Fuel Cell.. Sumber Energi Hijau

Sekarang ini energi listrik adalah kebutuhan yang sudah tidak bisa ditawar lagi. Tanpa energi listrik semua aktivitas manusia akan lumpuh. Sumber energi listrik sekarang ini masih berasal dari sumber energi yang diperoleh dari minyak dan tambang. Dengan adanya isu harga minyak yang semakin tinggi ditambah isu lingkungan global, sumber energi primer menjadi sesuatu yang seolah-olah ‘ancaman’. Penggunaan sumber energi terbarukan (angin, surya, biofuel, fuelcell, dsb) saat ini mulai menjadi isu yang hangat karena sifatnya yang lebih ramah lingkungan walaupun fakta bahwa porsi sumber energi terbarukan memang masih kecil dibanding total sumber energi.

Salah satu sumber energi alternatif yang dianggap sangat ramah lingkungan adalah fuelcell. Fuel cell merupakan suatu pembangkit listrik mini mengkonversi energi kimia langsung menjadi energi listrik tanpa melalui proses pembakaran, sehingga efiesiensinya tinggi dan sangat ramah lingkungan.

Struktur fuelcell sama dengan baterai yang umum, ada elektroda (anoda dan katoda) dengan bahan elektrolit. Prinsip kerja sederhananya seperti berikut, bahan bakar (hanya istilah saja karena tidak terjadi pembakaran, dalam hal ini yang paling sering digunakan adalah hydrogen) dialirkan anoda (elektroda negative) dari fuelcell. Disisi lain, oksidan (paling sering dipilih oksigen karena berlimpah di udara kita) juga dialirkan ke katoda (elektroda positif) dari fuelcell. Akibatnya reaksi kimia akan terjadi pada elektroda fuelcell sehingga muatan mengalir melalui elektrolit dan arus akan mengalir ke beban yang terhubung ke fuelcell. ..Energi listrik telah terbangkitkan langsung dari energi kimia…!!! Apabila hidrogen dan oksigen yang dipilih sebagai bahan bakar dan oksidan, maka ’limbah’nya adalah air sehingga fuelcell sangat ramah lingkungan, polusinya saja berguna.

Tegangan yang dibangkitkan oleh satu buah fuelcell biasanya sangat kecil. Untuk dapat memakai fuelcell pada keperluan yang umum sehari-hari, fuelcell harus disusun serial beberapa unit fuelcell untuk mendapatkan tegangan yang lebih besar dan aplikatif.

Walaupun fuelcell mirip dengan baterai yang umum kita tahu, tetapi terdapat beberapa perbedaan yang utama antara fuelcell dengan baterai. Baterai dapat menyimpan energi didalamnya dan akan habis jika terhubung ke beban. Sedangkan fuelcell adalah pengkonversi energi yang bahan bakar (hidrogen) dan oksidannya (oksigen) terus-menerus dialirkan kedalamnya, dengan kata lain fuelcell dapat menghasilkan energi listrik selama masih ada bahan bakar dan oksidan yang masih tersedia.

demi lingkungan yang hijau.. -arwindra-

Referensi

  1. Fuel Cell Handbook, 7th ed. EG&G Technical Services, Inc. US Dept. of Energy, 2004
  2. Carol Werner, Fuel Cell Fact Sheet, Environmental and Energy Study Institute, Washington DC, 2000
  3. Xinhong Huang, et. al., Fuel Cell Technology for Distributed Generation: An Overview, Proceeding of IEEE ISIE 2006, pp. 1613-1618, 2006

About angin165

Pria, Indonesia, muda, lajang, belum mapan.
This entry was posted in Green Energy. Bookmark the permalink.

7 Responses to Fuel Cell.. Sumber Energi Hijau

  1. Kus says:

    Masalahnya adalah, bagaimana kita mendapatkan bahan bakarnya?

    Yang saya tahu, bukankah hidrogen itu tidak dapat diperoleh secara langsung dari udara? Dan untuk memperolehnya dibutuhkan energi dari luar. Sehingga fuel cell tidak lain seperti baterai, bukan sebagai sumber energi baru.

    Mohon koreksi apabila ada kesalahan

    Salam,
    Kus Adi Nugroho

  2. angin165 says:

    fuelcell ditemukan pertamakali sekitar tahun 1830-an, tapi memang dibiarkan saja sampai tahun 1950-an baru dikembangkan lagi, jadi fuelcell memang bukan sumber energi yang baru, hanya memang belum umum dipakai di masyarakat sekarang.
    memang diperlukan tabung2 hidrogen untuk mensuplai fuelcell sehingga menghasilkan energi, hal ini yang banyak diterapkan pada prototip-prototip kendaraan elektrik yang menggunakan fuelcell sebagai sumber listriknya..

    salam,
    -angin-

  3. ENK says:

    Jika dilihat dari segi keamanan dan ekonomis nya gimana? kira kira kalo digunakan pada sepeda listrik gimana? lumayan tuh ….

  4. angin165 says:

    kalau harus gotong-gotong tabung hidrogen untuk sepeda listrik kayaknya malah menyusahkan.. kalau untuk mobil kan masih ada spare ruang buat meletakkan tabung hidrogennya. dan juga kalau fuelcell sudah bisa digunakan secara luas, tabung hidrogen bisa distandarisasi bentuknya, jadi kalau keluar kota tingga beli hidrogen di agen, seperti elpiji saja.. bagaimana..??😀

    salam,
    -angin-

  5. Yo says:

    Salah satu kesulitan dalam membuat tabung hidrogen adalah struktur materialnya harus tahan terhadap tekanan hidrogen dari dalam tabung yang sangat tinggi. Tampaknya kendala material masih menjadi hambatan untuk perkembangan banyak aspek teknologi. Sama dengan material magnet permanen, belum ada yang bisa membuatnya dengan remanensi diatas 1.3 T.

    Salam,

    Haryo

  6. Neuro says:

    Gimana klo prosesnya dibalik, fuelnya air (H2O), “limbahnya” H2 + O2?

  7. Pingback: Sistem Pembangkit Listrik Hibrida antara PV dan Fuel Cell « Konversi ITB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s