Seratus Persen Energi Terbarukan, Mungkinkah?

Seratus Persen Energi Terbarukan, Mungkinkah?

Pekik Argo Dahono
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, ITB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja mengeluarkan keputusan tentang Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025. Pada tahun 2025, diperkirakan bahwa kebutuhan energi listrik kita setiap tahunnya adalah 457 TWh, dengan kebutuhan daya puncak sekitar 74.383 MW. Untuk mulai mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, Indonesia mentargetkan penggunaan energi baru dan terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025. Perlu dicatat bahwa tidak semua energi baru adalah energi terbarukan, yang artinya, target penggunaan energi terbarukan kurang dari 23 persen. Contoh energi baru yang tidak terbarukan adalah energi nuklir, hasil olahan batu bara, dan hasil olahan gas alam. Target ini jauh lebih kecil dibanding negara maju, yang pada saat ini banyak yang sudah lebih dari 30 persen. Mengapa target pemerintah tidak 100 persen? Mungkinkah seratus persen kebutuhan energi listrik di Indonesia dipenuhi hanya dengan menggunakan energi terbarukan? Jawabannya adalah mungkin. Continue reading

Posted in Announcement | Leave a comment

Sistem Distribusi Kelistrikan Dunia Industri

Sistem Distribusi Kelistrikan Dunia Industri

Mukhtarus Bahroinuddin

Alumni Teknik Tenaga Listrik Institut Teknologi Bandung

Dalam dunia kelistrikan, sistem distribusi yang digunakan cukup beragam. Seperti yang sudah banyak didengar misalkan PLN menggunakan sistem untuk rumah adalah 380/220 V, 20 kV, 150 kV dll. Sistem distribusi ini bukanlah sistem mutlak yang digunakan pada setiap tempat. Pada artikel ini akan dibahas hanya pada sistem kelistrikan yang sering digunakan pada dunia industri yang merujuk pada sistem standart IEEE Std-141 yang sering digunakan sebagai rujukan di dunia industri. Continue reading

Posted in Application, Power Generation | 4 Comments

Pengaruh Harmonisa Pada Sistem Tenaga Listrik

Pengaruh Harmonisa Pada Sistem Tenaga Listrik

Mohammad Aris Darmawan, Muhammad Amir Fauzi

Yoga Fitrah Anurrahman, Faris Sina Prinata

Mahasiswa Teknik Tenaga Listrik Institut Teknologi Bandung

Harmonisa adalah gelombang yang terdistorsi secara periodik yang terjadi pada gelombang tegangan, arus, atau daya terdiri dari gelombang-gelombang sinus yang frekuensinya merupakan kelipatan bulat  frekuensi sumber / fundamental, sehingga bentuknya tidak sinusoidal. Hubungan antara frekuensi harmonik dan fundamental dapat ditulis sebagai berikut:

f_h=nf_i\ldots(1)

Dengan f_h adalah frekuensi harmonic, n adalah kelipatan gelombang (bilangan bulat), dan f_i adalah frekuensi fundamental. Gelombang harmonik ini akan menumpang pada gelombang fundamental sehingga akan terbentuk gelombang yang terdistorsi. Ini dikarenakan efek penjumlahan dari gelombang harmonisa dengan gelombang fundamentalnya. Gelombang harmonisa ini dapat dijabarkan pada deret Fourier berikut ini: Continue reading

Posted in Application, Harmonisa, Power Electronics | 6 Comments

Peranan Elektronika Daya dalam Industri Baja

Peranan Elektronika Daya dalam Industri Baja

Muhammad Shiddiq Sumitro, Satria Indrawan,

Ronaldo Martua, Irvan Risdi Dwiputra

Mahasiswa Teknik Tenaga Listrik Institut Teknologi Bandung

Elektronika daya merupakan salah satu bidang ilmu dalam sistem kelistrikan yang mempelajari tentang konversi daya listrik. Tujuan dari artikel ini adalah membahas tentang peranan atau aplikasi elektronika daya dalam industri baja secara umum. Biasanya penggunaan elektronika daya dalam sebuah industry baja yaitu system penggerak motor listrik dan system kendali industrinya. Continue reading

Posted in Application, Power Electronics | 1 Comment

Peranan Elektronika Daya Pada Transmisi Daya Elektrik

Peranan Elektronika Daya Pada Transmisi Daya Elektrik

Nelson Poetra Yoga Hadisoeseno, Reynaldi Prasetyo, Christian T. H. Sidauruk

Mahasiswa Teknik Tenaga Listrik Institut Teknologi Bandung

Tujuan adanya transmisi daya elektrik adalah interkoneksi dari pembangkit yang menghasilkan energi elektrik dengan beban. Pada zaman sekarang ini, peningkatan efisiensi penyaluran daya sangat dipertimbangkan melihat kebutuhan energi listrik yang meningkat namun sumber energi yang dioperasikan saat ini terbatas. Beberapa cara yang dilakukan untuk peningkatan efisiensi transmisi daya listrik adalah dengan penggunaan elektronika daya.

Peranan elektronika daya dalam peningkatan efisiensi transmisi daya listrik yang ada pada zaman sekarang ini ada dua teknologi yaitu : 1) FACTS (flexible AC Transmision System) 2) High Voltage Direct Current (HVDC) Transmision. Continue reading

Posted in Application, Power Electronics | Leave a comment

Peran Elektronika Daya dalam Penghematan Energi di Sistem Tata Udara

Peran Elektronika Daya dalam Penghematan Energi di Sistem Tata Udara

Muhammad Bahrul Ulum, Reynaldi Tanta Paribo,

Dini Farida Noviyanti, Eduardus Pandik

Mahasiswa Teknik Tenaga Listrik Institut Teknologi Bandung

Saat ini konsumsi energi terbesar pada bangunan komersial seperti perkantoran adalah pada penyejuk ruangan (air conditioner). Penyejuk udara ruangan bekerja dengan prinsip transfer kalor dari dalam ruangan ke udara luar. Transfer kalo tersebut menggunakan refrigerant yang mempunyai sifat melepaskan panas saat refrigerant berada dalam fasa cair dan menyerap kalor saat berada dalam fasa uap. Cairan pendingin ini biasanya berupa CFC (Chlorofluorocarbon). Senyawa ini akan menjadi cair bila diberi tekanan udara yang tinggi, dan akan menjadi gas kembali saat dilepaskan ke dalam tekanan atmosfer. Selain menyerap kalor, cairan coolant tersebut juga menyerap uap air di dalam ruangan. Continue reading

Posted in Application, Power Electronics | Leave a comment

Peran Elektronika Daya dalam Pembangkit Listrik Tenaga Bayu

Peran Elektronika Daya dalam Pembangkit Listrik Tenaga Bayu

Riando Hotasi Sirait, Yonas Dwiananta,

Roynaldo P Hutahaean, Yosafat Marthin Samosir

Mahasiswa Teknik Tenaga Listrik Institut Teknologi Bandung

Pemanfaatan energi angin menjadi salah satu renewable energy yang akan marak digunakan di masa mendatang. Tercatat sudah sebanyak 200 GW instalansi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) yang ada didunia ini. Diperkirakan tahun 2020 akan ada sebanyak 1800 GW intalansi PLTB yang terpasang. Sedangkan total energi angin yang dapat dimanfaatkan diperkirankan mencapai angka 3000 GW. Hal ini berarti bahwa pemanfaatan angin sebagai energi masih sangat berkembang dan belum dimanfaatkan secarah menyeluruh.

Skema PLTB dimulai dari hembusan/kecepatan angin yang dimanfaatkan dalam memutar baling-baling sehingga kecaptan angin berkurang dan energinya dapat diambil. Kemudian baling-baling ini dilewati ke gearbox sehingga dapat memutar generator dalam kecepatan tertentu. Dari generator inilah konversi energi terjadi dari energi mekanik manjadi energi listrik. Dari generator, energi listrik akan melewati suatu rangkaian elektronika daya yang mengatur frekuensi dan tegangan keluarannya. Setelah itu listrik ini akan dilewati transformer untuk disesuaikan tegangannya dengan tegangan jala-jala sehingga energi listrik dari PLTB ini dapat didistribusikan  ke berbagai pihak [1].

Dari proses PLTB ini dapat dilihat secara garis besar bahwa elektronika daya digunakan dalam dua hal yaitu sebagai kontrol dari sisi generator dan kontrol dari sisi keluaran jala-jala.

Beberapa peran elektronika daya dalam pembangkit listrik tenaga bayu  ialah Continue reading

Posted in Application, Power Electronics, Wind Energy | 1 Comment