Kilas Kaji Sumber Energi Terbarukan (Renewable Energy)

Dalam postingan saya sebelumnya sudah saya singgung sedikit mengenai kendala-kendala yang muncul dalam penggunaan mesin elektrik yang umum dijual dipasaran. Utamanya adalah alat-alat tersebut memiliki rating putaran yang cukup tinggi, sekitar 1500 rpm dan membutuhkan feed-exciter (pancingan). Oleh karena itu apabila mengharapkan regenerasi listrik dari generator ini secara terus menerus dari sumber daya terbaharui, anda perlu mengkaji ulang bagaimana karakteristik sumber energi yang anda miliki.
Berikut adalah kilas kajian mengenai beberapa sumber energi terbaharukan yang paling umum dijumpai.

  1. Mikrohidro
    Seperti anda ketahui suatu aliran fluida air pada sungai yang sering dijumpai di Indonesia relatif stabil pada kecepatan tertentu. Biasanya putaran yang dihasilkan akibat aliran air pada turbin mikrohidro relatif stabil (kecuali lagi musim kering kerontong🙂 ). Apabila anda merencanakan untuk membuat turbin mikrohidro, coba untuk mengukur berapa rata-rata rpm per harinya dari jenis turbin yang anda buat, karena nantinya karakteristik ini akan digunakan untuk menentukan jenis generator mana yang harus anda gunakan. Jika rata-rata putaran turbin > 1000 rpm perharinya maka anda dapat menggunakan generator yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Hanya saja, untuk mensuplai beban AC rumah tangga yang memiliki rating tegangan 220 V frekuensi 50 Hz seperti TV, setrika, dll generator anda membutuhkan rangkaian tambahan (penyearah, inverter, trafo) untuk mengembalikan bentuk gelombang keluaran menjadi normal. Untuk beban lampu (bohlam), anda hanya memerlukan transformator untuk menaikkan tegangan sampai 220 Volt, dan tampaknya tidak ada masalah dengan rating frekuensi 50 Hz. Tapi hasilnya pasti lampu anda akan byar.. pet atau lebih redup dari kondisi normalnya apabila frekuensi tegangan yang dihasilkan < 50 Hz.
  2. Angin
    Tipe sumber energi ini relatif fluktuatif dibandingan dengan sumber energi lainnya, terutama di Indonesia. Orde perubahan signifikan dari kecepatan dan arah angin seringkali mencapai skala detik. Artinya anda harus bersiap dengan tipe propeller yang dapat mengakomodasi perubahan tiba-tiba dari sumber angin tersebut, sehingga impuls perubahan angin yang dirasakan turbin dapat diatasi dengan menggunakan propeller berdiameter besar dan memiliki inersia cukup besar. Sayangnya propeller berdiameter besar ini memiliki torsi yang sangat besar dibandingkan dengan propeller yang lebih kecil dan sebaliknya, memiliki kecepatan putar per menit yang relatif lebih kecil.
    Terlebih lagi dengan kondisi angin di Indonesia yang relatif rendah (<5 m/s) tambah akan mempersulit turbin propeller besar untuk memulai putarannya (cut in speed).
    Oke, kita anggap turbin dengan propeller diameter besar tidak cocok untuk digunakan di Indonesia.
    Bagaimana dengan turbin angin dengan propeller kecil?
    Rendahnya rata-rata kecepatan angin yang bertiup di Indonesia menyebabkan turbin kecil memiliki kecepatan putar per menit tidak lebih dari 200 rpm. Anda membutuhkan sebuah increaser kira-kira 1:8 untuk dapat memutarkan generator kelas pasaran sesuai dengan rating kecepatan putarnya (1500 rpm). Imbasnya dari fakta tersebut adalah penambahan biaya increaser yang notabene biasanya jauh lebih mahal daripada biaya pembuatan generator itu sendiri.
    Artinya : Anda perlu mengkaji ulang penggunaan generator yang banyak dijual dipasaran
  3. Solar Panel
    Tentunya sumber energi ini tidak membutuhkan increaser ataupun generator karena pada dasarnya jenis konversi energi ini hanya menggunakan medium semikonduktor, dimana muatan-muatan elektrik yang terkandung di dalamnya dapat bergerak aktif apabila terpapar oleh cahaya matahari dengan intensitas tertentu.

About konversi

This blog is a blog made by the students of the Laboratory Of Electric Energy Conversion, ITB. This blog shall be the place for us to write our researches and projects. Feel free to read any of the contents of this.
This entry was posted in Green Energy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s