sisi primer dan sisi sekunder. Keduanya terhubung dengan inti besi. Dalam kondisi ideal, tanpa rugi-rugi, perbandingan lilitan antara keduanya merupakan perbandingan tegangan antara kedua sisinya.

Namun pada kenyataannya, daya masukkan tidak pernah sama dengan daya keluaran. Terdapat rugi-rugi yang terjadi di inti besi dan lilitan. Rugi-rugi tersebut terjadi akibat histerisis, arus eddy, resistansi belitan dan fluks bocor. Dari pengetahuan tersebut, transformator dapat dimodelkan dengan rangkaian elektrik seperti di bawah ini:

ekiv-circuit Read the rest of this entry »