Ide Itu Tidak Selalu..

Baru, dan bagus.

Intermezo ah..

Ternyata banyak sekali orang-orang brilian di dunia dengan segala kelebihannya adalah peniru yang ulung.. Tetapi bukan penjiplak.

Mengapa meniru?

Untuk mengembangkan konsep baru biasanya beberapa metoda digunakan, diantaranya adalah meniru sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Cara ini (rasanya) paling mudah untuk dilakukan, sebab dengan meniru beberapa hal dapat dilakukan tanpa harus berpikir keras. Tapi tetap saja beda antara peniru dengan penjiplak. Peniru dapat membuat inovasi dari apa yang sebelumnya orang lain telah kerjakan dengan memanfaatkan ilmu atau ide yang ia miliki. Kalau perusahaan punya R&D (Research and Development), peniru ini mempunyai R&D juga (Rob and Duplicate) – then Develop. Tampaknya saat ini, banyak yang menggunakan metoda ini karena beberapa keunggulannya. Diantaranya adalah efisiensi waktu, biaya, dan juga tenaga (sotoy mode : on).

Beda halnya dengan R&D (asli). Cara ini juga sudah lazim dilakukan orang-orang sebagai cara untuk menghasilkan penemuan-penemuan baru yang berguna. Biasanya R&D ini melibatkan manpower yang banyak, dan disiplin ilmu yang beragam (switch sotoy mode : on). Tidak dipungkiri, apabila berhasil, keluaran yang dihasilkan pastinya lebih maksimal dibandingkan dengan R&D (palsu).

Btw.. sekian dari saya. kekeke🙂

So, apakah duplicate masih merupakan tabu?

About konversi

This blog is a blog made by the students of the Laboratory Of Electric Energy Conversion, ITB. This blog shall be the place for us to write our researches and projects. Feel free to read any of the contents of this.
This entry was posted in Announcement. Bookmark the permalink.

3 Responses to Ide Itu Tidak Selalu..

  1. konversi says:

    menurut saya meniru untuk dkembangkan lagi sepertinya sah – sah saja…
    asalkan masih tetap menghargai ide asli yang ditiru..

    yang jadi masalah adalah saat konsep atau ide baru tersebut saling diperebutkan untuk di’klaim’ pertama..

    salam,
    kadek

  2. angin165 says:

    ngga pernah ada penemuan besar di dunia yang berasal dari satu kali menjentikkan jari sambil bilang “BINGGO!!!”
    semua sebenarnya hanya saling memodifikasi untuk mengatasi kelemahan yang muncul..

  3. pekik says:

    Meniru menjadi salah kalau tidak menyebutkan sumber yang ditiru. Proses meniru biasanya dilakukan oleh pemula sebagai proses belajar. Bagaimana menciptakan yang baru kalau yang lama saja tidak tahu. Salah satu proses belajar yang cukup efektif adalah dengan meniru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s