Jaman Fosil

Jaman Fosil

Pekik Argo Dahono

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, ITB

Pada saat ini kita hidup pada suatu jaman, bagi generasi mendatang, sebagai jaman fosil. Bisa disebut demikian karena semua segi kehidupan kita sangat ditentukan oleh keberadaan bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil sebenarnya relative masih baru, baru sekitar 150 tahun yang lalu. Jika dilihat dalam skala millennium, jaman fosil hanya akan terlihat sebagai satu lengkungan pendek. Lihat Gambar 1. Dilihat oleh generasi mendatang, jaman fosil akan terlihat mulai abad 19 dan mungkin sampai abad 22.

Gambar 1. Penggunaan bahan bakar fosil.

 Lengkung jaman fosil ini bisa kita perlihatkan lebih detil komposisinya seperti di Gambar 2. Pada saat ini, konsumsi energi fosil belum mencapai puncaknya. Konsumsi energi diperkirakan akan terus naik sekitar 1,8% per tahun dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir abad 21. Hampir 80% konsumsi energy dunia saat ini didominasi oleh bahan bakar fosil. Persentase ini diperkirakan akan terus naik sampai 88% pada akhir abad 21. Saat ini, penggunaan berbasis batu bara, minyak, dan gas terus naik dengan kecepatan 2% per tahun. Penggunaan sumber energi terbarukan diperkirakan akan tetap kurang dari 10% sampai 30 tahun ke depan. Artinya, 90% lebih dari kebutuhan energi harus dipenuhi oleh bahan bakar fosil dan nuklir.

Gambar 2. Lengkung fosil.

Suka atau tidak suka, abad 20 dan 21 akan disebut sebagai abad fosil. Diperkirakan pada abad ini, akan lebih banyak bahan bakar fosil yang harus dibakar dibanding abad sebelumnya. Diperkirakan lengkung batubara kedua akan muncul di abad ini karena semakin banyak pembangkit listrik berbasis batu bara yang dibangun. Sumber bahan bakar fosil yang banyak tersedia dan belum banyak dimanfaatkan adalah pasir minyak. Menurut para ahli, di dunia tersimpan cadangan pasir minyak yang jumlahnya jauh lebih banyak dibanding cadangan minyak konvensional. Cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia sampai 5000 tahun lagi.

Menurut data, dunia punya cadangan minyak untuk 100 tahun lagi, cadangan gas untuk 200 tahun lagi, dan batu bara untuk 1000 tahun lagi. Yang jelas, cadangan yang tersedia jauh dari prediksi yang diberikan oleh klub Roma. Akan tetapi walaupun ada banyak cadangan bahan bakar fosil, sungguh tidak bijaksana kalau semuanya akan kita bakar karena emisi CO2 di atmosphere akan sangat tinggi sehingga pemanasan global dan perubahan cuaca akan semakin dirasa. Semua para ahli setuju bahwa saat ini sedang terjadi pemanasan global dan perubahan cuaca merupakan konsekuensi yang tidak lagi bisa dihindari. Perdebatan sekarang bergeser dari bagaimana mengatasi menjadi kombinasi bagaimana mengatasi dan melakukan adaptasi. Akan lebih bijaksana kalau bauran energi sedikit diubah sehingga emisi CO2 bisa dibatasi. Jika kita sudah memutuskan untuk tidak membakar semua cadangan bahan bakar fosil maka lengkung jaman fosil akan semakin ramping.

Pertanyaannya adalah apakah pembatasan penggunaan bahan bakar fosil akan terasa adil bagi negara sedang berkembang. Negara sedang berkembang tidak boleh dibatasi perkembangannya karena alasan energi dan emisi CO2. Sebagai alternatif adalah negara maju melakukan investasi teknologi pembangkit karbon rendah di negara sedang berkembang. Konsekuensinya, harga energi di negara maju akan semakin mahal karena harus mensubsidi penggunaan energi di negara sedang berkembang.

Akhirnya, saat bahan bakar fosil habis, kita harus mencari penggantinya. Kita tentu saja tidak ingin kembali ke jaman gelap saat bahan bakar fosil habis. Jaman energi berlimpah-ruah tidak akan pernah ada jika kita tidak menguasai dengan baik teknologi nuklir. Jika teknologi nuklir fusi bisa dikuasai, sumber energi terbarukan mungkin terbatas untuk daerah terpencil. Tanpa energi nuklir, sangat sulit membayangkan masyarakat dunia masih bisa hidup dengan gaya sekarang, walaupun sudah menggunakan sumber energi terbarukan dan melakukan banyak penghematan.

About angin165

Pria, Indonesia, muda, lajang, belum mapan.
This entry was posted in Green Energy. Bookmark the permalink.

10 Responses to Jaman Fosil

  1. andihendra says:

    Suka banget dengan gaya penulisan Pak Pekik di Artikel ini..

  2. Torus says:

    Bisa jadi jaman kita ini ga dipanggil dengan jaman fosil oleh generasi mendatang karena generasi mendatang bisa jadi dah ga da karena lingkungan akibat pengeksploitasian ini dah hancur. es dah cair semua, dah ga ada generasi dong

  3. energi terbarukan tetap yang terbaik jika dibanding fusi nuklir sekalipun. karena alasan keamanan dan ketersediaannya.

    • angin165 says:

      saya agak kurang sepakat pak didik, kalau energi terbarukan (selain air) lebih bagus ketersediaannya.

    • harly says:

      kalo menurut saya untuk ukuran teknologi yang dimiliki oleh indonesia, kayaknya energi nuklir belum cocok untuk diterapkan di indonesia..
      soalnya terlalu besar bahaya yang akan di timbulkan,, terlebih lagi dengan daerah indonesia rawan gempa…..

  4. Dahono says:

    Sampe saat ini, hanya energi nuklir yang siap menggantikan peran PLTU batu bara

  5. seli_usel says:

    saya suka dengan pendapat anda ,,
    tapi saya kurang tahu apa perbedaan nya fosil dan Nurkil itu apa?
    apakah nukril dan fosil itu masa,

  6. alias says:

    dari yang saya ketahui, pelaksanaan tender PLTN di Muria belum terlaksana karena blm beres amdalnya (cmiiw)
    ditambah dengan opini sejumlah LSM dan masyarakat pada umumny bahwa pembangunan PLTN di P. Jawa sangat berbahaya karena ancaman gempa dan gunung merapi

    lalu kira2 menurut rekan2 sekalian, lokasi manakah yg ideal untuk dibangun PLTN? Kalimantan kah?
    Kalau saya bertanya ke orang kebumian, ya semua menjawab kalimantan
    tapi saya ingin tahu pendapat dari rekan2 elektro ^^

    karena saya masih berpikiran cepat atau lambat Indonesia akan memerlukan PLTN untuk menopang sektor kelistrikan
    apalagi kalau ingin menjadi negara maju ^^

    salam

  7. Kalau menunggu semua setuju, nggak akan pernah melakukan pembangunan. Renewable energy saja banyak sekali pro dan kontranya.
    Adanya pro dan kontra bahkan sangat baik, membuat yang pro menjadi lebih berhati2

  8. someone says:

    Jangan khawatir, ada banyak energi terbarukan kok, yang paling vital dan harus ada ya energi otot.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s