Perkembangan Kondisi PLTN Fukushima Jepang Pasca Gempa 11 Maret 2011

Perkembangan Kondisi PLTN Fukushima Jepang Pasca Gempa 11 Maret 2011

Kadek Fendy Sutrisna

Tulisan ini saya buat bertujuan untuk menyampaikan informasi yang sedang terjadi di Jepang saat ini (13 Maret 2011)

Setelah gempa dan tsunami yang mengguncang Jepang pada tanggal 11 Maret 2011, terjadi beberapa masalah pada PLTN Fukushima yang merupakan PLTN tertua di Jepang. Perlu diketahui bahwa pusat gempa terletak berdekatan dengan 2 lokasi PLTN di Jepang yaitu 4 reaktor di daerah Onna-gawa, dan 6 reaktor di daerah Fukushima.

Sampai hari ini (13 Maret 2011), 4 reaktor di daerah Onna-gawa yang berjarak 100 km (gambar 1) ke utara dari daerah Fukushima dinyatakan aman, dan sudah berhenti beroperasi dengan kondisi energi panas reaktor yang turun secara stabil. Intensitas radiasi disekitar pembangkit sebesar 21 mikro sievert per jam.

Sedangkan reaktor unit 1 di daerah Fukushima (12 Maret 2011), mengalami masalah pada sistem pendinginannnya. Fukushima unit 1 adalah PLTN bertipe BWR (Boiling Water Reactor) dengan daya listrik sebesar 460 MW (daya termal 1533 MW). Dibangun akhir tahun 60-an dan mulai beroperasi tahun 1970.

Yang dimaksud dengan kegagalan sistem pendingin disini, power supply untuk keadaan darurat tidak berfungsi dengan baik. Sistem tidak berfungsi akibat adanya tsunami yang sempat menenggelamkan pembangkit ini.

Baterei yang bekerja paralel dengan generator diesel sebenarnya sudah didesain untuk meng-antisipasi tsunami yang dapat merusak generator diesel. Tetapi dalam kasus PLTN Fukushima unit 1 dan 3 ini, power supply ini hanya mampu bertahan selama 8 jam.

Seluruh sistem pendingin dinyatakan tidak dapat berfungsi secara total, semua sistem untuk menjaga debit air pendingin di reaktor dinyatakan tidak bekerja. Ketinggian air di reaktor sempat menyentuh level rendah, bahan bakar uranium berada diatas permukaan air pendingin. Hal ini dapat menyebabkan bahan bakar meleleh karena panas yang dihasilkan tidak dapat diteruskan ke zat pendinginnya. Jika bahan bakar meleleh, maka material radioaktif yang tadinya ada di bahan bakar akan ikut terlepas ke sistem pendingin.

Walaupun seluruh batang kendali (batang boron) telah dimasukkan ke dalam reaktor, yang bertujuan untuk menghentikan reaksi fisi secara seketika, atau dengan kata lain digunakan untuk men-shutdown reaktor, perlu diingat bahwa selain energi fisi masih terdapat energi peluruhan. Besarnya sekitar 6-7% energi saat terjadi reaksi fisi. Energi panas yang dihasilkan inilah yang perlu mendapatkan perhatiaan sesaat setelah PLTN di’shutdown’. Dibutuhkan waktu 24-36 jam apabila sistem pendingin bekerja dengan baik.

Berbagai upaya telah dilakukan di Fukushima unit 1, diataranya memanfaatkan ventilasi udara untuk mengeluarkan panas dari reaktor dan menyediakan air dari laut ke dalam reaktor. Upaya termudah dan teraman saat ini adalah tetap menjaga bahan bakar uranium di dalam reaktor agar selalu berada di dalam permukaan air. Tentu saja cara ini menimbulkan masalah lainnya, air yang mendidih menjadi uap air menyebabkan tekanan di reaktor meningkat secara drastis. Apabila hal ini tidak ditanggulangi, akan menyebabkan ledakan yang hebat pada reaktor. Bahan material yang digunakan untuk pembuatan reaktor tidak dapat menahan perbedaan tekanan, hal ini lah yang bisa menyebabkan reaktor meledak seperti balon udara yang apabila ditiup terus-menerus.

Salah satu cara untuk mengurangi tekanan di reaktor, uap air yang dihasilkan harus disalurkan. Uap air dilepaskan ke udara bebas melalui filter zat radioaktif agar radiasi di dalam reaktor tidak menyebar ke udara disekitar pembangkit. Cara ini sebelumnya memerlukan syarat untuk mengevakuasikan warga sejauh 10 km dari pusat pembangkit. Dan dari pukul 9:00 waktu setempat pemerintah Jepang telah menginstrusikan hal ini. Hingga kini tercatat 140 ribu warga telah dijauhkan dari radius berbahaya.

Pada pukul 15:36 waktu setempat, terjadi ledakan dibangunan penyokong reaktor pembangkit.  Ada beberapa hal yang dilaporan Yukio Edano, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang (3 jam setelah terjadi ledakan), antara lain :

1. Ledakan ini tidak ada hubungannya dengan aktivitas bahan bakar di reaktor dan bukan merupakan ledakan yang disebabkan oleh reaksi fisi.

2. Tidak ada peningkatan zat radioaktif di udara pasca ledakan.

3. Ledakan disebabkan oleh akumulasi gas hidrogen di bangunan penyokong reaktor.

4. Radiasi dalam tataran cukup rendah sehingga tidak mempengaruhi kesehatan masyarakat di luar radius 10 km.

5. Empat Karyawan PLTN Fukushima diketahui terluka akibat ledakan ini. Ledakan tidak mengakibatkan kerusakan pada reaktor.

JAEA (Japan Atomic Energy Agency), Badan keselamatan nuklir Jepang mengkategorikan kecelakaan Fukushima sebagai skala 4 dalam INES (International Nuclear and Radiological Event Scale), yaitu kecelakaan dengan konsekuensi lokal. Sebagai perbandingan, kecelakaan Chernobyl (1986) masuk ke skala 7 (paling tinggi), dan kecelakaan Three Miles Island (1979) masuk ke skala 5.

Dari tanggal 13 Maret 2011, masalah serupa juga terjadi pada reaktor unit 3. Sistem pendingin reaktor unit 3 tidak berfungsi seperti halnya kasus pada reaktor unit 1. Pengambilan keputusan yang serba salah dan rumit memerlukan ahli-ahli nuklir yang berpengalaman untuk menyelesaikan masalah ini.

PLTN Fukushima unit 3 ini, mendapat penagangan langsung dari Komisi Pengaturan Nuklir AS (NRC) yang telah mengirim dua ahli nuklir-nya ke Jepang dengan menggunakan material pendingin yang akan dimasukan langsung ke dalam reaktor.

NRC adalah sebuah lembaga independen yang diamanatkan oleh Kongres AS untuk mengatur pembangkit listrik komersial nuklir dan bahan nuklir lainnya.

Saat ini Pemerintah Jepang telah mengumumkan melebarnya daerah radiasi dari 10 km menjadi 20 km. Evakuasi dilakukan bertahap disesuaikan dengan jarak aman dari masing-masing reaktor. Yakni penduduk yang tinggal dalam radius 20 km di sekitar Fukushima level daerah aman pertama, diperkirakan 110.000 orang telah dievakuasi. Dalam radius 10 km di sekitar Fukushima level daerah aman kedua, sekitar 30.000 orang telah dievakuasi.

Akibat pelepasan uap air dari reaktor ke udara dan rusaknya bangunan penyokong reaktor, intensitas radiasi saat ini di sekitar kawasan pembangkit meningkat dari 950 mikro sievert (setelah terjadi ledakan) menjadi 1204 mikro sievert (13 Maret, 9:00) dan saat ini meningkat lagi menjadi 1500 mikro sievert ( 13 Maret, 15:00). Zat caesium radioaktif mulai terdeteksi di lingkungan sekitar reaktor Fukushima. Hal ini diprediksi karena bahan bakar di reaktor sempat berada di luar permukaan air.

Tulisan ini saya buat berdasarkan berita di stasiun televisi di Jepang. Tingkat bahaya intensitas radiasi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan di lapangan. Radius evakuasi berubah berdasarkan tingkat bahaya intensitas radiasi. Hingga saat ini, 9 orang diperkirakan telah terkena radiasi karena berada di dalam kawasan radius 10 km saat dievakuasi menggunakan bus.

CARA-CARA UNTUK MENGURANGI EFEK RADIASI :

1. Gunakan pakaian yang menutupi seluruh permukaan tubuh.

2. Efek Radiasi dipengaruhi oleh dua hal, yang pertama jarak dan waktu. Sebisa mungkin selama 10 hari ini untuk tidak sering-sering berada di luar ruangan (Himbauan untuk teman-teman di Jepang yang berada di radius 150 km)

3. Banyak-banyak minum air, makan apel, dan banyak makan makanan yang mengandung yodium.

4. Mandi menggunakan shower setelah selesai berpergian.

5. Gunakan payung saat keluar rumah (untuk teman-teman yang berada di kawasan radius 100 km)

6. Gunakan baju yang berbeda saat bepergian dan saat berada di dalam rumah.

7. Tidak meminum air dari keran.

Himbauan untuk tetap waspada kepada teman-teman di Jepang, mengutamakan kesehatan dan mengesampingkan kenyamanan selama 10 hari kedepan ini. Angin Jepang saat ini bertiup dari barat ke timur, pembangkit fukushima terletak di timur, jadi efek radiasi diprediksi tidak akan meluas.

Apabila ada hal-hal yang membingungkan tentang pemberitaan PLTN di media-media masa, dengan senang hati saya bersedia untuk berdiskusi bersama.

Referensi :

1. http://www.youtube.com/user/iaeavideo

2. http://www.facebook.com/notes/alexander-agung/analisis-sementara-fukushima-1/10150130600472567

3. http://www.boston.com/bigpicture/2011/03/massive_earthquake_hits_japan.html

4. http://www.dominicantoday.com/dr/forum/living-in-the-dr/general-info/4617/Tsunami-hits-Japan-Hundreds-killed-in-tsunami-after-89-quake-nuclear

TAMBAHAN :

Salah satu perhatian utama pada aspek keselamatan nuklir adalah bagaimana menjaga agar bahan radioaktif tidak lolos ke lingkungan. Untuk itu, ada 3 cara yang perlu dilakukan.

1. “Control” terkait dengan bagaimana mengoperasikan reaktor sehingga tidak terjadi peningkatan energi yang drastis.

2. ”Cool” berkaitan dengan upaya untuk selalu mendinginkan bahan bakar,

3. “Contain” terkait dengan upaya untuk menjaga agar bahan radioaktif tetap berada di dalam reactor.

Fig.1. Jarak antara PLTN Fukushima dan PLTN Onagawa menggunakan google-map

Fig.2. Boiling Water Reactor System (Illustration)

Fig.3. PLTN Fukushima

(Terdapat 6 reaktor di daerah Fukushima, 2 diataranya digunakan secara bergantian saat terjadi maintenance dan pergantian bahan bakar Uranium setiap 13 bulan sekali)

Fig.4. PLTN Fukushima Unit 1 saat terjadi ledakan

(Video PLTN Fukushima saat terjadi ledakan)

Fig.5. PLTN Fukushima Unit 1 pasca-ledakan

Fig.6. Pusat gempa dan pengaruhnya di daerah Fukushima


Fig.7. Ketinggian tsunami di setiap titik akibat gempa Jepang

Fig.8. Tsunami Jepang

(Foto: http://www.boston.com/bigpicture/2011/03/massive_earthquake_hits_japan.html)

UPDATE (14 Maret 2011)

1. 10: 56 terjadi gempa dengan kekuatan 5,8 skala ricter. Pusat gempa di kedalaman 18 km di lepas Prefektur Ibaraki.

2. Ada alarm tsunami setinggi 3 meter.

3. 11:06 terjadi ledakan di PLTN Fukushima unit 3

4. 12:00 Laporan dari pihak operator PLTN Fukushima unit 3 :

a.  Asap membumbung lebih tinggi dari ledakan sebelumnya dengan korban luka-luka sebanyak 10 orang akibat ledakan. Penyebab ledakan sama dengan ledakan pertama di unit satu.

5. Pemerintah mulai mengeluarkan cara-cara untuk mengurangi radiasi.

6.  11:44 Intensitas radiasi 20 mikro sievert per jam. Daerah 10 km dari pembangkit intensitas radiasinya sebesar 1 mikro sievert.

7. 12:53 Laporan dari pihak operator PLTN Fukushima unit 3 :

a. Tekanan reaktor  pada pukul 11:13 sebesar 380 mikro paskal.

Akibat terjadi gempa, permukaan air laut mengalami penyurutan, sehingga  injeksi  air laut ke dalam reaktor mengalami gangguan, sehingga menyebabkan kenaikan tekanan pada reaktor. Ledakan telah diprediksi sebelumnya karena penumpukan hidrogen di bangunan reaktor. Setelah ledakan ini, sangat kecil terjadi ledakan lagi, kata operator reaktor nuklir Fukushima, Tokyo Electric Power Co.

UP DATE (15 Maret 2011 ; Reaktor Fukushima Unit 2 bermasalah)

1. Senin, 14 Maret 2011, sesaat setelah terjadi ledakan di unit 3, unit 2 juga mengalami permasalahan pada sistem pendinginnya. Penyebabnya sama dengan unit 1 dan 3, ada permasalahan pada kapasitas back up baterei-nya.

2.  Air di dalam reaktor sempat berada di bawah bahan bakar untuk waktu yang lama, tekanan di dalam reaktor meningkat. 21:00 air laut berhasil dimasukan ke dalam reaktor sampai ketinggian 3/4 bahan bakar.

3. Selasa, 15 Maret 2011 pukul 6:00 terdengar suara ledakan dari suppression pool atau torus di unit 2. Tidak ada kerusakan pada bangunan. Torus di unit 2 ini dilengkapi dengan filter sehingga tidak ada pelepasan zat radioaktif ke lingkungan.

4.  Ruangan pengatur tekanan di unit 2 mengalami kerusakan.

5,  Keluar api dari Reaktor Fukushima Unit 4.

6. Pada reaktor unit 3 intensitas radiasinya paling besar sampai 400 mSv/hr. Intesitas di daerah sekitar Tokyo (>200 km) sebesar 4 mikro-Sv/hr

7. Dikeluarkan himbauan untuk warga yang ada disekitar wilayah 20km sampai 30 km untuk tidak keluar dari rumah.

Untuk lebih jelasnya bisa di lihat di web PLN-nya Jepang (TEPCO) sebagai berikut :

(http://www.tepco.co.jp/en/press/corp-com/release/11031220-e.html)

19 Maret 2011, 19:34 : NHK News

TEPCO berhasil menghubungkan jaringan kelistrikan Fukushima unit 1 dan unit 2 dengan jaringan luar (Grid connected).

Upaya ini bertujuan untuk menyediakan catu daya (power supply) untuk sistem pendingin reaktor menggantikan generator diesel yang rusak akibat tsunami dan juga sistem pendingin untuk memompa air ke dalam kolam bahan bakar bekas (spent fuel pool).

Listrik akan segera dialirkan apabila tidak ada permasalahan terhadap pompa listrik dan sistem pendingin. Pengecekan ini diharapkan akan segera terselesaikan hari ini.

Berdasarkan laporan dari NISA, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan saat menghubungkan listrik kembali ke dalam jaringan dalam pembangkit :

  1. Alat instrumen dan sensor yang menyokong kinerja sistem pendinginan reaktor dipastikan bekerja sesuai dengan fungsinya.
  2. Mulai mengoperasikan kembali sistem pendingin reaktor.
  3. Mengoperasikan kembali sistem pendingin pada kolam bahan bakar bekas (Spent Nuclear Fuel)
  4. Dari tanggal 20 Maret 2011, mulai diupayakan hal yang sama untuk Fukushima dari unit 3 sampai unit 6.

TEPCO menambahkan diperkirakan terjadi banyak kerusakan pada mesin-mesin di sistem pendingin yang terdapat di dalam bangunan pembangkit akibat bencana tsunami.

TEPCO akan memeriksa status mesin2 tersebut terlebih dahulu. Menurut jadwal, sumber listrik eksternal akan dipulihkan pada hari Sabtu (3/19) untuk reaktor unit 2. Kabel daya listrik juga diharapkan bisa pulih pada hari minggu untuk reaktor unit 4. Sistem pendingin akan mulai dioperasikan segera setelah dipastikan bahwa pompa2 sistem pendingin memang bisa dioperasikan.

21 Maret 2011 :

Pada pukul 18:20,  unit 2 juga mengeluarkan asap putih, penyebabnya masih belum dapat diketahui.

Unit 5 → Sudah terhubung dengan jala-jala (power grid connected, sudah gk pake sumber diesel lagi)

Unit 2 dan 6 → Diusahakan sesegera mungkin hari ini sistem pendingin bisa dioperasikan dari sumber jala-jala. (Unit 6 akan segera selesai)

Unit 3 dan 4 → Grid sudah berhasil terhubung dengan jaringan dalam pembangkit unit 3 dan unit 4.

Pukul 15:55 Awan abu-abu keluar dari Fukushima unit 3. Sampai sekarang awan abu-abu ini masih tetap ada walaupun jumlahnya lebih sedikit dari sebelumnya. Diperkirakan berasal dari kabel yang terbakar.

a. 16: 09 : Pekerjaan pengkoneksian kabel dihentikan sementara,
b.  Tinggi permukaan air dan tekanan di reakor tidak mengalami perubahan (NISA)
c. Pengukuran dosis radiasi pasca dan sebelum kejadian :

Pukul 15:50 → 2.013 μSv/jam
Pukul 16:30 → 2.015  μSv/jam

(Pengukuran dosis radioaktif dilakukan pada jarak 500 meter dari unit 3ke arah barat laut)

d. TEPCO mengungsikan pekerjanya dari unit 1 sampai unit 4. Penyemprotan air yang direncanakan hari ini juga dihentikan sementara akibat asap ini.

Pukul 18:16, Sekretaris Kabinet Edano → Pemerintah Jepang menetapkan bahwa wilayah-wilayah seperti Ibaraki, Tochigi, Gunma dan Fukushima agar menghentikan distribusi bayam, sayuran Oyster dan susu murni dari Fukushima agar tidak dikonsumsi masyarakat.

http://www3.nhk.or.jp/news/genpatsu-fukushima/movie/chapter_29.html
13:00 ~ NISA → Hari ini listrik diperkirakan sudah bisa berfungsi di unit 2. Kerusakan motor dan rangkaian yang terhubung singkat pada sistem pendingin reaktor dan kolam spent fuel telah diketahui, saat ini sedang dalam proses penggantian komponen.

Iklan layanan masyarakat :
http://www.youtube.com/watch?v=sDyL1raeM_U

About konversi

This blog is a blog made by the students of the Laboratory Of Electric Energy Conversion, ITB. This blog shall be the place for us to write our researches and projects. Feel free to read any of the contents of this.
This entry was posted in PLTN. Bookmark the permalink.

21 Responses to Perkembangan Kondisi PLTN Fukushima Jepang Pasca Gempa 11 Maret 2011

  1. Pingback: Perkembangan Kondisi PLTN Fukushima Jepang Pasca Gempa 11 Maret 2011 (via Konversi ITB) | Lutphi’s Weblog

  2. kus says:

    dek, gw kurang ngerti, siklus uap sama reaktor nya itu bercampur ga sih? artinya, apakah ada saat dimana air bersentuhan langsung dengan zat radio aktif? kalo misalnya ga pernah bersentuhan, apakah bisa, uap yang dihasilkan dari pemanasan reaktor langsung dibuang ke udara bebas, toh uap tersebut tidak mengandung zat radioaktif?

    trus tentang terminologi “contain”, supaya zat radioaktif tetap di dalam reaktor, sebenernya reaktor itu apa aja sih? trus pentingnya radioaktif tetap di dalam reaktor itu kenapa? supaya tidak ada radiasi keluar? memang, material apa sih supaya radioaktif ga tembus?

    sori ya, gw bodo bener ttg nuklir, tapi walaupun ada kejadian gini, gw tetep optimis PLTN bisa diaplikasiin di Indo. toh, kesalahannya, hanya pada sistem pendingin yang back upnya hanya 6 jam, padahal untuk shut down total butuh 36 jam (baterai back up 36 jam untuk sebuah unit kayaknya bakal besar banget sih emang)

  3. Kadek Fendy Sutrisna says:

    Iyaaa kus,,
    gw juga sama kayak lu optimis dengan bisnis nuklir pasca kejadian ini, alasannya sederhana :

    1. Gempa sebesar dan sedekat itu PLTNnya masih tetep aman sampai sekarang.

    2. Gw yakin upaya yang dilakukan sekarang itu cuma supaya perusahaan listriknya Jepang gk rugi aja akibat kerusakan yang besar, jadi untuk masyarakat disekitarnya udah aman.

    3. Walaupun terjadi ledakan yang dasyat gitu reaktornya gk ada kerusakan sama sekali.

    4. Masalah back up yang hanya 8 Jam, sebenernya gampang diantisipasi,, gk perlu back-up 36 jam,, kalo setelah shut down langsung dikirim generator diesel ke lokasi gw yakin gk ada permasalahan ini, disini cuma kekurangsiapan engineer Jepang.

    5. Walaupun engineer Jepang masih belum terlatih untuk kondisi seperti ini aja PLTN nya masih bisa dikatakan aman kus,, jadi emang PLTN dari awal dirancang untuk segala kondisi terburuk termasuk kesalahan2 bodoh oleh manusia.

    6. Dengan pengalaman seperti ini pasti Jepang bisa buat teknologi PLTN yang lebih canggih lagi dari sebelumnya. Secara tanpa Nuklir Jepang kekurangan sumber energi listrik.

    Gw coba jawab pertanyaan lu yaa :

    1. Jadi PLTN dibagi 2 kus PWR dan BWR,,
    PWR direaktornya gk ada uap, kalo BWR ada. Energi panas hasil reaksi fisi dipakai untuk mengubah air menjadi uap.

    2. Masalah zat radioaktif itu di bagi 2 kus.

    1. Ada zat radioaktif hasil reaksi fisi, ada nya dipeletnya itu. Makanya peletnya dibentuk slinder gitu (dipanasin trus dikompres biar gk gampang rusak dan meleleh). Titik lelehnya tinggi kok kus (sekitar 3000 celcius), makanya gw gk yakin sama pemberitaan berita kalo PLTN Fukushima ini bisa kayak chernobyl atau three miles island, secara sudah gk ada reaksi fisi (control-rodnya langsung berfungsi sesaat setelah terjadi gempa), kalopun airnya habis paling suhunya 1000 derajat celcius, cuma kerusakan reaktornya lumayan parah jadinya mungkin. (suhu air didalam reaktor saat beroperasi cuma 300 derajat celcius)

    2.Terus ada bahan semi-radioaktif (cesium sama iodium, diluar pelletnya), ini yang ada di uap airnya,, Jadi kalo bisa sebelum di lepas ke udara di filter dulu tuh bahan semi-radioaktifnya, dan masyrakat sekitar harus sudah di evakuasi sejauh 10 km.
    Waktu paruh zat radioaktif ini sebentar banget kus, hitungan detik. Makanya hasil pengukuran intensitas radiasinya berubah2 tiap jam.

    Pertanyaan terakhir, untuk kasus seburuk apapun/sekacau apapun PLTN, yang paling penting itu intinya menjaga supaya zat radioaktif tetep di dalam reaktor itu maksudnya. Jadi ada 5 tahap perlindungan :
    1. Bahan bakar uranium dibuat berupa pelet uranium oxide dengan titik leleh diatas 3000 derajat celcius, terus dimasukin kedalam tube Zircaloy titik lelehnya 2500 celcius.
    2. Selama bahan bakar berada didalam permukaan air, radiasinya gk bisa kemana-mana.
    3. Reaktornya
    4. Trus pelindung keempat kalo di gambar 2, primary containment itu kus, dari lapisan stainles stell.
    5. Pelindung kelima, konkrit beton baja bangunanya kus, secondary containment. Kerangka bajanya besarnya setulang kaki manusia kayaknya itu keliatan di gambar 5.
    Tapi kalo PLTN yang baru lebih rumit lagi kerangkanya, itukan bangunan lama.

  4. Kadek Fendy Sutrisna says:

    Ini gambar pelet uraniumnya, kecil banget ukuran 1×1 cm untuk BWR tapi cukup untuk menghidupkan listrik 1 rumah selama 8 bulan :
    http://www.chxhistory.com/bigrock/pages/11-Uranium%20pellet.htm

    1 batang bahan bakar terdiri dari 40.000 pelet lebih, dan gw lupa ada berapa batang bahan bakar dalam 1 reaktor.

  5. Nugie says:

    Sangat mencerahkan. Terima kasih informasinya.

  6. tami says:

    salam kenal. saya anak biotek nih. mau sedikit berdiskusi. kenapa AS ‘membiarkan’ Jepang memiliki teknologi nuklir secara masif yang notabene akan mendongkrak kekuatan suatu negara menjadi negara powerful yang memiliki bargaining dengan kekuatan politik lainnya? gitu kali istilahnya.
    link berikut mungkin agak berbau konspirasi. abis bahasan diatas anak elektro banget, hehe.. kalo berkenan silahkan didiskusikan🙂
    http://www.atlanteanconspiracy.com/2011/03/japan-tsunami-caused-by-haarp.html
    ada HAARP dibelakang tragedi tsunami?

  7. budi says:

    apa bahaya radiasi di udara bebas s.d 1500 mikrosievert…… bukankah itu masih kecil….
    setahu saya radiasi pada umumya yang terkena pada manusia rata-rata 2milisievert per tahun……. dan dikatagorikan berbahaya bila s.d ratusan ribu mili sievert per tahun……… mohon penjelasaanya . terimakasih.

    • konversi says:

      Iyaa masih kecil,, btw itu per jam yaa bukan per tahun.

      Kalo terkena radiasi sebesar 150 mSv/hr untuk laki-laki seperti yang kita ketahui gk bisa punya anak untuk waktu tertentu.

  8. gadis_tropis says:

    akumulasi hidrogen yang bikin bangunannya meledak dari mana ya dek?
    berarti itu kan udah di luar reaktor?😀

    -narupii-

  9. Pingback: Perkembangan Kondisi PLTN Fukushima Jepang Pasca Gempa 11 Maret 2011 « Forum OJT/Magang PT ARUN LNG

  10. Ikkyu_san says:

    saya juga share ya…. dengan memberikan link ke sini

    EM

  11. indarta aji says:

    Nice buat infonya… masih ingat saya? Adik tingkatnya Kang Debby di Lab Nuklir ITB, dulu kita sempat ketemu waktu presentasi ShARE di ITB.

    Kalau dibaca, untuk peledakan hidrogen itu apakah ada aktifitas sampingan dari Nuclear Power itu sendiri selain menghasilkan listrik (produksi hidrogen???) sanksi juga BWR produksi digunakan untuk produksi hidrogen… atau hidrogen yang dihasilkan dari proses??

    Terus mengenai material pendingin yang berupa air laut yang di campur dengan boron acid gimana sekarang? apakah cukup signifikan hasilnya?

  12. Joseph says:

    maaf sebelumnya, sepertinya disini tempat yang tepat buat bertanya lebih lanjut… dan maaf juga kalau pertanyaannya nonsense😀 ane awam dengan teknologi nuklir gan..

    setelah browsing, akhirnya saya dapat foto diagram core PLTN fukushima, http://www.flickr.com/photos/vizpix/5529940939/

    nah, disitukan terlihat spent fuel poolnya ada di atas reaktor, tidak terisolasi dinding tebal seperti reaktornya, normalkah seperti itu? kenapa tidak diisolasi dinding tebal? kalau atap meledak seperti kemarin, level air berkurang berarti ada kemungkinan spent fuel rod kontak dengan udara bebas donk?

  13. Kadek Fendy Sutrisna says:

    Joseph :
    Sampai sekarang sih masih normal.
    Di fukushima ujung atas spent fuelnya berada 10 meter di bawah permukaan air kolam.

    Kebakaran hari ini (16 Maret 2011) di unit 4 disebabkan oleh air di dalam kolam mencapai suhu 86 derajat celcius dan mendidih. Spent fuel rod kontak dengan udara bebas, terjadi reaksi antara Zircaloy dan udara bebas, Zircaloy terbakar, Intensitas radiasi disekitar pembangkit meningkat drastis sampai 400 mSv/hr

  14. nadia says:

    sangat tidak setuju kalo indonesia bikin PLTN,alasannya

    1. liat sendiri,otak indo otak tempe,mana bisa bikin PLTN amaan!IQ jongkok lagi!
    2. jepang aja yg notabene pinter masih ada kerusakan,chernobyl aja yg makan keju msh blm perfect.
    3. kalo udah bodo,ya bodo aja,jgn pernah bikin sesuatu yg aneh2.kalo mau bangun PLTN bangun aja di hidung kalian biar radiasinya gak sampe kita2.wakakakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s