Phase-Locked Loop

August 17, 2009
Phase-Locked Loop
Arwindra Rizqiawan

Pada bidang elektronika daya yang berhubungan dengan sistem tenaga, Phase Locked Loop (PLL) dipakai untuk sinkronisasi antara pengendali konverter elektronika daya dengan jala-jala. Pemakaian PLL lebih meluas lagi untuk aplikasi-aplikasi pada bidang telekomunikasi. Pada tulisan ini akan dipaparkan PLL secara ringkas dan sederhana.

Phase Locked Loop (PLL) adalah suatu sistem kendali umpan balik negatif, PLL secara otomatis akan menyesuaikan fasa dari suatu sinyal yang dibangkitkan di sisi keluaran dengan suatu sinyal dari luar di sisi masukannya [1], dengan kata lain, PLL akan menghasilkan sinyal keluaran dengan frekuensi yang sama dengan sinyal masukan [2]. Blok diagram dasar dari suatu PLL ditunjukkan pada Gambar 1. Read the rest of this entry »


Perancangan Pengendali Kecepatan Motor Menggunakan Konverter DC-DC 4-Kuadran dengan Pengendali Arus PI dan Pengendali Kecepatan I-P

June 12, 2009

Firman Sasongko

Konverter dc-dc 4-kuadran merupakan konverter dc-dc yang dapat bekerja secara bidirectional baik arus maupun tegangan kerjanya, sehingga sangat cocok untuk aplikasi kendali motor yang membutuhkan kecepatan dan torque dalam dua arah. Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dapat dilihat pada Gambar 1. Pengendalian kecepatan motor dapat dilakukan dengan mengendalikan arus jangkar. Hal ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan pengendalian kecepatan secara langsung. Salah satunya adalah dapat membatasi arus ketika terjadi hubung singkat sehingga konverter masih dapat bekerja dengan baik. Pengendalian motor berdasarkan pengendalian arus dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.

Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dc

Skema konverter dc-dc 4-kuadran untuk pengendalian motor dc

Pengendalian kecepatan motor berdasarkan pengendalian arus

Pengendalian kecepatan motor berdasarkan pengendalian arus

Read the rest of this entry »


Cycloconverter : AC-AC Konverter Penurun Frekuensi

November 20, 2008

( Kadek Fendy Sutrisna, 20 November 2008 )

Cycloconverter adalah rangkaian elektronika daya yang dapat mengubah gelombang masukan AC dengan frekuensi tertentu ke gelombang keluaran AC dengan frekuensi yang berbeda. Pada Figure 1(a) dapat dilihat rangkaian daya cycloconverter satu phasa. Untuk lebih mudah memahami kerja rangkaian ini sehingga dapat menurunkan frekuensi sumber adalah dengan cara membagi topologi ini menjadi 2 buah rangkaian konverter tyristor-P dan rangkaian konverter tyristor-N yang bekerja secara bergantian, seperti terlihat pada Figure 1(b). Konverter tyristor-P bekerja untuk membentuk arus keluaran pada saat periode positip-nya, sedangkan konverter tyristor-N bekerja setelahnya untuk membentuk arus keluaran pada periode negatif arus keluaran. Read the rest of this entry »


Isolasi Antara Drive Control dan Rangkaian Power

November 8, 2008

( Kadek Fendy Sutrisna, 8 November 2008 )

Untuk dapat meng-operasikan MOSFET sebagai saklar, sumber tegangan  harus diberikan pada kaki-kaki gerbang (Gate) saklar. Tegangan kontrol harus diberikan antara terminal gerbang dan Sumber (Source) atau antara terminal basis dan emitter tergantung dari jenis MOSFET yang digunakan. Gambar dibawah ini memperlihatkan topologi konverter dc-dc tipe buck. Tegangan DC utama adalah Vs dengan tegangan kendali untuk masukan saklar adalah Vgc.

sinyal-kedali-untuk-saklar-mosfet

Terminal C pada rangkaian kendali umumnya dihubungkan dengan terminal ground dari sumber DC seperti terlihat pada gambar diatas yang ditunjukan dengan tanda panah. Read the rest of this entry »


Penyejuk udara berteknologi inverter

November 5, 2008

Penyejuk Udara Berteknologi Inverter

Arwindra Rizqiawan

Saya cukup tergelitik dengen iklan salah satu produk penyejuk udara yang ditayangkan di televisi. Pada iklan tersebut disebutkan bahwa penyejuk udara mereka menggunakan teknologi inverter yang akan membuat pemakaian listrik menjadi jauh lebih hemat daripada penyejuk udara yang lain (yang, tentu saja, tidak memakai teknologi inverter). Sebenarnya teknologi inverter yang mereka maksud itu seperti apa? dan bagaimana bisa dia menghemat pemakaian energi listrik? Tulisan ini akan mengulas secara ringkas tentang teknologi inverter yang dimaksud. Read the rest of this entry »


Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

November 3, 2008

PEMBANGKIT LISTRIK ENERGI TERBARUKAN

Pekik Argo Dahono

Sekolah Teknik Elektro dan Informatikan, Institut Teknologi Bandung

Dalam 10 tahun terakhir ini, kebutuhan dunia akan sumber energi alternatif (SEA) dan terbarukan meningkat dengan laju hampir 25% per tahun. Peningkatan ini didorong oleh: (i) naiknya kebutuhan energi listrik; (ii) naiknya keinginan untuk menggunakan teknologi yang bersih; (iii) terus naiknya harga bahan bakar fossil; (iv) naiknya biaya pembangunan saluran transmisi; dan (v) naiknya untuk meningkatkan jaminan pasokan energi. Agar peran SEA bisa meningkat dengan cepat maka harga dan keandalan sistem pembangkit listrik berbasis energi alternatif harus bisa bersaing dengan pembangkit konvensional. Gambar 1 memperlihatkan perkembangan harga energi yang dibangkitkan dengan SEA selama 20 tahun terakhir ini. Gambar ini menunjukkan bahwa harga energi listrik yang didapat dengan SEA terus menurun dan bahkan beberapa diantaranya telah lebih rendah dari sumber energi konvensional. Perkembangan teknologi menunjukkan bahwa harga energi listrik yang dibangkitkan dengan SEA akan terus menurun sehingga kebutuhan akan peralatan yang digunakan dalam pembangkit semacam ini akan meningkat dengan cepat. Read the rest of this entry »


Komponen Saklar Daya

October 18, 2008

(Kadek Fendy Sutrisna, 18 Oktober 2008)

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang rangkaian konverter elektronika daya, ada baiknya kita belajar dulu tentang komponen saklar yang biasa digunakan pada rangkaian konverter. Komponen saklar daya tersebut biasanya terbuat dari bahan semikonduktor. Saklar daya yang umum digunakan adalah tyristor, transistor, MOSFET dan GTO (Diode bukan saklar daya karena tidak dapat dikendalikan). Masing-masing komponen mempunyai karakteristiknya masing-masing sehingga artikel ini perlu di baca agar kita dapat menentukan komponen saklar daya yang digunakan pada saat merancang suatu rangkaian elektronika daya. Read the rest of this entry »


Cara Meminimisasi Riak Arus Keluaran pada Catu Daya DC

October 9, 2008

(Kadek Fendy Sutrisna, 9 Oktober 2008)

Untuk menghasilkan sumber daya DC biasanya dihasilkan dari gelombang AC yang di konversikan ke DC dengan menggunakan Konverter AC – DC.  Konverter AC-DC yang biasa digunakan untuk aplikasi daya tinggi adalah penyearah 3-fasa terkontrol fasa, penyearah 3-fasa PWM terkontrol arus dan penyearah tiga fasa yang di cascade dengan konverter DC-DC atau chopper. Permasalahan timbul pada aplikasi Catu Daya DC yaitu ketika kita mendesain Catu Daya yang memiliki arus keluaran yang memiliki riak yang sangat kecil. Akan diperlukan nilai filter pasif L dan C yang sangat besar. Read the rest of this entry »


Analisis penggunaan autotrafo penggeser fasa sebagai minimisator harmonisa arus di sistem distribusi tenaga listrik

October 3, 2008

Tulisan ini merupakan paper yang ditulis oleh : Syafrudin, Pekik A. Dahono, Sukisno, T.M Soelaiman

Banyaknya aplikasi beban nonlinier pada sistem distribusi tenaga listrik seperti konverter statis yang berbasis elektronika daya telah membuat arus sistem menjadi sangat terdistorsi dengan persentase kandungan harmonisa arus THD (total harmonic distortion) yang sangat tinggi. Umumnya arus sistem distribusi tenaga listrik yang terdistorsi tersebut didominasi oleh arus harmonisa orde ganjil frekuensi rendah, yakni arus harmonisa orde lima, tujuh, sebelas, dan seterusnya, yang magnitud arus harmonisanya berbanding terbalik dengan orde harmonisanya. Read the rest of this entry »


Mengamati Hamonisa pada Rectifier dengan Menggunakan PSIM

September 16, 2008

(Kadek Fendy Sutrisna, 16 September 2008)

Kali ini saya mencoba untuk membahas bagaimana cara mengamati bentuk gelombang pada sisi masukan dan keluaran pada penyearah atau rectifier.

Pembahasan ini berguna buat tmen-tmen yang tertarik untuk mengukur besarnya harmonisa pada sisi keluaran dan masukan rectifier.

Cara yang sama juga bisa diterapkan apabila ingin mengamati bentuk gelombang pada rangkaian elektronika lainnya seperti Konverter DC-DC, Inverter ataupun chopper AC.

Mengapa kita perlu untuk mengamati gelombang pada sisi masukan dan keluaran?? Karena dari pengamatan ini kita bisa mengukur besarnya harmonisa yang terjadi, baik pada sisi masukan dan keluaran. Setelah kita mengetahui besarnya harmonisa maka kita bisa menentukan jenis filter yang digunakan agar bisa meminimisasi harmonisa yang terjadi. Read the rest of this entry »